<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121</id><updated>2011-08-20T05:24:36.116-07:00</updated><category term='sejarah'/><category term='oil'/><category term='ppp'/><category term='barus'/><category term='trade'/><category term='auto'/><category term='indonesia'/><category term='ekonomi'/><category term='international'/><category term='mqnet'/><category term='kriminal'/><category term='mqmart'/><category term='sumut'/><title type='text'>Barus Trade &amp; Tourism</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>119</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-7105549747457797453</id><published>2011-01-13T13:42:00.000-08:00</published><updated>2011-01-13T13:45:40.834-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>A Malay frontier: unity and duality in a Sumatran kingdom</title><content type='html'>&lt;img src="http://blog.manbandu.com/media/blogs/blog/places/barus01.jpg" width="590"&gt;Pustaka Melayu dalam cerita Batak di Barus. &lt;a href="http://books.google.jo/books?id=VwNpRiFWv3QC&amp;pg=PA54&amp;lpg=PA54&amp;dq=sejarah+raja+barus&amp;source=bl&amp;ots=TmOF4MbVLW&amp;sig=FcEPXtr9U4XyL25dZlCZU1ROPck&amp;hl=ar&amp;ei=1m4vTZ-NHtWJ4QaKmYmuCw&amp;sa=X&amp;oi=book_result&amp;ct=result&amp;resnum=5&amp;ved=0CC4Q6AEwBA#v=onepage&amp;q=sejarah%20raja%20barus&amp;f=false"&gt;Baca dengan gratis di sini&lt;/a&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-7105549747457797453?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/7105549747457797453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=7105549747457797453' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/7105549747457797453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/7105549747457797453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2011/01/malay-frontier-unity-and-duality-in.html' title='A Malay frontier: unity and duality in a Sumatran kingdom'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-8528723481782076935</id><published>2010-11-22T06:14:00.001-08:00</published><updated>2010-11-22T06:16:38.672-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>Pernah menjadi bandar niaga bertaraf internasional</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.koran-jakarta.com/gambarberita/2010-07-18/Minggu/Geonas/GambarBeritaKoranJakarta20100717194521.jpg" width="590"&gt;Dulu, harga kapur barus yang berasal dari Kota Barus, pantai barat Sumatra Utara, setara dengan emas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan pembuat obat dan pengawet mummi itu menjadi barang mewah bagi kaum raja di zaman Mesir Kuno. Anda mungkin tak mengira kalau kota kecil Barus yang berada di pantai barat Provinsi Sumatra Utara itu pernah berjaya dan termasyhur di seluruh dunia. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Popularitasnya bahkan sudah dikenal sejak zaman purba pada masa raja-raja Mesir Kuno. Mengapa Barus begitu dikenal luas di seantero penjuru dunia? Itu karena Barus memiliki kapur barus dengan mutu terbaik di dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika itu, harga sebongkah kapur barus setara dengan sekeping emas. Kapur barus menjadi barang mewah di kalangan raja-raja terkenal. Raja Firaun misalnya, ketika wafat sekitar 5.000 tahun sebelum Masehi (SM) dibalsam dengan menggunakan kapur barus yang berasal dari kota Barus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat bahan pengawet itulah yang menyebabkan kondisi mayat Firuan relatif masih terjaga dengan baik sampai hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/TOp6_IhKviI/AAAAAAAACJU/G0JMwpD18yc/s1600/raja2%2Bbarus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 265px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/TOp6_IhKviI/AAAAAAAACJU/G0JMwpD18yc/s400/raja2%2Bbarus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542377516469763618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan kalau mayat tersebut tidak dibalsam dengan kapur barus, mummi raja yang sangat kontroversial itu bisa jadi hancur ditelan zaman. Nilai ekonomi baru tidak sebatas sebagai bahan pengawet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, kapur barus asal Barus juga sering dipakai sebagai bahan baku pembuat obat yang mujarab. Kejayaan Barus bukan sebatas omongan buah bibir semata. Berbagai sumber ilmiah dalam aneka bahasa seperti Yunani, Siriah, Armenia, Arab, India, Tamil, China, Melayu, dan Jawa, nama Barus sudah dikenal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja Ancient Map Ptolem Table XI of Asia, lalu the Muhit karya Laksamana Celebi (Turki), dan laporan orang-orang Arab, seperti Ibnu Kordahbeh, juga menorehkan Barus sebagai kota perdagangan internasional yang sangat ramai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak mengherankan kalau penjelajah Portugis Tome Pires dalam Suma Oriental mencatat, orangorang Parsi, Arab, Benggali, Keling, dan Gujarat berdatangan ke Barus untuk menjalankan kegiatan bisnisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang-barang yang diperdagangkan antara lain kapur barus, emas, sutera, benjoin, lilin, madu, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barus pada awal abad ke-16 adalah kota pelabuhan yang ramai dan makmur,” catat Pires. Saking maraknya roda perekonomian tersebut, Diego Homen pun sudah membuat peta kota Barus di pantai barat Sumatra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dilakukan pada tahun 1558. Sebelumnya, pada abad ke-2, gubernur dari Kerajaan Yunani yang berpusat di Alexandria, Mesir, Claudius Ptolemaus, telah membuat peta Barus sebagai bandar niaga internasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun dan Jatuh Lalu, bagaimana Barus dapat menjadi kota terhebat dan akhirnya tenggelam dalam percaturan ekonomi global? Menurut Ahli Sejarah dari Universitas Sumatra Utara, Fitriaty Harahap dalam buku Ekspedisi Geografi Sumatera Utara 2009, awal mula kampung Barus kesohor tak terlepas dari peran Tuan Kadir, seorang putra daerah yang gemar melakukan invasi ke daerah-daerah pedalaman Barus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Air Busuk misalnya, ia bertemu dengan orang-orang Hindu. Pertemuan ini memberi inspirasi kepada guru Marsohot untuk mendirikan kampung. Mereka lalu membangun dua kampung sekaligus. Satu kampung berada di pinggir pantai yang bernama Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi di pedalaman yang diberi nama Lobu Tua atau Kota Tua. Raja lalu dipilih untuk memimpin dua kampung tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercatat, raja pertama yang berkuasa adalah Guru Marsohot. Setelah itu, jabatan raja berturut-turut diserahkan kepada Tuan Kadir Raja Bangsawan, Raja Nafus, Raja Makudum, dan Raja Manursah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa-masa keemasan itu ternyata mengundang decak kagum bangsa Eropa. Awalnya mereka memang datang hanya untuk berdagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lama-lama, secara diam-diam mereka berniat menguasai kota yang makmur itu dengan berbagai cara. “Bangsa Gergasi (Portugis) adalah yang pertama kali menyerang kerajaan Barus yang ketika itu dipimpin oleh Raja Manursah,” tutur Fitriaty. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran itu tentu saja tidak seimbang karena pihak kolonialis selain memiliki persenjataan lebih kuat juga punya strategi perang yang lebih matang. Kekalahan itu memaksa Raja Manursah memindahkan pusat kerajaannya ke Buriang dan Guguk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Portugis menguasai Barus membuat bangsa lainnya juga memiliki niat serupa. Masuknya bangsa barat seperti Inggris, Prancis, dan Belanda, menyebabkan raja-raja yang berkuasa di kota Barus tidak dapat lagi mempertahankan wilayahnya sebagai kota perdagangan dan pusat pemerintahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambisi Belanda Belanda adalah bangsa yang paling ambisius menguasai kota Barus melalui kongsi dagangnya yang terkenal dengan nama VOC. Kaum kolonialis ini mampu merebut hegemoni perdagangan di Barus pada tahun 1618. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itulah VOC mendapatkan hak istimewa perdagangan dari raja-raja Barus, melebihi hak yang diberikan kepada bangsa China, India, Persia, dan Mesir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan Kontelir Belanda, Deutz pada tahun 1875, kota Barus telah menjadi pusat pemerintahan Belanda di Tapanuli dengan nama Onderafdeeling Barus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah ini berbatasan dengan Onderafdeeling Singkil, pedalaman Tanah Batak, dan Dairi. Seiring dengan itu, Barus pun menjadi magnet bagi para pendatang baru dari berbagai etnis seperti Batak Toba, Aceh, Mandailing, Minangkabau, Melayu, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai suku inilah yang menjadikan mereka sebagai penduduk asli atau disebut sebagai masyarakat pesisir pantai barat Sumatra Utara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah memang bagi kolonialis Belanda itu untuk menguasai kantong-kantong perdagangan di kota Barus. Pasalnya, raja-raja lokal masih menguasai wilayah otoritasnya. Selain menghadapi raja-raja lokal, Belanda juga harus bersaing dengan bangsa-bangsa lain yang lebih dulu berada di Barus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika VOC bangkrut, seketika Barus pun meredup. Maklum, demi alasan efi siensi, Belanda memindahkan pusat perdagangan dari pantai barat Sumatra Utara ke Sibolga. Akibatnya, Barus mengalami kemunduran drastis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota itu sepi dari kegiatan bisnis. Sibolga yang ketika itu masih sepi dari pengaruh raja dan bangsa lain dipilih sebagai penggantinya. Kolonialis itu terbilang pandai menata kota. Sibolga pun sukses menjadi pusat perdagangan di kota baru tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bagi Barus yang ditinggalkan. Kota itu mati. Bahkan menjadi kota yang tidak pernah ada. Padahal, sejak zaman Purba hingga sebelum kedatangan kolonialis, Barus telah kesohor di seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandar perdagangan berkelas internasional yang menyimpan sejuta kenangan itu akhirnya tak berbekas lagi. Tragis dan memilukan memang. Tapi itulah sejarah. &lt;br /&gt;b siswo&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-8528723481782076935?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/8528723481782076935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=8528723481782076935' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/8528723481782076935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/8528723481782076935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/11/pernah-menjadi-bandar-niaga-bertaraf.html' title='Pernah menjadi bandar niaga bertaraf internasional'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/TOp6_IhKviI/AAAAAAAACJU/G0JMwpD18yc/s72-c/raja2%2Bbarus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-9032018293257306756</id><published>2010-06-27T16:44:00.000-07:00</published><updated>2010-06-27T16:46:22.905-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Mobnas Rajawali Dan Digdaya Telah Diproduksi Massal dan Mengaspal 17 Agustus ini, Pembeli Sudah Bisa Inden: Asyiikk buka lapangan kerja</title><content type='html'>&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/S6MnL-QDbcI/AAAAAAAACDc/yNUAXep3now/s400/hibrid3.PNG" width="590"&gt;Kehadiran mobil-mobil karya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membuat produsen mobil di Indonesia makin kebakaran jenggot. Siswa-siswi SMK siap memproduksi masal mobil dengan merek Esemka dan dijual untuk umum. UNTUK tahap awal, ada dua model yang akan dijual ke pasar, yakni Sport Utility vehicle (SUV) bernama Rajawali dan double cabin bernama Digdaya. Keduanya akan dilepas dengan harga menggiurkan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Harga-kami kompetitif, untuk Rajawali tidak akan sampai Rp 180 juta. Untuk Digdaya, harganya tidak akan sampai Rp 150 juta," ujar Corporate Secretary PT Autocar Industri Komponen (AIK) Oki Sanyoto saat acara Lomba Kompetisi Siswa SMK di Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, baru-baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya dari segi harga, fitur interior yang ditawarkan mobil ini tak kalah dengan mobil-mobil produsen Jepang, Amerika Serikat (AS), maupun Eropa. Digdaya dan Rajawali dilengkapi air conditioner (AC), powerwindows, central / fc, serta audio system CD PI AIK adalah perusa..aan yang membantu para siswa SMK mengembangkan kedua mobil karya mereka ini. Sementara untuk-Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM)-nya, penjualan dan distribusi Esemka akan dikendalikan PT Solo Manufaktur Kreasi. Rencananya, kedua mobil ini akan dilepas ke pasar otomotif Indonesia pada 17 Agustus 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Produk riil diluncurkan dan dijual pada perayaan hari kemerdekaan. Sudah bisa inden nantinya," tambah Chief Executive Officer (CEO) PT AIK Ricky Tampinongkol. Ricky menyebutkan, hampir 80 persen komponen mobil dirakit dan diproduksi di dalam negeri, terutama mesinnya. Perakitan mobilnya melibatkan 12 SMK jurusan otomotif. Di antaranya SMKN 1 Singosari, Ka-bupaten Malang, Jawa Timur. SMK Warga Surakarta, Jawa Tengah, SMKN 5 Surakarta dan SMK Muhammadiyah 2 Boro-budur Magelang, Jawa Tengah. "Pada peluncurannya nanti, kami menargetkan 200-250 transaksi. Mesin mobil berkapasitas 1.800 cc, 2.000 cc, dan 2.400 cc. Kami juga beharap SMK bisa tumbuh, diiringi tumbuhnya produksi mobil ini," kata Ricky optimis. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-9032018293257306756?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/9032018293257306756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=9032018293257306756' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/9032018293257306756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/9032018293257306756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/06/mobnas-rajawali-dan-digdaya-telah.html' title='Mobnas Rajawali Dan Digdaya Telah Diproduksi Massal dan Mengaspal 17 Agustus ini, Pembeli Sudah Bisa Inden: Asyiikk buka lapangan kerja'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/S6MnL-QDbcI/AAAAAAAACDc/yNUAXep3now/s72-c/hibrid3.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-301578991259172461</id><published>2010-06-26T11:38:00.000-07:00</published><updated>2010-06-26T11:40:28.749-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Siswi MAN Siantar Nilai Tertinggi</title><content type='html'>&lt;img src="http://i.ytimg.com/vi/4eV0FmZXScM/0.jpg" width="590"&gt;Rina Yunita Matondang (17) warga Jalan ilimakuta, Kelurahan Simarito, Siantar Barat siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Siantar, beralamat di Jalan Singosari, peroleh nilai tertinggi pada jurusan IPB pada ujian nasional (UN) di antara lima kota besar se-Sumatera Utara (Sumut).&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilannya meraih nilai 49,30 ini, merupakan nilai tertinggi di jurusan Ilmu Pengetahuan bahasa tingkat SMA se-Sumatera Utara tahun ajaran 2009/2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi ini tentu tak hanya membuat besar nama sekolah tempatnya menuntut ilmu harum, juga mengharumkan nama Kota Siantar selaku kampung halaman Rina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan penerbangan PT Garuda Airlines yang memang memberikan perhatian didunia pendidikan dengan event "Education Tour Program" memberikan tiket gratis untuk bertamasya ke beberapa tempat di Pulau Jawa selama dua hari, yaitu 3 hingga 4 Juni kemarin kepada para pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala MAN Siantar, Drs Burhanuddin Zuhlil mengatakan, keberhasilan ini tentunya tak lepas dari kerja keras Rina sendiri dalam menuntut ilmu. Juga pembinaan serta pengajaran dari para guru. Di samping itu, Zuhlil mengaku pihaknya banyak melakukan usaha peningkatan kualitas guru dan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya prestasi ini, Zuhlil juga membeberkan prestasi lain, salah satunya keberhasilan Tri Wulan Sari, pelajar kelas X yang memeroleh nilai 7,30 (tertinggi) pada karya tulis Ilmiah Honda The Best Student yang bertema "Kesadaran masyarakat berlalu lintas" dan diadakan oleh PT AHM serta PT Indaco, Sabtu (12/6) di Showroom PT AHM, Jalan Makmur nomor 30 Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tri Wulan Sari berhasil menjuarai lomba Karya Tulis Ilmiah setelah mengkandaskan beberapa sekolah tingkat SMA di beberapa daerah, seperti MAN 3 Medan, SMA 2 Balige, MAN Tanjung Balai, SMK Tebing Tinggi dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita berharap, dengan seringnya diadakan lomba Karya Tulis Ilmiah akan menciptakan siswa yang berpikir kritis, mandiri, pecaya diri dan gemar berinovasi. Di samping itu, pihak sekolah juga melakukan banyak usaha dalam peningkatan kualitas pendidik maupun para siswa seperti peningkatan disiplin waktu dan kerja. Mengadakan kunjungan belajar keberbagai sekolah dan perusahaan perusahaan yang besar dan maju serta membuka kerja sama dengan para donatur dalam rangka pembangunan Madrasah, pengembangan kurikulum serta selalu mengikuti even-even pendidikan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Rina Yunita Matondang yang coba ditemui dikediamannya sedang berada di Medan untuk persiapan masuk Unimed. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-301578991259172461?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/301578991259172461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=301578991259172461' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/301578991259172461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/301578991259172461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/06/siswi-man-siantar-nilai-tertinggi.html' title='Siswi MAN Siantar Nilai Tertinggi'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-5652138774840022831</id><published>2010-06-15T22:38:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T22:39:38.882-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Pangkalpinang Education Ciber City</title><content type='html'>&lt;img src="http://img.antaranews.com/stockphotos/ilustrasi/20100418190442-ketik240410.jpg" width="590"&gt;Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan menggelar parade 1.000 laptop pada 21-23 Juni di Lapangan Merdeka Pangkalpinang, mencanangkan Pangkalpinang sebagai kota Internet (City Net).&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Parade 1.000 laptop ini akan dihadiri juga peserta dari sejumlah kota di Indonesia, sebanyak 23 wali kota juga akan hadir," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pangkalpinang, Feri Insani, di Pangkalpinang, Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, selain parade ribuan laptop untuk mewujudkan program city net juga akan dilaksanakan peletakan batu pertama sekolah menegah kejuruan kesehatan formasi di belakang RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Edison Taher, mengatakan persiapan untuk menggelar parade 1.000 laptop sudah matang untuk mencanangkan Pangkalpinang sebagai kota internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain itu juga akan dideklarasikan Kota Pangkalpinang, sebagai Kota vokasi oleh Menteri Pendidikan Nasional," kata Edison.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, Pangkalpinang sebagai kota berbasis internet sudah dimulai sejak 2003 melalui program Pangkalpinang Edukation Ciber City (PECC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PECC ini sudah kami mulai sejak 2003, ini cukup strategis untuk meningkatkan dunia pendidikan," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan kata dia, pihaknya juga sudah menjalin kerja sama dengan salah satu kota di Malaysia dalam meningkatkan mutu pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PECC ini mendapat dukungan dari Wali Kota Pangkalpinang, karena memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan di kota ini," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-5652138774840022831?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/5652138774840022831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=5652138774840022831' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5652138774840022831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5652138774840022831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/06/pangkalpinang-education-ciber-city.html' title='Pangkalpinang Education Ciber City'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-5338640255781016588</id><published>2010-06-04T20:01:00.001-07:00</published><updated>2010-06-04T20:03:02.893-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Turis ke Bali Lebihi Jumlah Penduduk</title><content type='html'>&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_MerqW-G_zRY/SwS4fvbrCeI/AAAAAAAABtw/nFLG5Fm_xZI/s1600/bincangBisnis_02.jpg" width="590"&gt;Jumlah wisatawan mancanegara maupun nusantara yang mengunjungi Bali setiap tahun melebihi jumlah penduduk setempat.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;"Bali setiap tahun menerima kunjungan pelancong rata-rata 5.751.080 orang, sedangkan jumlah penduduk lokal hasil sementara Sensus Penduduk 2010 sebanyak 3,6 juta jiwa," kata Kepala Bagian Publikasi dan Dokumentasi Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Sabtu (5/6/2010).&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, pelancong yang berlibur ke Bali itu terdiri atas wisatawan mancanegara selama 2009 sebanyak 2.229.945 orang, meningkat 13,26 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 1.968.892 orang.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Selain itu, wisatawan nusantara sebanyak 3.521.135 orang selama 2009, meningkat 21,47 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 2.898.794 orang.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Ketut Teneng menjelaskan, pariwisata menjadi tumpuan harapan sebagian besar warga dan menopang perekonomian Bali serta sumber potensial dalam meningkatkan devisa.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;"Pariwisata menjadi lokomotif bagi pembangunan dan pergerakan ekonomi Bali sehingga menjadi kewajiban bagi pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak untuk menjaga, memelihara, menggali, dan mengembangkan potensi kepariwisataan agar tetap berkembang sesuai filosofi pariwisata budaya," ujar Ketut Teneng.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Ia menambahkan, meskipun pertumbuhan kunjungan wisatawan cukup menggembirakan di tengah-tengah krisis ekonomi dunia, Bali tetap melakukan berbagai upaya agar wisatawan tetap menjadikan Bali sebagai tempat berlibur yang aman dan nyaman.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Bali tidak memiliki sumber daya alam yang potensial seperti daerah lain di Indonesia. Bali hanya mengandalkan sektor pertanian dalam arti luas, sektor pariwisata, serta pengembangan industri kecil dan kerajinan rumah tangga.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;"Ketiga sektor andalan itu satu sama lain saling mendukung, dengan harapan mampu menciptakan peluang kerja dan berusaha," harap Ketut Teneng.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-5338640255781016588?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/5338640255781016588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=5338640255781016588' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5338640255781016588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5338640255781016588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/06/turis-ke-bali-lebihi-jumlah-penduduk.html' title='Turis ke Bali Lebihi Jumlah Penduduk'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_MerqW-G_zRY/SwS4fvbrCeI/AAAAAAAABtw/nFLG5Fm_xZI/s72-c/bincangBisnis_02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-7149595295521255532</id><published>2010-05-23T12:04:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T12:06:35.294-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Ibas Jadi Sekjen PD karena Warisi Bakat Politik SBY</title><content type='html'>&lt;img src="http://us.detiknews.com/images/content/2010/05/23/10/edi-baskoro2-cover.jpg" width="590"&gt;Siang tadi kubu Anas Urbaningrum menjanjikan posisi Sekjen Partai Demokrat untuk Edhi Baskoro jika Anas sukses menjadi Ketum PD. Kubu Anas menepati janjinya, Ibas diusulkan menjadi Sekjen PD.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Inginnya kita tetapkan Ibas sebagai Sekjen," kata ketua tim sukses Anas Urbaningrum, Ahmad Mubarok kepada wartawan di lokasi Kongres II PD di Hotel Mason Pine, Bandung, Minggu (23/5/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mubarok, alasan mendorong Ibas menjadi Sekjen adalah untuk mengoptimalkan bakat kepemimpinan Ibas. Mubarok yakin Ibas mewarisi kepemimpinan SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena dia sangat berbakat. Saat ini adalah saatnya generasi muda memimpin karena Anas juga masih muda," ujar Mubarok bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubarok menyampaikan bahwa tim Anas akan mengusulkan agar posisi Sekjen untuk Ibas dimasukkan dalam pembahasan tim formatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Plotnya itu nanti formatur yang melakukan. Buah tak jatuh dari pohonnya, nanti kan bisa dibantu seniornya," tutupnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-7149595295521255532?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/7149595295521255532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=7149595295521255532' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/7149595295521255532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/7149595295521255532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/05/ibas-jadi-sekjen-pd-karena-warisi-bakat.html' title='Ibas Jadi Sekjen PD karena Warisi Bakat Politik SBY'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-2612833522566777077</id><published>2010-05-04T06:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T06:19:03.061-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Peninggalan Dinasti Fatimiyah ditemukan di Cirebon</title><content type='html'>&lt;img src="http://us.detiknews.com/images/content/2010/05/04/10/hartakarun-cirebon.jpg" width="590"&gt;Sejumlah artefak barang muatan asal kapal tenggelam di perairan Cirebon bakal dilelang besok. Dari 271.384 total koleksi harta karun, ada beberapa yang menyita perhatian.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Harta karun itu adalah batu kristal yang diperkirakan berasal dari Dinasti Fatimiah di Mesir (910-934 M) dan golok emas yang bertuliskan huruf arab Kufi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menurut para arkeolog kristal itu berasal dari Fatimid Dynasty. Di dunia tersebar 40 keping dan kita temukan 24," kata Adi Agung, Direktur Utama PT Paradigma Putra Sejahtera (PPS), di gudang penyimpanan harta karun, Jl Pajajaran, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (4/5/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT PPS adalah investor eksplorasi yang bekerja sama dengan tim survei dari Cosmox Underwater Research Ltd pimpinan Luc Heymans. Mereka mengakat barang muatan kapal kayu yang tenggelam di perairan Cirebon, yang diduga tenggelam 980 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kata Adi, penemuan golok emas juga penting untuk menjadi bahan kajian sejarah mengenai masuknya Islam pertama kali ke nusantara. Selama ini, Islam diketahui pertama kali masuk nusantara pada 1300-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Golok emas itu diperkirakan dibawa oleh pembesar tanah Arab. Di golok tertulis huruf Arab Kufi," kata Adi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Golok emas itu sejatinya adalah sepasang, alias kembar. Namun, satu golok diambil pemerintah Indonesia. Pemerintah Indonesia sudah mengambil 991 artefak dari hasil angkatan di Cirebon. Sebagian harta karun juga diambil untuk koleksi Museum Samudera Raksa di Borobudur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, sisa 271.384 harta karun akan dilelang besok. Selain golok emas dan batu kristal, harta karun itu antara lain keramik dari Fifht Dynasty di China, perunggu dari Dinasti Tang, gelas-gelas bertuliskan huruf Arab Kufi  dari Mesopotamia dan Siria, gelas hijau dari Mesir, permata dan ruby dari -India.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-2612833522566777077?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/2612833522566777077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=2612833522566777077' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2612833522566777077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2612833522566777077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/05/peninggalan-dinasti-fatimiyah-ditemukan.html' title='Peninggalan Dinasti Fatimiyah ditemukan di Cirebon'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-1639243761469053147</id><published>2010-04-08T03:08:00.000-07:00</published><updated>2010-04-08T03:11:08.084-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>SMPN 1 Barus Bakal Gelar Pentas Seni</title><content type='html'>&lt;img src="http://i.ytimg.com/vi/ETSNvCMdOlw/0.jpg" width="590"&gt;SMPN 1 Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah bakal menggelar pentas seni pada 15 April 2010. Kegiatan itu ditujukan untuk mengembangkan anak didik sesuai kemampuan dan minatnya.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rencana kegiatan itu disampaikan Kepala SMPN 1 Barus Hisar Marbun SPd, didampingi Panitia Pelaksana dan sejumlah alumni SMPN 1 Barus, usai melakukan audensi dengan Bupati Tapanuli Tengah Tuani Lumban Tobing, Selasa (6/4). Dia mengatakan, dalam pertemuan dengan bupati ia telah melaporkan rencana pelaksanaan pentas seni budaya SMPN 1 Barus itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, pentas seni itu telah gelar sejak dua tahun terakhir. Ia melihat even itu sangat potensial untuk mengembangkan bakat para siswa. Dijelaskan dia, hal itu juga sesuai Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional  yang menggariskan bahwa standar kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik seperti yang tercantum dalam kurikulum standar kompetensi tersebut diarahkan agar peserta didik siap mengadakan situasi multi global dan lokal berorientasi kepada keterbukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan lain sambung Hisar Marbun, peserta didik diharapkan mampu menyaring hal-hal yang berguna, mandiri, menyadari akan eksistensi budayanya. Sehingga tidak tercela di lingkungannya, oleh karena itu peserta didik diharapkan dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuannya, kebutuhan dan minatnya. Sedangkan kegiatan yang akan diperlombakan dalam acara pentas seni siswa ini yaitu tari, vocal grup, pragmen, lawak, pidato, nasid dan olahraga seperti bola volly, bulutangkis, tennis meja, lomba poster dan senam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, Hisar Marbun mengharapkan kepada Bupati Drs Tuani Lumban Tobing MSi beserta Ibu Ketua TP PKK Tapteng Ny Dina Riana br Samosir agar berkenan dapat menghadiri acara pentas seni dan budaya SMPN 1 Barus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Tapteng Tuani Lumban Tobing, mengatakan selaku kepala daerah akan selalu mendukung semua kegiatan yang sifatnya dapat meningkatkan mutu pendidikan, seperti acara pentas seni dan budaya ini. Namun kegiatan itu hendaknya jangan hanya sekadar kegiatan rutin saja atau hiburan, akan tetapi acara pentas seni dan budaya itu dapat menambah motivasi siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://metrosiantar.com/METRO_TAPANULI/SMPN_1_Barus_Bakal_Gelar_Pentas_Seni_"&gt;Sementara Ketua Komisi A DPRD Tapteng yang juga sebagai alumni SMPN 1 Barus Bakhtiar Ahmad Sibarani, mengatakan sangat mendukung acara tersebut.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-1639243761469053147?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/1639243761469053147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=1639243761469053147' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1639243761469053147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1639243761469053147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/04/smpn-1-barus-bakal-gelar-pentas-seni.html' title='SMPN 1 Barus Bakal Gelar Pentas Seni'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-6569449591501347372</id><published>2010-04-06T16:20:00.000-07:00</published><updated>2010-04-06T16:22:08.335-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Hari Ini, Pembukaan MTQ &amp; FSN</title><content type='html'>&lt;img src="http://afwannst.files.wordpress.com/2010/01/24-01-10-foto-jalan-santai-afifi-halomoan-1.jpg" width="590"&gt;Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Drs Tuani Lumbantobing MSi, direncanakan akan membuka langsung acara Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-36 dan Festival Seni Nasyid (FSN) ke-21 tingkat Kabupaten Tapteng bertempat di lapangan Sepakbola Pandan, Selasa (6/4). Pembukaan diwarnai dengan pelaksanaan pawai taaruf diikuti seluruh kafilah 20 kecamatan dan diiringi marching band dari Matauli, SMP Al-Muslimin Pandan dan MIN Lubuk Tukko.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian dilaporkan Sekretaris Panitia MTQ dan FSN tingkat kabupaten Tasrif Tarihoran AMd, didampingi Lurah Pandan Heddy Irianto di Pandan, Senin (5/4). "Persiapan sudah mencapai 90 persen. Untuk penginapan para kafilah, kita bekerjasama dengan pemerintah kecamatan, kelurahan dan masyarakat Pandan. Selain itu, persiapan pentas, tribun untuk tamu dan undangan dan teratak untuk para kafilah sudah beres," kata Tasrif Tarihoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasrif Tarihoran menyampaikan, Pawai Taaruf dilaksanakan sore sekira pukul 14.00 WIB, dengan mengambil start dan finish di lapangan sepak bola Pandan serta mengelilingi Kota Pandan. Selanjutnya, pada malam hari sekira pukul 20.00 WIB akan dibuka secara resmi di arena utama lapangan sepak bola Pandan. "Seperti pelaksanaan MTQ tahun 2009 lalu, juara I Qori dan Qoriah tingkat dewasa akan diberikan tiket menunaikan ibadah haji dari Pemkab Tapteng. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, untuk juara I Qori dan Qoriah tingkat remaja berhak memeroleh masing-masing sepedamotor Honda Beat dari Ketua TP PKK Tapteng Ny Dina Riana br Samosir serta untuk juara I Nasyid putra dan putri diberikan Hand Phone sebanyak 15 unit per group," beber Tasrif Tarihoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tasrif, pemberian hadiah itu cukup menarik pada pelaksanaan MTQ dan FSN. Pemberian hadiah itu dapat memotivasi dan memberi semangat seluruh peserta agar bergiat dan berupaya untuk menjadi yang terbaik, sehingga dapat mengharumkan nama Tapteng di tingkat Provinsi. "Selain hadiah menarik berupa 2 tiket naik haji untuk putra-putri tingkat dewasa dan 2 unit sepedamotor Honda Beat untuk putra-putri tingkat remaja juga akan diberikan trophy kepada juara dan juara umum serta hadiah menarik TV 21 inchi," ujar Tasrif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar Rakyat Turut Meriahkan Acara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, Tasrif juga menyampaikan pelaksanaan MTQ ke-36 dan FSN ke-21 turut dimeriahkan Pasar Rakyat. Di sana, akan hadir pedagang pakaian, aksesoris dan makanan. "Pemkab telah menyediakan 100 stand untuk para pedagang. Pelaksanaan Pasar Rakyat ini merupakan kerjasama antara panitia, pemerintah kecamatan, kelurahan dan pedagang dalam rangka memeriahkan pelaksanaan MTQ dan FSN yang dilaksanakan selama empat hari sejak 6 April hingga 9 April 2010," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-6569449591501347372?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/6569449591501347372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=6569449591501347372' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/6569449591501347372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/6569449591501347372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/04/hari-ini-pembukaan-mtq-fsn.html' title='Hari Ini, Pembukaan MTQ &amp; FSN'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-5416200938305647945</id><published>2010-03-23T04:28:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T04:30:42.423-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>Penarikan Undian Simpedes BRI Unit Barus berhadiah Xenia</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.event.dnaberita.com/Gambar/27%20JULI---TIARMA1.jpg" width="590"&gt;Penarikan undian Simpedes BRI semester II Tahun 2009 kantor Cabang Sibolga berlangsung sukses dan meriah yang digelar di halaman kantor BRI Unit Barus, Sabtu (20/3) kemarin. Tio Berlina Purba, nasabah BRI Unit Pinangsori keluar sebagai pemenang hadih utama mobil Xenia, sedangkan hadiah hiburan didominasi nasabah unit Barus.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hadiah kedua berupa tiga unit sepedamotor Smash diraih oleh masing-masing, Rahmawati Tanjung nasabah dari BRI unit Pandan, Siti Asrah Tanjung nasabah dari Unit SM.Raja, dan Maju Siahaan dari nasabah BRI unit Pinangsori. Hadiah ketiga berupa enam unit televisi Polytron diraih masing-masing, Armansyah Simbolon nasabah BRI unit Mojopahit, Efiromadona nasabah unit Pinangsori, Dahlia Ginting nasabah unit Pandan, Tatik Rahmayatni nasabah unit Barus, dan Ergiel nasabah unit Barus. Hadiah keempat berupa lima unit lemari es satu pintu merek Sharp masing-masing diraih, Rasona Waruwu nasabah unit Pinangsori, Ansor Baho nasabah unit Manduamas, Fahmi Tanjung nasabag unit Barus, Erlina Hasibuan nasabah unit SM Raja, dan Eliazer Nasabah unit Manduamas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara hadiah kelima berupa enam unit Dispenser Polytron diperoleh masing-masing Benyamain Simatupang nasabah unit Barus, Nursita Simanullang nasabah unit Pandan, Rustiana nasabah unit SM Raja, Jentina Situmeang nasabah unit Sorkam, Sito Sarifa Sihombing nasabah unit SM Raja, dan Rosalina Pardede nasabah unit Kolang. Hadian keenam berupa enam unit mesin cuci Polytron diraih masing-masing Norman Siregar nasabah SM Raja, Koptan Surya Sekawan nasabah unit Barus, Afridayani nasabah unit Barus, Datu Siregar nasabah unit Pandan, Lilis Suhari nasabah unit Barus, dan Riston nasabah unit Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hadiah ketujuh berupa 10 unit Televisi Sharp 21 inci diraih masing-masing BPNPM Mandiri nasabah unit Barus, Edi Sofian nasabah unit Pandan, Asnidawan nasabah unit Pandan, Nurhayati nasabah unit Sibabangun, Warlina Lase nasabah unit Sibabangun, Darusman nasabah unit Mojopahit, Afdan Tarihoran nasabah unit Barus, Junidawan nasabah unit SM Raja, Hj Marton nasabah unit Pandan, dan Hendri nasabah unit Pandan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan Cabang BRI Sibolga Setiyadi dalam sambutannya menyampaikan, penarikan undian Simpedes yang dilaksanakan adalah penyaringan yang ke-47 terhitung sejak diperkenalkannya Simpedes sejak tahun 1986, yang penyaringannya diadakan dua kali dalam setahun, yaitu setiap semester. Sedangkan penarikan yang dilaksanakan pada hari ini semester II tahun 2009. Hal ini bertujuan untuk menambah motifasi dan kepercayaan masyarakat kepada BRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perkembangan simpanan yang berhasil dihimpun melalui sembilan kantor unit BRI dan kantor Cabang Sibolga yang ada di Sibolga dan Tapteng sejak empat tahun terakhir ini, terus mengalami peningkatan yang signifikan hingga 30,9 persen. Ini membuktikan kepercayaan masyarakat kepada BRI semakin meningkat. Saya mengucapkan selamat kepada siapa pun yang berhasil memperoleh hadiah. Sedangkan kepada para nasabah yang belum berhasil agar terus meningkatkan saldo simpanannya, karena BRI akan terus melaksanakan undian sebanyak dua kali dalam setahun," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dijelaskannya, penarikan undian Simpedes untuk periode II tahun 2009 ini sengaja dilaksanakan di kota tua Barus ini dengan harapan agar masyarakat Barus dapat terus meningkatkan saldo simpanannya di BRI unit Barus dengan penarikan undian simpedes hadiah utama mobil Daihatsu Xenia. Seiring dengan perkembangan era globalisasi dan komputerisasi, saat ini BRI telah menyempurnakan sistem pelayanan dan pembukuan yang telah mulai beroperasi Oktober 2002. Sistem tersebut dikenal dengan BRINets (BRI Intergrated Network and Information Sistem ) dan sudah dilaksanakan di seluruh BRI Cabang seluruh Indonesia termasuk di sembilan unit yang ada di bawah naungan BRI Cabang Sibolga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan sistem ini, produk tabungan Simpedes dengan segala kemudahan dan kecepatan online di seluruh Indonesia, baik langsung maupun ke BRI Cabang atau dengan menggunakan ATM BRI. Sedangkan ATM BRI saat ini telah mengalami penyempurnaan sistem pelayanannya. Di mana sebelumnya tergabung dalam jaringan ATM LINK, sedangkan saat ini sudah bergabung dengan jaringan ATM CIRRUS dan ALTO yang memungkinkan Simpedes dan Britama dapat diambil di seluruh ATM bank lain. Sedangkan di BRI unit Barus ini, Insah Allah dalam waktu dekat ini akan dipasang ATM yang saat ini hanya tinggal penyempurnaan jaringan saja, sedangkan mesinnya sudah ada di kantor BRI unit Barus," jelas Setiyadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-5416200938305647945?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/5416200938305647945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=5416200938305647945' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5416200938305647945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5416200938305647945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/03/penarikan-undian-simpedes-bri-unit.html' title='Penarikan Undian Simpedes BRI Unit Barus berhadiah Xenia'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-3061048533072862587</id><published>2010-03-03T14:50:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T14:53:16.546-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Wow, 'Keluarga Keraton' Hibahkan Harta Karun Rp 1,3 T untuk TNI</title><content type='html'>&lt;img src="http://andreastjong.files.wordpress.com/2009/07/emas.jpg" width="590"&gt;Ahli waris Pakubuwono IX menyerahkan hibah harta karun yang bernilai Rp 1,3 triliun pada TNI dan rakyat Indonesia. Pemberian hibah ini dilakukan oleh KGPH Tjokro Koesomo atau KH Chaerul Fathulloh, pria yang mengaku diberi amanah oleh Pakubuwono IX.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tjokro menjelaskan harta karun itu saat ini masih berada di bank asing. Bentuknya batangan emas, surat-surat berharga dan berbagai obligasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami ingin mengembalikannya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," terangnya saat deklarasi pemberian aset tersebut di Anjungan Provinsi Jawa Tengah, TMII, Jakarta Timur, Rabu (3/3/2010).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tjokro yang mengaku panglima tertinggi aset amanah RI Owner of Holder Indonesia ini, menjelaskan kekayaan yang luar biasa ini didapat dari hasil penjualan rempah-rempah sejak zaman Indonesia belum merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemilik sahnya adalah rakyat Indonesia," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan harta karun ini, Tjokro mengaku akan menggunakannya untuk membeli 3 kapal korvet untuk TNI AL. Tidak hanya untuk TNI, harta karun ini juga akan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk pengelolaannya, Tjokro menjelaskan harus melalui Yayasan Graha Manunggal Sentosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara deklarasi tersebut, Tjokro Yayasan Graha Manunggal Sentosa pun mengundang Presiden SBY bersama segenap jajaran menteri, pimpinan TNI, Kapolri, Pimpinan KPK, Jaksa Agung hingga perwakilan PBB. Namun para tamu VIP tersebut berhalangan hadir.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-3061048533072862587?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/3061048533072862587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=3061048533072862587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3061048533072862587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3061048533072862587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/03/wow-keluarga-keraton-hibahkan-harta.html' title='Wow, &apos;Keluarga Keraton&apos; Hibahkan Harta Karun Rp 1,3 T untuk TNI'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-3635491974554464966</id><published>2010-02-21T08:59:00.000-08:00</published><updated>2010-02-21T09:04:22.183-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>Kecamatan Barus Bakal Gelar MTQ</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.inimedanbung.com/files/imagecache/DisplayForContent/files/MTQ.jpg" width="590"&gt;Camat Barus Sehat Munte SPd akan menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 25-26 Februari 2010 bertempat di lapangan Merdeka Kecamatan Barus. Kegiatan itu ditujukan untuk meningkatkan minat baca dan pemahaman anak-anak, remaja dan dewasa terhadap Alquran. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kegiatan itu dilaksanakan bekerja sama dengan segenap masyarakat Barus. Pesertanya akan diikuti seluruh perwakilan desa se Kecamatan Barus," ujar Camat Sehat Munte, kepada METRO di ruang kerjanya, Jumat (19/2). Dia mengatakan, untuk memperlancar kegiatan tersebut telah dibentuk panitia pelaksana yang di ketuai Elidawaty Pasaribu SPdI dan dibantu seksi-seksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui Sehat, kegiatan serupa sudah mulai jarang digelar di Barus. Harapannya, mulai tahun 2010 akan dicoba lagi menggelar MTQ tingkat kecamatan sekaligus mencari Qari dan Qariah berprestasi. "Inilah nantinya yang kita kirim ke MTQ tingkat kabupaten untuk mewakili Kecamatan Barus yang akan digelar pada pertengahan Maret 2010 di Pandan," kata Sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disampaikan Camat, ada pun jenis-jenis perlombaan yang dilaksanakan pada acara MTQ tersebut di antaranya, MTQ Syarhil Quran, Fahmil Quran, Khottil Quran, Cerdas-Cermat isi kandungan Alquran dengan peserta tingkat anak-anak, remaja dan dewasa baik putra dan putrid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-3635491974554464966?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/3635491974554464966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=3635491974554464966' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3635491974554464966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3635491974554464966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/02/kecamatan-barus-bakal-gelar-mtq.html' title='Kecamatan Barus Bakal Gelar MTQ'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-7016068521235258740</id><published>2010-02-08T09:01:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T09:05:00.041-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Malik al-Dhahir: Aceh King who provide a junk to Ibn  Battuta to travel to China</title><content type='html'>&lt;img src="http://muablog.files.wordpress.com/2008/12/junk.jpg?w=236&amp;h=300" width="590"&gt;Returning to the delta, he took ship at Sunarganw (near Dacca) on a junk boundfor Java (i.e., Java Minor of Marco Polo, or Sumatra). Touching on the coast of Arakan or Burmah, he reached Sumatra in forty days, and was hospitality received at the court of Malik al-Dhahir, a zealous disciple of Islam, which had then recently spread among the states on the northern coast of that island. The king provided him with a junk in which to prosecute his voyage to China. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.1902encyclopedia.com/B/BAT/ibn-battuta.html"&gt;More&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-7016068521235258740?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/7016068521235258740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=7016068521235258740' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/7016068521235258740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/7016068521235258740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/02/malik-al-dhahir-aceh-king-who-provide.html' title='Malik al-Dhahir: Aceh King who provide a junk to Ibn  Battuta to travel to China'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-1229398739163314156</id><published>2010-02-08T08:48:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T08:51:33.819-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Indian Influence in Indonesia</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.angkorguides.com/images/sambor%20prei%20kuk.jpg" width="590"&gt;The islands of Sumatra and Java in Indonesia got their names from the original Indian names: Swarna-Dwipa ("gold island") and Yava-Dwipa ("rice island"; "yava" is barley in Sanskrit).&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;After the fall of Funan, a powerful Buddhist kingdom called Srivijaya rose to power on the southeastern coast of Sumatra Island in Indonesia. Srivijaya became a center of Buddhist learning and practice, as well as the main controller of naval trade with Indochina. They kept good trade relations with the Tang dynasty in China and the Islamic caliphates in the Middle East. They had competition from the Hindu Mataram kingdom in central and eastern Java. But another Buddhist kingdom, the Sailendras, arose in Java. In 775, the Saliendras overthrew the Hindu kings of Mataram. The then Buddhist kindgom of Mataram is known for building the gargantuan Borobudur temple in central Java.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But Buddhism was on the decline in Champa (Vietnam), Cambodia, and post-Gupta India. By 850, the Sailendra rulers of Mataram had converted to Hinduism and built Hindu temples to match Borobudur. Eventually Mataram was overthrown and Javanese pirates began raiding Srivijayan ships. The Srivijayans failed in getting help from China to fight the pirates. In the tenth century, both China and the Abbasid Caliphate crumpled, causing more economic problems for Srivijaya. In 1030, the Chola Empire of South India devastated Srivijaya and forced them to pay tribute until 1190. Srivijaya never recovered and the kingdoms of Sumatra and Java had limited power.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A new kingdom called Singosari arose in 1222 in Java. King Kertanagara extended his rule to nearby islands: Madura, Bali, the lesser Sundas, and southern Sumatra. But in 1289, he mistreated an envoy of Kublai Khan who was coming to demand submission to China, and the Mongols sent an army in response. Kertanagara was killed by a rival, Jayakatwang, of the Kediri kingdom, before the Mongols arrived. Kertanagara's son-in-law, Kertarajasa, used the Mongols to defeat Jayakatwang and then drove the Mongols back out of Indonesia. A new capital was established at Majapahit. During the reign of Kertarajasa's daughter (1329-1350), Majapahit became the center of what may have been the most powerful kingdom in Indonesian history, with the help of a skilled general named Gajah Mada. Gajah Mada continued to help the next ruler, Hayam Wuruk (1350-1389) rule the most glorious period of Javanese history. Java traded with everyone in Asia except for Sumatra, which rebelled briefly in 1377 to try to restore Srivijaya. The rebellion was crushed. But Java was in decline after Hayam Wuruk, who divided Java among his sons of concubines. Civil war broke out and in the early 1400s, a Chinese pirate captured Palembang (the capital of Srivijaya) and raided local ships until a Chinese fleet removed him and returned Palembang to Majapahit. Over the next century, Muslim influence increased in Indonesia, although it is known that a Hindu king named Ranavijaya ruled in Java as late as 1486. The rule of a non-Muslim ended around 1520 or 1530 according to Portuguese records, and the pre-Muslim era of Indonesia ended. Majapahit's culture has survived however: the island of Bali is now a haven for Indonesian Hinduism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-1229398739163314156?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/1229398739163314156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=1229398739163314156' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1229398739163314156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1229398739163314156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/02/indian-influence-in-indonesia.html' title='Indian Influence in Indonesia'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-6772406269532060246</id><published>2010-02-08T08:39:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T08:41:17.482-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>Ishaq bin Yahuda was murdered at the port of Sumatra</title><content type='html'>&lt;img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/77/Benjamin_of_Tudela_route.jpg/800px-Benjamin_of_Tudela_route.jpg" width="590"&gt;The subsequent, more documented Omani Jewish community was made famous by Ishaq bin Yahuda, a merchant who lived in the 9th century. Bin Yahuda lived in Sohar, and sailed for China between the years of 882 and 912 after an argument with a Jewish colleague, where he made a great fortune. He returned to Shoar and sailed for China again, but his ship was seized and bin Yahuda was murdered at the port of Sumatra.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_the_Jews_in_Oman"&gt;More&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-6772406269532060246?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/6772406269532060246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=6772406269532060246' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/6772406269532060246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/6772406269532060246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/02/ishaq-bin-yahuda-was-murdered-at-port.html' title='Ishaq bin Yahuda was murdered at the port of Sumatra'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-1596344930405088148</id><published>2010-02-02T03:19:00.000-08:00</published><updated>2010-02-02T03:22:12.716-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Kekayaan Negara Bertambah Rp 481,53 Triliun</title><content type='html'>&lt;img src="http://thejakartaglobe.com/media/images/large/20091009221524113.jpg" width="590"&gt;Hasil inventarisasi aset negara yang dilakukan sejak tahun 2007 sampai akhir Januari 2010 ini telah dilakukan terhadap 20.055 satuan kerja (satker) di pemerintahan, dan menghasilkan koreksi penambahan nilai aset-aset negara sebesar Rp 481,53 triliun.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai jawaban pemerintah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPR RI tentang Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2008, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/2/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sri Mulyani, pemerintah telah menginventarisasi dan menilai BMN pada seluruh satker kementerian/lembaga (K/L) sejak kuartal III-2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampai akhir Januari 2010, ada 20.055 satker telah menyelesaikan tugasnya. Dengan nilai koreksi penambahan nilai Rp 481,53 triliun," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Mulyani menyatakan pemerintah telah melakukan inventarisasi dan penilaian BMN pada seluruh satker di Kementerian/Lembaga (K/L) sejak triwulan III-2007. Sedangkan, sampai akhir 2008 terdapat 10.254 dari 22.307 satker yang menyelesaikan inventarisasi. Inventarisasi dan penilaian BMN direncanakan selesai pada Maret 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inventarisasi dan penilaian BMN merupakan hal baru yang dilakukan pemerintah semenjak kemerdekaan Republik Indonesia yang belum pernah disusun di Neraca Republik Indonesia. Permasalahan BMN yang menyangkut inventarisasi, penilaian, penertiban pemanfaatan aset/BMN menjadi perhatian kita bersama dan memerlukan waktu yang cukup untuk menyelesaikannya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk aset sebesar Rp 15,97 triliun yang belum dapat dijelaskan keberadaannya, Sri Mulyani menyatakan pemerintah telah mengidentifikasi keberadaan aset tersebut. Kemudian akan disesuaikan pada laporan keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya Fraksi PDIP Eriko Sotarduga dan Fraksi PPP Epyardi Asda, mempertanyakan aset K/L senilai Rp 15,97 triliun tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait aset eks BPPN, pemerintah membentuk unit akuntansi. Unit ini mencatat dan melaporkan aset eks BPPN. Inventarisasi dan penilaian kembali aset eks BPPN dengan hasil sebesar Rp 26,36 triliun, US$ 232,63 juta, JPY 9,6 juta, dan DM 500 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah dan nilai sisa aset eks BPPN tersebut dapat berubah karena pembayaran utang, penjualan aset melalui lelang, dan tanpa lelang. Bisa juga karena hasil perhitungan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Jaminan Kewajiban Pemegang Saham (JKPS) obligor.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-1596344930405088148?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/1596344930405088148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=1596344930405088148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1596344930405088148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1596344930405088148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/02/kekayaan-negara-bertambah-rp-48153.html' title='Kekayaan Negara Bertambah Rp 481,53 Triliun'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-8275463068724716531</id><published>2010-01-30T04:13:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T04:15:23.290-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Wujudkan Kawasan Industri di Labuhan Angin, Tapteng Sediakan Lahan Gratis</title><content type='html'>&lt;img src="http://dameambarita.files.wordpress.com/2008/10/20-10-08-foto-catatan-kaki-pltu-labuan-angin-1.jpg" width="590"&gt;Pemkab Tapteng terus berusaha mewujudkan pembangunan kawasan industri di Desa Labuhan Angin, Kecamatan Tapian Nauli. Setelah usulan Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing agar dibangun unit 3 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin, disetujui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Pemkab Tapteng pun menyediakan lahan gratis bagi siapa saja yang ingin berinvestasi di kawasan industri tersebut&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Persetujuan SBY untuk penambahan satu unit PLTU Labuhan Angin berkapasitas 3x115 megawatt merupakan angin segar bagi Tapteng untuk mewujudkan pembangunan kawasan industri di Labuhan Angin. Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing MSi melalui Kabag Humas Pemkab Tapteng Drs Rudolf Sihotang MSi kepada METRO di Pandan, Jumat (29/1) berharap, penambahan 1 unit PLTU Labuhan Angin dapat segera diwujudkan, sehingga pembangunan kawasan industri dapat terealisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam pengajuan penambahan unit 3 PLTU Labuhan Angin, Pemkab Tapteng dalam hal ini bupati sudah membicarakannya dengan pihak CMEC (China National Machinery and Equipment Import and Export Corporation) selaku investor yang mengerjakan PLTU Labuhan Angin unit 1 dan 2. Dimungkinkan dapat dibangun 1 unit lagi pembangkit dengan ketersediaan lahan. Dan pihak CMEC juga menyatakan bersedia mengerjakan penambahan 1 unit lagi," jelas Rudolf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, Bupati Tapteng memang menyampaikan usulan penambahan 1 unit PLTU kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Syamsul Arifin SE secara tertulis maupun lisan, dan ternyata direspon baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukti respon yang baik, Gubsu telah menyampaikan langsung usulan penambahan 1 unit lagi di PLTU Labuhan Angin kepada presiden pada peresmian PLTU secara teleconference. Dan dalam waktu ini, bupati akan melakukan ekspos rencana penambahan 1 unit lagi di PLTU Labuhan Angin berkapasitas 3x115 megawatt ke pemerintah pusat di Jakarta," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rudolf, dalam mempersiapkan penambahan 1 unit pembangkit di PLTU Labuhan Angin, Pemkab Tapteng telah menyedia lahan sesuai yang dibutuhkan, di samping penyediaan lahan untuk kawasan Industri bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Tapteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita berharap dengan persiapan yang Pemkab lakukan, maka penambahan 1 unit pembangkit lagi di PLTU Labuhan Angin dapat segera terwujud, sehingga Kabupaten Tapteng dapat menjadi salah satu daerah sumber energi listrik, dan dapat menunjang percepatan pembangunan kawasan industri yang sangat potensial bagi investor baik dari dalam maupun luar negeri," tukasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkan Rudolf, selain mengajukan penambahan 1 unit pembangkit di PLTU Labuhan Angin, dalam rangka menarik investor untuk menanamkan modalnya di Tapteng,. Pemkab telah menyediakan lahan gratis yang sangat mencukupi untuk kawasan industri bagi investor yang berminat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hal ini dilakukan Pemkab Tapteng untuk menarik para investor agar mau menanamkan modalnya. Sehingga pembangunan kawasan industri yang diharapkan dapat memajukan perekonomian Tapteng, dapat segera terwujud," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-8275463068724716531?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/8275463068724716531/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=8275463068724716531' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/8275463068724716531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/8275463068724716531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/01/wujudkan-kawasan-industri-di-labuhan.html' title='Wujudkan Kawasan Industri di Labuhan Angin, Tapteng Sediakan Lahan Gratis'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-8651106652578445757</id><published>2010-01-29T13:42:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T13:47:05.692-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trade'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>Resmikan PLTU Labuhan Angin via Teleconference dari Banten</title><content type='html'>&lt;img src="http://metrosiantar.com/images/stories/teleconfrence.jpg" width="590"&gt;SBY Setuju Tambah 1 Unit PLTU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAPTENG-METRO; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyambut baik usulan penambahan satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itu merupakan usulan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Tuani Lumban Tobing yang disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Syamsul Arifin, saat teleconference dengan Presiden SBY, dalam rangka peresmian PLTU Labuhan Angin, Kamis (28/1). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://metrosiantar.com/Berita_Foto/Resmikan_PLTU_Labuhan_Angin_via_Teleconference_dari_Banten"&gt;More&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-8651106652578445757?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/8651106652578445757/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=8651106652578445757' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/8651106652578445757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/8651106652578445757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/01/resmikan-pltu-labuhan-angin-via.html' title='Resmikan PLTU Labuhan Angin via Teleconference dari Banten'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-8443543700232324147</id><published>2010-01-29T13:36:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T13:42:42.361-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Bendera Sisingamangaraja XII</title><content type='html'>&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/S2NV5dt9hsI/AAAAAAAAB_Y/-YaT1uNwBNA/s400/bendera.JPG" width="590"&gt;BENDERA SISINGAMANGARAJA XII: Keluarga Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII memperlihatkan bendera asli Sisingamangaraja XII dalam peringatan wafatnya Sisingamangaraja XII yang ke-102 tahun di kediaman keluarga di Medan, Minggu (28/6). / foto: formatnews - efendy naibaho / &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan dua bendera yang ditemukan Belanda di Barus.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://bp3.blogger.com/_ozzVFEFiA08/RgBNBqH_urI/AAAAAAAAAA8/mwXdHynvyj8/s200/benhulu.JPG" width="590"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://bp0.blogger.com/_ozzVFEFiA08/RgA7V6H_uqI/AAAAAAAAAA0/aVUJ3J5mjMc/s200/benderahilir.jpg" width="590"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-8443543700232324147?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/8443543700232324147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=8443543700232324147' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/8443543700232324147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/8443543700232324147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/01/bendera-sisingamangaraja-xii.html' title='Bendera Sisingamangaraja XII'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/S2NV5dt9hsI/AAAAAAAAB_Y/-YaT1uNwBNA/s72-c/bendera.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-8143671430433548788</id><published>2010-01-29T13:32:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T13:33:09.073-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Sisingamangaraja XII (1845 – 1907) Pejuang Islam yang Gigih</title><content type='html'>&lt;img src="http://serbasejarah.files.wordpress.com/2009/03/sisingamangaraja-xii.jpg?w=187&amp;h=233" width="590"&gt;Sisingamangaraja merupakan nama besar dalam sejarah Batak. Dia tokoh pemersatu. Dinasti Sisingamangaraja dimulai sejak pertengahan tahun 1500-an, saat Raja Sisingamangaraja I yang lahir tahun 1515 mulai memerintah. Dia memang bukan raja pertama di sana.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan masa sebelum itu dikenal dengan nama bius. Satu bius merupakan kumpulan sekitar tujuh horja. Sedangkan satu horja terdiri dari 20 huta atau desa yang punya pimpinan sendiri. Ada Bius Toba, Patane Bolon, Silindung dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 12 orang yang melanjutkan dinasti Sisingamangaraja, Singamangaraja XII merupakan raja paling populer dan diangkat sebagai pahlawan nasional sejak 9 November 1961. Lukisan dirinya yang dibuat Augustin Sibarani yang kemudian tercetak di uang Rp 1.000 yang lama, merupakan satu-satunya “foto” diri Sisingamangaraja. Dia naik tahta pada tahun 1876 menggantikan ayahnya Singamangaraja XI yang bernama Ompu Sohahuaon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penobatan Si Singamangaraja XII sebagai Maharaja di negri Toba bersamaan dengan dimulainya open door policy (politik pintu terbuka). Belanda merasa perlu mengamankan modal asing yang beroperasi di Indonesia yang tidak mau menandatangani Korte Verkaring ( perjanjian pendek) di Sumatra terutama Aceh dan Tapanuli. Kedua konsultan ini membuka hubungan dagang dengan negara-negara Eropa lainya. Belanda sendiri berusaha menanamkan monopilinya di kedua kesultanan tersebut. Politik yang berbeda ini mendorong situasi selanjutnya untuk melahirkan peperangan yang berkepanjangan hingga puluhan tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang masih terus jadi bahan diskusi hingga hari ini, adalah agama yang anutan Sisingamangaraja XII. Sebagian yakin, dia penganut kepercayaan lama yang dianut sebagian besar orang Batak. Mirip dengan dua agama besar dunia Islam dan Kristen, agama Batak hanya mengenal satu Yang Maha Kuasa, Debata Mulajadi Na Bolon atau Ompu Mulajadi Nabolon. Sekarang agama Batak lama sudah ditinggalkan, walau tentu saja kepercayaan tradisional masih dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya tempur yang sangat lama ini karena di tunjang oleh ajaran agama islam. Hal ini jarang jarang di kemukakan oleh para sejarawan, karena merasa kurang relevan dengan predikat Pahlawan Nasional. Atau karena alasan-alasan lain merasa kurang perlu membicarakanya. Kalau toh mau membicarakan tentang agama yang di anut oleh Si Singamangaraja XII, mereka lebih cenderung untuk mengakui Si Singamangaraja XII beragama Pelbagu. Pelbagu semacam agama animisme yang mengenal pula pemujaan dewa. Debata Mulajadi sebagai mahadewa. Juga mengaenal ajaran Trimurti: Batara Guru (dewa kejayaan), Debata Ser&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang sukar diterima adalah bila Si Singamangaraja XII beragama animisme, karena kalu kita perhatikan Cap Si Singamangaraja XII yang bertuliskan huruf arab berbunyi; Inilah Cap Maharaja di negri Toba kampung Bakara kotanya. Hijrah Nabi 1304. Pada cap tersebut terlihat jelas penggunaan tahun hijriah Nabi. Hal ini memberikan gambaran tentang besarnya pengaruh ajaran Islam yang menjiwai diri Si Singamangaraja XII. Adapun huruf batak yang masih pula di abadikan, adalah sama dengan tindakan Pangeran Diponegoro yang masih mengguakan huruf jawa dalam menulis surat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula kalau kita perhatikan bendera perangnya. Terlihat pengaruh Islam dalam gambar kelewang, matahari dan bulan. Akan lebih jelas bila kita ikuti keterangan beberapa majalah atau koran Belanda yang memberitakan tentang agama yang di anut oleh Si Singamangaraja XII, antara lain; Volgens berichten van de bevolking moet de togen, woordige titularis een 5 tak jaren geleden tot den Islam jizn bekeerd, doch hij werd geen fanatiek Islamiet en oefende geen druk op jizn ongeving uit om zich te bekeeren. ( Sukatulis, 1907, hlm, 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kabar-kabar dari penduduk, raja yang sekarang (maksud Titularis adalah Si Singamangaraja XII) semenjak lima tahun yang lalu memeluk agama Islam yang fanatik, demikian pula dia meneka supaya orang-orang sekelilingnya menukar agamanya. Berita di atas ini memberikan data kepada kita bahwa Si Singamangaraja XII beragama Islam. Selain itu, di tambahkan pula tentang rakyat yang tidak beragama Islam, dan Si Singamangaraja XII tidak mengadakan paksaan atau penekanan lainnya. Hal ini sekaligus memberikan gambaran pula tentang penguasaan Si Singamangaraja XII terhadap ajaran agama itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohammad Said, dalam bukunya Sisingamangaraja XII menyatakan kemungkinan benar bahwa Sisingamangaraja seorang Muslim. Pedomannya berasal dari informasi dalam tulisan Zendeling berkebangsaan Belanda, J.H Meerwaldt, yang pernah menjadi guru di Narumonda dekat Porsea. Meerwaldt mendengar Sisingamangaja sudah memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di majalah Rheinische Missionsgessellschaft tahun 1907 yang diterbitkan di Jerman yang menyatakan, bahwa Sisingamangaraja, kendati kekuatan adi-alamiah yang dikatakan ada padanya, dapat jatuh, dan bahwa demikian juga halnya dengan beralihnya dia menjadi orang Islam dan hubungannya kepada orang Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan dengan Aceh ini terjadi Belanda menyerang Tanah Batak pada tahun 1877. Karena lemah secara taktis, Sisingamangaraja XII menjalin hubungan dengan pasukan Aceh dan dengan tokoh-tokoh pejuang Aceh beragama Islam untuk meningkatkan kemampuan tempur pasukannya. Dia berangkat ke wilayah Gayo, Alas, Singkel, dan Pidie di Aceh dan turut serta pula dalam latihan perang Keumala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertukaran perwira dilakukan. Perwira terlatih Aceh ikut dalam pasukan Sisingamangaraja XII untuk membantu strategi pemenangan perang, sementara perwira Batak terus dilatih di Aceh. Salah satunya Guru Mengambat, salah seorang panglima perang Sisingamangaraja XII. Guru Mengambat mendapat gelar Teungku Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi itu berdasarkan Kort Verslag Residen L.C Welsink pada 16 Agustus 1906. Dalam catatan itu disebutkan, seorang panglima Sisingamangaraja XII bernama Guru Mengambat dari Salak (Kab. Pakpak Hasundutan sekarang) telah masuk Islam. Informasi ini diperoleh oleh Welsink dari Ompu Onggung dan Pertahan Batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah surat rahasia kepada Departement van Oorlog, Belanda, Letnan L. van Vuuren dan Berenshot pada tanggal 19 juli 1907 menyatakan, Dat bet vaststaatdat de oude S .S. M. Met zijn zonns tot den Islam waren over gegaan, al zullen zij wel niet Mohamedan in merg en been geworden zijn/ Bahwa sudah pasti S. S. M. yang tua dengan putra-putranya telah beralih memeluk agama Islam, walaupun keislaman mereka tidak seberapa meresap dalam sanubarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Kabar Belanda Algemcene Handeslsblad pada edisi 3 Juli 1907, sebagaimana dinyatakan Mohammad Said dalam bukunya, menuliskan, “Menurut kabar dari pendudukan, sudahlah benar raja yang sekarang (maksudnya Sisingamangaraja) semenjak lima tahun yang lalu telah memeluk Islam. Tetapi dia bukanlah seorang Islam yang fanatik, demikian pula dia tidak menekan orang-orang di sekelilingnya menukar agamanya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi ini semakin menguatkan dugaan Sisingamangaraja XII telah memeluk Islam. Apalagi terlihat pola-pola Islam dalam pola administrasi pemerintahannya, misalnya bendera dan stempel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendera Sisingamangaraja XII yang berwarna merah dan putih., berlambang pedang kembar, bulan dan bintang, mirip dengan bendera Arab Saudi sekarang. Bedanya bulan dalam bendera Sisingamangaraja XII yang terletak di seblah kanan pedang merupakan bulan penuh atau bulan purnama, bukan bulan sabit. Sedangkan bintang yang terletak di sebelah kiri memiliki delapan gerigi, bukan lima seperti yang biasa terlihat di mesjid dalam lambang tradisi Islam lainnya. Namun benda bergerigi delapan itu bisa juga diartikan sebagai matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian luar stempel Sisingamangaraja yang mempunyai 12 gerigi pinggiran juga menggunakan tarikh Hijriah dan huruf Arab. Namun huruf Arab itu untuk menuliskan bahasa Batak, “Inilah cap Maharaja di Negri Toba Kampung Bakara Nama Kotanya, Hijrat Nabi 1304”. Sedangkan aksara bataknya menuliskan Ahu Sahap ni Tuwan Singa Mangaraja mian Bakara, artinya Aku Cap Tuan Singa Mangaraja Bertakhta di Bakara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya bendera dan stempel itu sudah mencirikan corak Islam dalam pemerintahan Sisingamangaraja. Dengan demikian kuat kemungkinan dia sudah memeluk Islam, tetapi tidak ada data otentik jadi tidak bisa dipastikan kebenarannya,” kata Ketua Majelis Ulama Sumut H Mahmud Azis Siregar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan lebih mendalam disampaikan, Dada Meuraxa dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Suku-suku di Sumatera Utara. “Sisingamangaraja XII sudah masuk Islam dan disunatkan di Aceh waktu beliau datang ke Banda Aceh meminta bantuan senjata,” kata Meuraxa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku itu Meuraxa menyebutkan, keterangan itu berdasarkan pernyataan seorang sumber, Tuanku Hasyim, yang mengutip pernyataan bibi-nya yang juga istri Panglima Polem yang menyaksikan sendiri upacara tersebut di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Walaupun belum cukup fakta-fakta Sisingamangaraja seorang Islam, tetapi gerak hidupnya sangat terpengaruh cerita Islam. Sampai kepada cap kerajaannya sendiri tulisan Arab. Benderanya yang memakai bulan bintang dan dua pedang Arab ini pun memberikan fakta terang,” tulis Dada Meuraxa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singamangaraja XII sendiri bernama Ompu Pulobatu, lahir pada 18 Februari 1845 dan meninggal 7 Juni 1907 dalam sebuah pertempuran dengan Belanda di Dairi. Sebuah peluru menembus dadanya. Menjelang nafas terakhir, akibat tembakan pasukan Belanda yang dipimpin Kapten Hans Christoffel itu, dia tetap berucap, “Ahuu Sisingamangaraja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan itu identik dengan kegigihannya berjuang.Turut tertembak juga waktu itu dua putranya Patuan Nagari dan Patuan Anggi, serta putrinya Lopian. Sedangkan sisa keluarganya ditawan di Tarutung. Itulah akhir pertempuran melawan penjajahan Belanda di tanah Batak sejak tahun 1877. Sisingamangaraja sendiri kemudian dikebumikan Belanda secara militer pada 22 Juni 1907 di Silindung. Makamnya baru dipindahkan ke Soposurung, Balige seperti sekarang ini sejak 17 Juni 1953.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber :&lt;br /&gt;- http://mjinstitute.com/sejarah/21-si-singamangaraja-xii-gugur-sebagai-pahlawan-islam&lt;br /&gt;- http://khairulid.blogspot.com/2005/03/mempertentangkan-agama-sisingamangaraja.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-8143671430433548788?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/8143671430433548788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=8143671430433548788' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/8143671430433548788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/8143671430433548788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/01/sisingamangaraja-xii-1845-1907-pejuang.html' title='Sisingamangaraja XII (1845 – 1907) Pejuang Islam yang Gigih'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-3337156481458355451</id><published>2010-01-29T13:15:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T13:17:16.131-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Situs Sejarah di Sumatera Utara Masih Diabaikan</title><content type='html'>&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_SS5VPMNwF5A/SnO-l-6gWgI/AAAAAAAAABQ/9wADH4S7gbc/S220/ichwan_azhari.jpg" width="590"&gt;Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial (PUSSIS) Universitas Negeri Medan, Dr. Phil Ichwan Azhari MS menyampaikan keprihatinannya dengan nasib situs-situs bersejarah dan peradaban yang sebenarnya sangat menakjubkan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun masih diabaikan oleh pemerintah dan masyarakat di sekitar lokasi. Dalam literatur sejarah menunjukkan bahwa kita memiliki Barus, Portibi, Kota Cina, Kota Rentang, Benteng Putri Hijau Delitua dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ichwanazhari.blogspot.com/2009/08/situs-sejarah-di-sumatera-utara-masih.html"&gt;More&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-3337156481458355451?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/3337156481458355451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=3337156481458355451' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3337156481458355451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3337156481458355451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/01/situs-sejarah-di-sumatera-utara-masih.html' title='Situs Sejarah di Sumatera Utara Masih Diabaikan'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_SS5VPMNwF5A/SnO-l-6gWgI/AAAAAAAAABQ/9wADH4S7gbc/s72-c/ichwan_azhari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-2976735982968663549</id><published>2010-01-29T13:04:00.000-08:00</published><updated>2010-01-29T13:07:59.826-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>STRATEGI POLITIK SISINGAMANGARAJA XII DALAM MERESPON PERUBAHAN SOSIAL POLITIK DI TANAH BATAK</title><content type='html'>&lt;img src="http://nirwansyahputra.files.wordpress.com/2008/11/sisingamangaraja.jpg" width="590"&gt;Sekalipun tersedia relatif banyak literatur membahas tokoh yang kita seminarkan hari ini, tapi riwayat hidupnya, perjuanganya, spritualitasnya termasuk keterbukaanya dengan dunia luar tetap menimbulkan kontroversi yang menantang sejarawan untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Benarkah dia beragama Islam sebagaimana ada sumber Belanda dan Jerman mengatakannya yang menyebabkan Mohammad Said menguatkan indikasi itu sementara WB. Sijabat membantahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ipie3.wordpress.com/2008/12/20/strategi-politik-sisingamangaraja-xii-dalam-merespon-perubahan-sosial-politik-di-tanah-batak1/"&gt;More&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-2976735982968663549?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/2976735982968663549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=2976735982968663549' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2976735982968663549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2976735982968663549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/01/strategi-politik-sisingamangaraja-xii.html' title='STRATEGI POLITIK SISINGAMANGARAJA XII DALAM MERESPON PERUBAHAN SOSIAL POLITIK DI TANAH BATAK'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-2424633426696296525</id><published>2010-01-26T14:16:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T14:21:26.031-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Tentang Pakpak</title><content type='html'>&lt;img src="http://pakpakbharatkab.go.id/wp-content/uploads/2008/11/wanita-pakpak-300x232.jpg" width="590" /&gt;Meskipun oleh para antropolog orang-orang Pakpak dimasukkan sebagai salah satu subetnis Batak di samping Toba, Mandailing, Simalungun, dan Karo. Namun, orang-orang Pakpak mempunyai versi sendiri tentang asal-usul jatidirinya.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="main"&gt;  &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Times New Roman;font-size:12;"  &gt;&lt;strong&gt;Ery Soedewo&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;strong&gt;Balai Arkeologi Medan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Absract&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; margin-left: 49pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Pakpak as one of the ethnic group in North Sumatera, showed that its cultural heritage had been &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;influenced by Indian culture.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Indian culture added into Pakpak culture then enriched it. This addition didn’t change Pakpak’s identity.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Kata Kunci: Pakpak, Hindu-Buddha, perdagangan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;&lt;strong&gt;I. Asal-usul dan persebaran orang Pakpak&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pakpak biasanya dimasukkan sebagai bagian dari etnis Batak, sebagaimana Karo, Mandailing, Simalungun, dan Toba. Orang Pakpak dapat dibagi menjadi 5 kelompok berdasarkan wilayah komunitas marga dan dialek bahasanya, yakni (Berutu dan Nurani, 2007:3–4):&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pakpak Simsim, yakni orang Pakpak yang menetap dan memiliki &lt;em&gt;hak ulayat&lt;/em&gt; di daerah Simsim. Antara lain marga Berutu, Sinamo, Padang, Solin, Banurea, Boang Manalu, Cibro, Sitakar, dan lain-lain. Dalam administrasi pemerintahan Republik Indonesia, kini termasuk dalam wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pakpak Kepas, yakni orang Pakpak yang menetap dan berdialek Keppas. Antara lain marga Ujung, Bintang, Bako, Maha, dan lain-lain. Dalam administrasi pemerintahan Republik Indonesia, kini termasuk dalam wilayah Kecamatan Silima Pungga-pungga, Tanah Pinem, Parbuluan, dan Kecamatan Sidikalang di Kabupaten Dairi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pakpak Pegagan, yakni orang Pakpak yang berasal dan berdialek Pegagan. Antara lain marga Lingga, Mataniari, Maibang, Manik, Siketang, dan lain-lain. Dalam administrasi pemerintahan Republik Indonesia, kini termasuk dalam wilayah Kecamatan Sumbul, Pegagan Hilir, dan Kecamatan Tiga Lingga di Kabupaten Dairi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pakpak Kelasen, yakni orang Pakpak yang berasal dan berdialek Kelasen. Antara lain marga Tumangger, Siketang, Tinambunan, Anak Ampun, Kesogihen, Maharaja, Meka, Berasa, dan lain-lain. Dalam administrasi pemerintahan Republik Indonesia, kini termasuk dalam wilayah Kecamatan Parlilitan dan Kecamatan Pakkat (di Kabupaten Humbang Hasundutan), serta Kecamatan Barus (di Kabupaten Tapanuli Tengah).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pakpak Boang, yakni orang Pakpak yang berasal dan berdialek Boang. Antara lain marga Sambo, Penarik, dan Saraan. Dalam administrasi pemerintahan Republik Indonesia, kini termasuk dalam wilayah Singkil (Nanggroe Aceh Darussalam).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Meskipun oleh para antropolog orang-orang Pakpak dimasukkan sebagai salah satu subetnis Batak di samping Toba, Mandailing, Simalungun, dan Karo. Namun, orang-orang Pakpak mempunyai versi sendiri tentang asal-usul jatidirinya. Berkaitan dengan hal tersebut sumber-sumber tutur menyebutkan antara lain (Sinuhaji dan Hasanuddin,1999/2000:16):&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Keberadaan orang-orang Simbelo, Simbacang, Siratak, dan Purbaji yang dianggap telah mendiami daerah Pakpak sebelum kedatangan orang-orang Pakpak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Penduduk awal daerah Pakpak adalah orang-orang yang bernama Simargaru, Simorgarorgar, Sirumumpur, Silimbiu, Similang-ilang, dan Purbaji.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dalam &lt;em&gt;lapiken&lt;/em&gt;/&lt;em&gt;laklak &lt;/em&gt;(buku berbahan kulit kayu) disebutkan penduduk pertama daerah Pakpak adalah pendatang dari India yang memakai rakit kayu besar yang terdampar di Barus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Persebaran orang-orang Pakpak Boang dari daerah Aceh Singkil ke daerah Simsim, Keppas, dan Pegagan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Terdamparnya armada dari India Selatan di pesisir barat Sumatera, tepatnya di Barus, yang kemudian berasimilasi dengan penduduk setempat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Berdasarkan sumber tutur serta sejumlah nama marga Pakpak yang mengandung unsur keindiaan (Lingga, Maha, dan Maharaja), boleh jadi di masa lalu memang pernah terjadi kontak antara penduduk pribumi Pakpak dengan para pendatang dari India. Jejak kontak itu tentunya tidak hanya dibuktikan lewat dua hal tersebut, dibutuhkan data lain yang lebih kuat untuk mendukung dugaan tadi. Oleh karena itu maka pengamatan terhadap produk-produk budaya baik yang &lt;em&gt;tangible &lt;/em&gt;maupun &lt;em&gt;intangible &lt;/em&gt;diperlukan untuk memaparkan fakta adanya kontak tersebut. Selain itu waktu, tempat terjadinya kontak, dan bentuk kontak yang bagaimanakah yang mengakibatkan wujud budaya dan tradisi masyarakat Pakpak sebagaimana adanya saat ini. Untuk itu diperlukan teori-teori yang relevan untuk menjelaskan sejumlah fenomena budaya yang ada.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;&lt;strong&gt;II. Jejak Hindu-Buddha dalam kepercayaan dan tradisi orang Pakpak&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sebelum kedatangan agama Islam dan Kristen di tanah Pakpak, masyarakatnya meyakini bahwa alam raya ini diatur oleh Tritunggal Daya Adikodrati yang terdiri dari &lt;em&gt;Batara&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Guru&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Tunggul Ni Kuta&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;Boraspati Ni Tanoh &lt;/em&gt;(Siahaan dkk.,1977/1978:62). Nama-nama itu antara lain terwujud lewat mantra ketika diadakan upacara &lt;em&gt;menuntung tulan &lt;/em&gt;(pembakaran tulang-tulang leluhur). Sebelum api disulut oleh salah seorang &lt;em&gt;Kula-kula/Puang &lt;/em&gt;dia mengucapkan kata-kata sebagai berikut (Berutu, 2007:32):&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 28pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;“O…pung…! Ko &lt;strong&gt;Batara Guru&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Beraspati&lt;/strong&gt; ni tanah, Tunggul ni kuta, … .”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Nama &lt;em&gt;Boraspati&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Batara Guru &lt;/em&gt;jelas merupakan adopsi dari bahasa Sanskerta yang disesuaikan dengan pelafalan setempat. Kata &lt;em&gt;Boraspati &lt;/em&gt;merupakan adopsi dari kata &lt;em&gt;Wrhaspati &lt;/em&gt;yang berarti nama/sebutan &lt;em&gt;purohita &lt;/em&gt;(utama/pertama) bagi para dewa. Jadi kata ini merujuk pada penyebutan bagi dewa tertinggi atau yang dianggap utama/penting yang dalam konteks ini (&lt;em&gt;boraspati ni tanoh&lt;/em&gt;) dapat diartikan sebagai dewa utama yang berkuasa di tanah/bumi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Penyebutan &lt;em&gt;Batara&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Guru&lt;/em&gt; dalam mantra sebelum api dinyalakan dalam upacara &lt;em&gt;menuntung tulan &lt;/em&gt;jelas merupakan adopsi dari kepercayaan Hindu yang berkenaan dengan salah satu perwujudan dari Dewa Siwa yakni sebagai Agastya (Batara Guru). Menurut Krom (1920:92 dalam Poerbatjaraka,1992:110) wujud Siwa yang paling populer di Nusantara adalah wujud yang yang memakai nama Bhatara Guru (Guru Dewata). Sosok utama dengan nama ini juga banyak ditemukan di tempat-tempat lain di Nusantara. Hal ini disebabkan oleh anggapan bahwa tokoh ini adalah dewa asli Indonesia yang konsepnya kemudian tercampur seiring dengan masuknya agama Hindu melalui perwujudan Siwa sebagai Mahayogi. Pendapat Krom tersebut senada dengan yang dikemukakan oleh Kern (1917:21 dalam Poerbatjaraka 1992:110). Menurut Kern bukti nyata tentang popularitas agama Hindu Siwa adalah dengan tersebarnya nama Bhatara Guru sebagai dewa utama di Nusantara. Demikian halnya dengan Wilken (1912:244 dalam Poerbatjaraka 1992:110) yang menyatakan bahwa &lt;em&gt;Soripada &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Batara Guru&lt;/em&gt; adalah dewa-dewa pribumi yang semula mempunyai nama pribumi asli yang kemudian berubah dengan menggunakan bahasa Sanskerta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kata adopsi lain yang juga tampil dalam mantra orang-orang Pakpak adalah dalam mantra menolak mimpi buruk (Siahaan dkk.,1977/1978:150):&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 35pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Hung&lt;/strong&gt;, pagari mo kita &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 35pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Da hompungku&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 35pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Hompung ni pangir &lt;/em&gt;…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;Kata &lt;em&gt;Hung &lt;/em&gt;dalam mantra penolak mimpi buruk pada tradisi Pakpak di atas adalah pelafalan lain dari kata &lt;em&gt;Hum &lt;/em&gt;yang sering digunakan dalam mantra-mantra Hindu maupun Buddha. Dalam kitab suci Hindu yakni Weda, kata &lt;em&gt;Hum &lt;/em&gt;adalah mantra bagi Agni, sang dewa api, sehingga mantra ini digunakan saat dilakukan upacara persembahan kepada api suci. Selain itu juga digunakan untuk memanggil atau membangkitkan api sehingga nyalanya lebih kuat. &lt;em&gt;Hum &lt;/em&gt;juga merupakan representasi dari jiwa dalam diri mahluk, sekaligus wujud keberadaan Dewa di dunia. Melalui pelafalannya manusia berharap sifat-sifat kedewaan merasuk ke dirinya sekaligus memberikan kesadaran jiwa akan keberadaanNya. Di samping sebagai mantra yang ditujukan pada Agni sang dewa api, &lt;em&gt;Hum&lt;/em&gt; juga merupakan mantra bagi Dewa Siwa serta Chandika (perwujudan lain dari Kali sang dewi maut). Pelafalannya bertujuan untuk menghancurkan hal-hal negatif sekaligus menciptakan kekuatan dan kemauan yang besar. Sedangkan dalam agama Buddha &lt;em&gt;Hum &lt;/em&gt;merupakan salah satu kata dalam mantra bagi Boddhisatva Avalokitesvara yang teksnya sebagai berikut: &lt;em&gt;Om Mani Padme &lt;strong&gt;Hum&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Kata ini juga dipakai bagi dewa lainnya dalam Buddhisme yakni bagi Jambala Putih yang teksnya sebagai berikut: &lt;em&gt;Om Padma Corda Arya Jambhala Setaya &lt;strong&gt;Hum&lt;/strong&gt; Phet&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Mantra-mantra sebagai salah satu wujud budaya yang &lt;em&gt;intangible &lt;/em&gt;dalam kebudayaan Pakpak biasanya dihadirkan saat upacara-upacara adat. Masyarakat Pakpak pada umumnya mengenal dua bentuk &lt;em&gt;kerja &lt;/em&gt;(&lt;em&gt;horja &lt;/em&gt;dalam bahasa Batak Toba atau upacara/ritus dalam bahasa Indonesia) yakni, &lt;em&gt;kerja baik &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;kerja njahat&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Kerja baik &lt;/em&gt;adalah segala jenis upacara yang berkaitan dengan rasa sukacita atau gembira seperti, keberhasilan panen, pernikahan, dan kelahiran anak. Sebaliknya &lt;em&gt;Kerja Njahat &lt;/em&gt;adalah segala jenis upacara yang berkaitan dengan rasa dukacita atau sedih seperti kematian (Berutu,2007:8).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Hal-hal yang berhubungan dengan duka cita, kematian, &lt;em&gt;mangokal tulan &lt;/em&gt;(membongkar tulang-belulang dari kuburan dan menempatkannya di kubur sekunder), dikategorikan sebagai &lt;em&gt;kerja njahat&lt;/em&gt;. Upacara kematian dapat dibagi menjadi 4 yakni (Siahaan dkk.,1977/1978:92–94):&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Mati&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bayi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Anak yang baru lahir yang belum bergigi jika meninggal dikebumikan dekat rumah tanpa diketahui oleh orang lain, karena takut diambil orang lain, dijadikan guna-gunaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Mati&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dewasa&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Orang yang meninggal dalam usia muda (dewasa) dikuburkan dimana saja dan termasuk &lt;em&gt;mate&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;ntalpok&lt;/em&gt; (mati belum berketurunan)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Mati&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ntua&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Seorang yang meninggal dan telah berkeluarga dikebumikan di kuburan umum.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Mati&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cayur&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tua&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bagi orang yang meninggal tapi sudah mempunyai cucu, biasanya diadakan &lt;em&gt;kerja&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;njahat&lt;/em&gt;, sewaktu mayatnya masih di rumah. Pembiayaan umumnya ditanggung oleh keluarga/ahli waris yang meninggal itu sendiri karena almarhum &lt;em&gt;enggo&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;mencari&lt;/em&gt; (hasil pencarian/kerja mendiang selama hidupnya). Jadi biaya diambil dari harta yang ditinggalkan oleh mendiang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Salah satu bagian penting dalam ritus &lt;em&gt;mati cayur tua &lt;/em&gt;adalah &lt;em&gt;Menuntung Tulan &lt;/em&gt;(upacara pembakaran tulang jenazah). Upacara ini disebut juga &lt;em&gt;Penahangken &lt;/em&gt;(meringankan), sebab tujuan dilaksanakannya adalah untuk meringankan beban roh mendiang (Berutu, 2007:30).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Upacara ini dilaksanakan bila keluarga mendiang mendapat mimpi (&lt;em&gt;nipi&lt;/em&gt;) yang seolah menggambarkan mendiang di alam kuburnya merasakan beban yang berat, sesak, atau sempit. Upacara ini harus dilaksanakan, bila tidak maka jiwa/roh mendiang akan mengakibatkan sakit kepala pada keturunannya (Berutu,2007:30).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Peralatan yang dibutuhkan dalam upacara ini antara lain kayu bakar, batang pohon pisang (&lt;em&gt;sitabar&lt;/em&gt;) yang dibentuk menyerupai manusia serta diberi pakaian (&lt;em&gt;persilihi&lt;/em&gt;), kain putih pembungkus tulang-tulang mendiang, &lt;em&gt;sumpit/kembal&lt;/em&gt; wadah bagi tulang yang telah dibungkus, dan sejumlah hewan kurban. Setelah segala persiapan selesai, maka pihak kerabat (&lt;em&gt;Kula-kula&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Berru&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;Sinina&lt;/em&gt;) berangkat ke pekuburan. Biasanya dilakukan pada waktu pagi hari, agar roh/jiwa bangkit sebagaimana matahari terbit, juga agar sanak kerabatnya nasibnya menjadi lebih baik di kemudian hari (Berutu,2007:31).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Setelah api padam, secara hati-hati keluarga mengambil abu dan sisa-sisa tulang yang telah dibakar. Abu dan sisa-sia tulang itu kemudian dibungkus dengan kain putih lalu dibawa ke tempat &lt;em&gt;pertulanen &lt;/em&gt;(lesung batu). Namun, ada kalanya abu dan sisa-sisa tulang tersebut dibawa dan digantung di rumah &lt;em&gt;sukut &lt;/em&gt;(Berutu,2007:32).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Upacara sejenis juga dilakukan oleh masyarakat Karo setidaknya hingga awal abad ke-20 yang lalu. Jenis upacara ini hingga kini masih dilakukan oleh masyarakat Bali, yang disebut sebagai &lt;em&gt;ngaben&lt;/em&gt;. Beberapa unsur yang mirip dengan upacara pembakaran jenazah di Bali (&lt;em&gt;Ngaben&lt;/em&gt;) dengan upacara pembakaran tulang-tulang jenazah di Pakpak (&lt;em&gt;Menuntung Tulan&lt;/em&gt;) selain proses pembakarannya sendiri adalah pembuatan boneka manusia dari batang pisang yang disebut sebagai &lt;em&gt;persilihi&lt;/em&gt;. Di Bali boneka/patung yang melambangkan sosok mendiang yang &lt;em&gt;diaben &lt;/em&gt;disebut sebagai &lt;em&gt;pratima&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Selain dalam upacara adat, pengaruh Hindu-Buddha (India) juga hadir dalam sistem waktunya. Sebelum kedatangan pengaruh Islam dan Kristen sistem kala yang dikenal oleh masyarakat Pakpak adalah sebagai berikut. Berikut adalah nama-nama hari dalam 1 bulan (Siahaan dkk.,1977/1978:68):&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Antia&lt;/em&gt;    16. &lt;em&gt;Suma Teppik&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Suma&lt;/em&gt;    17. &lt;em&gt;Anggara Kolom&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Anggara&lt;/em&gt;    18. &lt;em&gt;Budhaha Kolom&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Budhaha&lt;/em&gt;/&lt;em&gt;Muda&lt;/em&gt;    19. &lt;em&gt;Beraspati Kolom&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Beraspati&lt;/em&gt;    20. &lt;em&gt;Cukerra Genep Duapuluh&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Cukerra&lt;/em&gt;    21. &lt;em&gt;Belah Turun&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Belah&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Naik&lt;/em&gt;    22. &lt;em&gt;Adintia Nangga&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Sumasibah&lt;/em&gt;    23. &lt;em&gt;Sumanti Mante&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Anggara&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sipuluh&lt;/em&gt;    24. &lt;em&gt;Anggara Bulan Mate&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Budhaha&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mangadep&lt;/em&gt;    25. &lt;em&gt;Budha Selpu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Antia&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Naik&lt;/em&gt;    26. &lt;em&gt;Beraspatigok&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Beraspati Tangkep&lt;/em&gt;    27. &lt;em&gt;Cukerra Duduk&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Cukerra Purnama&lt;/em&gt;    28. &lt;em&gt;Samisara Mate Bulan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Belah Purnama&lt;/em&gt;    29. &lt;em&gt;Dalan Bulan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;15. &lt;em&gt;Tula&lt;/em&gt;     30. &lt;em&gt;Kurung&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bandingkan penyebutan nama 7 hari pertama dalam 1 bulan pada tradisi Pakpak di atas dengan penyebutan nama hari dalam siklus 7 hari (&lt;em&gt;saptawara&lt;/em&gt;) pada prasasti-prasasti Jawa Kuna yang sangat dipengaruhi oleh kebudayaan India (Hindu-Buddha) sebagaimana terlihat pada tabel berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; margin-left: 39pt;"&gt; &lt;table style="border-collapse: collapse;" border="0"&gt; &lt;col span="1"&gt; &lt;col span="1"&gt; &lt;col span="1"&gt; &lt;col span="1"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr style="height: 15px;"&gt; &lt;td style="border-style: double solid double double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;No&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: double solid double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: double solid double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Pakpak&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: double double double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawa Kuna&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr style="height: 8px;"&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;1&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Ahad/Minggu&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Antia&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Aditya&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr style="height: 5px;"&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;2&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Senin&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Suma&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Soma&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;3&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Selasa&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Anggara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Anggara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;4&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Rabu&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Budhaha&lt;/em&gt;/&lt;em&gt;Muda&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Buddha&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;5&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kamis&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Beraspati&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Wrhaspati&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;6&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Jumat&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Cukerra&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Çukra&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid double double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;7&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sabtu&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Belah&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Naik&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Çanaiçcara&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber Pakpak: Siahaan dkk.,1977/1978:68; Jawa Kuna: Zoetmulder,1985:245&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Berbeda dibandingkan nama-nama hari dalam tradisi Pakpak yang dipengaruhi kebudayaan Hindu-Buddha, penyebutan nama-nama bulan mereka lebih bersifat pribumi:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: center; margin-left: 5pt;"&gt; &lt;table style="border-collapse: collapse;" border="0"&gt; &lt;col span="1"&gt; &lt;col span="1"&gt; &lt;col span="1"&gt; &lt;col span="1"&gt; &lt;col span="1"&gt; &lt;col span="1"&gt; &lt;col span="1"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: double solid double double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;strong&gt;Bulan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: double solid double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Pakpak&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: double solid double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawa &lt;span style="font-size:9;"&gt;(tani)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: double solid double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Jawa Kuna &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: double solid double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Sanskerta&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: double solid double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Toba&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: double double double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Karo&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr style="height: 5px;"&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;1&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Pekesada&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Kasa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Cetra&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Caitra&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sitora&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Citera&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr style="height: 5px;"&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;2&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 1pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Pekedua&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Karwa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Weçakha&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Vaiçakha&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sisaha &lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sisaka&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;3&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Peketellu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Katlu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Jyestha&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Jestha&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sibista&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sidista&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;4&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Pekeempat&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Kapat&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Asādha&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Asādha&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sisanti&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sitama&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr style="height: 5px;"&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;5&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Pekelima&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Kalima&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Srāwana&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Srāvana&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sisorbaba&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Siresba&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;6&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Pekeenam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Kanem&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Bhādra&lt;/em&gt;(-&lt;em&gt;pada/wada&lt;/em&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Bhādra&lt;/em&gt;(-&lt;em&gt;pada&lt;/em&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sibadora&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sibadera&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;7&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Pekepitu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Kapitu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Asuji/ Aswayuja&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Asvina&lt;/em&gt;/ &lt;em&gt;Asvayuja&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sisudija&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sisudi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;8&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Pekewaluh&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Kawwalu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Kārttika&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Kārttika&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Siaji mortiha/mertika&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sisakadi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;9&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Pekesiwah&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Kasanga&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Margasirsa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Mārgasirsa&lt;/em&gt;/ &lt;em&gt;Agrahāyana&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sianggara Aji&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Simerga&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;10&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Pekesipuluh&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Kasapuluh&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Posya&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Pausa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sipusija&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sipusija&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;11&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Pekesibellas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Hapit (lemah)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Magha&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Māgha&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;sipalaguna&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double solid none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Siguwa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td style="border-style: none solid double double; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;12&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Pekeduabellas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Hapit (kayu)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Phalguna&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Phālguna&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none solid double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Siraja urip&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;td style="border-style: none double double none; padding-left: 7px; padding-right: 7px;"&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:9;"  &gt;&lt;em&gt;Sikurung lamadu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber Pakpak: Siahaan dkk.,1977/1978:68; Jawa Kuna: Zoetmulder,1985:245; Toba &amp;amp; Karo: Voorhoeve,1972:495&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sebagaimana tampak pada tabel di atas, nama-nama bulan dalam tradisi Pakpak jelas merupakan tradisi setempat yang didasarkan pada perhitungan kaum tani sebagaimana juga dikenal di Jawa hingga kini. Bedanya, di Jawa dahulu juga dikenal nama-nama bulan yang merupakan adopsi dari bahasa Sanskerta, sebagaimana puak-puak lain di sekitar Pakpak seperti Toba dan Karo pernah mengenalnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Data lain yang juga dapat dijadikan fakta adanya pengaruh India (Hindu-Buddha) dalam kebudayaan Pakpak adalah pada wujud budaya yang &lt;em&gt;tangible&lt;/em&gt;, antara lain dalam wujud patung.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Di beberapa daerah di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat hingga kini masih dapat dijumpai rumah-rumah tradisional Pakpak. Salah satu bentuk rumah tradisional mereka dikenal sebagai &lt;em&gt;rumah jojong&lt;/em&gt;.&lt;em&gt; Rumah jojong&lt;/em&gt; berarti rumah yang memiliki menara, dibentuk dari 2 kata, yakni rumah dan &lt;em&gt;jojong &lt;/em&gt;yang berarti menara. &lt;em&gt;Jojong &lt;/em&gt;ditempatkan di tengah-tengah bubungan atap yang melengkung (&lt;em&gt;denggal&lt;/em&gt;). Hanya raja dan keluarganya yang menempati rumah jenis ini (Siahaan dkk.,1977/1978:121). Salah satu hal menarik dari &lt;em&gt;rumah jojong &lt;/em&gt;adalah keberadaan bentuk kepala manusia di bagian atas pintu masuk yang dalam istilah seni hias Toba disebut sebagai &lt;em&gt;jenggar&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://balarmedan.files.wordpress.com/2008/06/061808-0335-jejakkeindi1.png?w=700" alt="" /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;em&gt;Jenggar&lt;/em&gt; yang terdapat di &lt;em&gt;rumah jojong &lt;/em&gt;milik keluarga Raja Johan Berutu di Desa Ulu Merah, Kecamatan Sitelu Tali Urang Julu ini berbentuk kepala manusia bermahkota dengan hiasan menyerupai sulur-suluran di sisi kiri dan kanannya. Pengamatan lebih lanjut terhadap &lt;em&gt;jenggar &lt;/em&gt;pada rumah tradisional Pakpak ini menunjukkan adanya kemiripan dengan bagian kepala arca perunggu Wisnu berbahan perunggu dari Tanjore, negara bagian Tamil Nadu, India; serta bagian kepala arca perunggu Siwa Nataraja juga dari Tanjore, negara bagian Tamil Nadu, India. Bagian dari &lt;em&gt;jenggar &lt;/em&gt;yang mirip dengan arca Wisnu dari Tanjore adalah bentuk mahkotanya yang dalam ikonografi disebut sebagai &lt;em&gt;kirita-mukuta&lt;/em&gt;; sedangkan bagian dari &lt;em&gt;jenggar &lt;/em&gt;yang mirip dengan arca Siwa Nataraja adalah bentuk yang menyerupai sulur-suluran di sisi kiri dan kanan &lt;em&gt;jenggar&lt;/em&gt; yang mirip dengan bagian rambut arca Siwa Nataraja yang digambarkan terurai di sisi kiri dan kanan kepalanya. Kedua arca pembanding dari Tanjore tersebut diperkirakan dibuat pada abad ke-11 M, masa kekuasaan Dinasti Chola di India selatan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Arca-arca berlanggam Chola ternyata ditemukan juga di daerah lain di Sumatera Utara, antara lain adalah arca batu Buddha yang ditemukan di situs Kota Cina, Medan; arca batu Wisnu dan Lakshmi juga dari situs Kota Cina, Medan; dan arca perunggu Lokanatha dari Gunung Tua, Padang Lawas, Tapanuli Selatan. Berdasarkan contoh-contoh pembanding itu, tentunya bentuk &lt;em&gt;jenggar &lt;/em&gt;dari &lt;em&gt;rumah jojong &lt;/em&gt;di Pakpak Bharat itu mengambil prototipenya dari arca-arca berlanggam Chola di atas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Wujud tri matra lain yang juga merupakan hasil adopsi dari India adalah patung angsa yang banyak ditemukan di kompleks-kompleks &lt;em&gt;mejan &lt;/em&gt;di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pakpak Bharat. Salah satu di antaranya adalah patung angsa yang terdapat di kompleks &lt;em&gt;mejan &lt;/em&gt;Bancin di Desa Penanggalan Binanga Boang, tepatnya 55 m arah barat dari Sungai Ordi yang secara astronomis berada pada 02° 31′ 29,5” LU dan 098° 19′ 55” BT. Patung keempat berbentuk angsa, dengan panjang: 30 cm, lebar: 25 cm, tinggi: 53 cm. Patung ini digambarkan dalam posisi berdiri pada suatu batur, kedua sayap terkatup rapat pada badannya. Bagian leher hingga kepala telah hilang. Patung ini berfungsi sebagai tutup satu batu &lt;em&gt;pertulanen &lt;/em&gt;(wadah abu/sisa-sisa jenazah) berbentuk silinder yang berada tepat di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Angsa bukanlah binatang endemik di Kepulauan Nusantara, populasinya yang asli tersebar di daerah subtropis bagian utara dan selatan. Spesies angsa yang ditemukan di bumi bagian utara mempunyai bulu menyeluruh berwarna putih, kontras dengan spesies angsa di bumi bagian selatan yang memiliki bulu berwarna hitam dan putih. Binatang ini secara zoologi termasuk dalam filum Chordata, kelas Aves, ordo Anseriformes, dan familia Anatidae yang terdiri dari 6 spesies yakni: &lt;a title="Cygnus olor" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cygnus_olor&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;em&gt;Cygnus olor&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;, daerah sebarannya di &lt;a title="Eurasia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eurasia"&gt;Eurasia&lt;/a&gt;; &lt;a title="Cygnus atratus" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cygnus_atratus"&gt;&lt;em&gt;Cygnus atratus&lt;/em&gt;&lt;/a&gt; (&lt;a title="Angsa Hitam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Angsa_Hitam"&gt;angsa hitam&lt;/a&gt;), daerah sebarannya di &lt;a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia"&gt;Australia&lt;/a&gt;; &lt;a title="Cygnus melancoryphus" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cygnus_melancoryphus&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;em&gt;Cygnus melancoryphus&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;, daerah sebarannya di &lt;a title="Amerika Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Selatan"&gt;Amerika Selatan&lt;/a&gt;; &lt;a title="Cygnus cygnus" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cygnus_cygnus&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;em&gt;Cygnus cygnus&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;, daerah sebarannya di sub-artik &lt;a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa"&gt;Eropa&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Asia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia"&gt;Asia&lt;/a&gt;; &lt;a title="Cygnus buccinator" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cygnus_buccinator&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;em&gt;Cygnus buccinator&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;, daerah sebarannya di &lt;a title="Amerika Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Utara"&gt;Amerika Utara&lt;/a&gt;; dan &lt;a title="Cygnus columbianus" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Cygnus_columbianus&amp;amp;action=edit"&gt;&lt;em&gt;Cygnus columbianus&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;, yang daerah sebarannya di &lt;a title="Eropa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa"&gt;Eropa&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Amerika Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Utara"&gt;Amerika Utara&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt; Dari keenam spesies angsa tersebut dua di antaranya yakni &lt;em&gt;Cygnus olor &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Cygnus cygnus &lt;/em&gt;hidup di benua Asia, namun tidak ada di Asia Tenggara daratan maupun kepulauan. Hal ini berarti angsa diperkenalkan atau dibawa ke Kepulauan Nusantara seiring terjadinya kontak budaya antara penduduk pribumi Nusantara dengan para pendatang dari daratan Asia seperti Cina atau India.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dikenalnya angsa oleh orang-orang Pakpak di masa lalu sebagaimana terwujud dalam bentuk patung adalah hasil kontak mereka dengan para pendatang dari India yang beragama Hindu atau Buddha. Dalam ikonografi Hindu angsa adalah wahana (tunggangan) dari salah satu Trimurti yakni Brahma, Sang Pencipta alam semesta sedangkan dalam ikonografi Buddha angsa adalah tunggangan Saraswati, Sang Dewi ilmu pengetahuan. Keberadaan patung angsa sebagai tutup bagi wadah abu dan sisa-sisa tulang jenazah (&lt;em&gt;batu pertulanen&lt;/em&gt;) dapat dikaitkan dengan konsep dalam Hindu bahwa Brahma adalah Sang Pencipta. Angsa sebagai wahana Brahma dapat dianggap sebagai simbol pelepasan mendiang -yang sisa-sisa jasadnya tersimpan di &lt;em&gt;batu pertulanen&lt;/em&gt;- menuju Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;&lt;strong&gt;III. Kebudayaan Pakpak sebagai buah dari perdagangan internasional&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Masuknya unsur-unsur budaya Hindu-Buddha (India) ke dalam budaya Pakpak dimungkinkan oleh adanya kontak antarpendukung kedua budaya. Tempat yang paling memungkinkan terjadinya kontak itu di masa lalu adalah Barus, yang bukti-bukti sejarah maupun arkeologisnya menunjukkan tempat ini pernah berjaya sebagai bandar internasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Para pedagang dari India mendatangi Barus untuk membeli getah bernilai tinggi yang dihasilkan di daerah Pegunungan Bukit Barisan yang menjadi tempat tinggal orang-orang Pakpak. Bukti kehadiran mereka –terutama dari India selatan/daerah Tamil- adalah Prasasti Lobu Tua, yang ditemukan di Barus, Tapanuli Tengah. Prasasti berangka tahun 1010 Saka (1088 M) ini dikeluarkan oleh suatu serikat dagang yang bernama &lt;em&gt;Ayyāvole 500&lt;/em&gt; (Perkumpulan 500) (Sastri,1932:326 dan Subbarayalu,2002:24).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dalam beberapa teks berbahasa Armenia yang berasal dari abad ke-13 hingga ke-18 Masehi terdapat suatu tempat yang disebut Pant’chour/Part’chour sebagai tempat asal kamper bermutu terbaik (Kévonian,2002:51). Menurut teks-teks Armenia tempat lain yang juga banyak mengeluarkan kamper bermutu adalah P’anes/ Ēp’anes/ Ēp’anis/Ep’anēs, yang terletak di pantai timur di bawah Perlak/Peureulak. Menurut teks-teks Armenia tersebut hanya ada 2 tempat di Pulau Sumatera yang mengeluarkan mata dagangan kamper yakni Pant’chour dan P’anēs (Kévonian,2002:70–72). Prasasti Rajendra I di Tanjavur menyebutkan tentang “Pannai di tepi sungai” sebagai salah satu tempat yang diserbu tentara Cola pada tahun 1025 M. Berdasarkan sumber-sumber tertulis itu titik-titik kontak antara pribumi Pakpak dengan budaya India adalah Barus yang berada di pesisir barat Sumatera dan Pane di selatannya yang bermuara di pesisir timur Pulau Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Walaupun daerah Pakpak berada di gugusan Pegunungan Bukit Barisan, namun lembah-lembah beserta aliran sungainya memegang peranan penting bagi terciptanya komunikasi antara daerah pesisir dengan daerah pedalaman. Di samping itu, gugusan pegunungan, lembah-lembah, dan sungai-sungai yang ada juga ikut menciptakan jaringan perdagangan antara daerah pesisir dan pedalaman. Dunia niaga antara kawasan Singkel dan Barus dengan &lt;em&gt;Pakpak landen&lt;/em&gt; (tanah Pakpak) dan Sibolga serta Natal dengan Angkola dan Mandailing banyak ditentukan oleh jalur niaga yang melalui gugusan pegunungan, lembah-lembah, dan sungai-sungai di daerah tersebut (Asnan,2007:40–41).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sampai awal abad ke-19 penduduk dari subetnis Pakpak, Angkola, dan Mandailing dikenal sebagai pengumpul hasil hutan (terutama kamper dan kemenyan) yang mereka jual ke daerah pantai barat Sumatera. Selain pantai timur Sumatera daerah pesisir barat Sumatera merupakan daerah pasar utama dari berbagai komoditas yang dikumpulkan dan dihasilkan oleh masyarakat Pakpak, Angkola, dan Mandailing (Asnan,2007:42).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kontak yang terjadi antara orang-orang Pakpak dengan para pendatang dari India di masa lalu mengakibatkan terjadinya akulturasi. Akulturasi adalah salah satu proses perubahan budaya, yang ditandai oleh terjadinya interaksi intensif antara kelompok-kelompok individu dengan kebudayaan berbeda, yang mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan besar pada pola kebudayaan dari salah satu atau kelompok-kelompok yang terlibat. Oleh para pakar antropologi akulturasi dapat berupa (Haviland,1988:263):&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Substitusi, terjadi ketika satu atau sejumlah unsur kebudayaan yang telah ada sebelumnya diganti oleh unsur kebudayaan baru yang lebih fungsional, sehingga mengakibatkan hanya sedikit perubahan struktural dari kebudayaan bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sinkritisme, terjadi ketika sejumlah unsur budaya lama bercampur dengan unsur buaya baru sehingga terbentuk suatu sistem baru yang mengakibatkan perubahan kebudayaan yang cukup berarti.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Adisi, terjadi ketika satu atau sejumlah unsur kebudayaan ditambahkan pada kebudayaan yang lama, yang dapat mengakibatkan perubahan struktural atau bahkan tidak terjadi perubahan pada budaya lama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dekulturasi, terjadi ketika bagian substansial dari suatu kebudayaan menjadi hilang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Orijinasi, terjadi ketika sejumlah unsur baru tumbuh dari suatu kebudayaan disebabkan oleh perubahan situasi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Penolakan, terjadi ketika suatu perubahan berlangsung terlalu cepat sehingga sejumlah besar anggota dari suatu budaya tidak mau menerimanya, yang dapat menyebabkan pemberontakan, penolakan sama sekali, atau gerakan kebangkitan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sebagai akibat dari salah satu atau sejumlah proses tersebut, akulturasi dapat tumbuh melalui beberapa jalur. Percampuran atau asimilasi terjadi bila dua kebudayaan kehilangan identitas masing-masing dan menjadi satu kebudayaan. Inkorporasi terjadi bila suatu kebudayaan kehilangan otonominya, namun tetap mempunyai identitas subkultur, seperti kasta, kelas, atau kelompok etnis (Haviland,1988:263).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Dalam hal kebudayaan Pakpak, tampaknya akulturasi yang berupa adisi merupakan proses budaya yang terjadi di masa lalu. Sebelum kedatangan orang-orang India dengan kebudayaannya yang khas, orang-orang Pakpak telah mewarisi kebudayaan tersendiri yang berbeda dari para pendatang dari barat tersebut. Datangnya budaya baru pada masyarakat Pakpak memperkaya khasanah budaya yang telah lama mereka miliki. Pada ranah sistem kepercayaan misalnya sebelum kedatangan kepercayaan Hindu-Buddha masyarakat telah memiliki kepercayaan terhadap roh-roh leluhur. Masuknya agama Hindu-Buddha dengan pantheon-pantheon dan sistem ikonografinya telah menambah ragam bentuk hasil budaya trimatra Pakpak yang telah ada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Bentuk-bentuk seperti patung angsa yang berfungsi sebagai tutup &lt;em&gt;batu pertulanen &lt;/em&gt;sebenarnya tidak lain adalah hasil interpretasi Pakpak terhadap ikonografi Hindu yang dikawinkan dengan bentuk &lt;em&gt;mejan &lt;/em&gt;yang telah ada sebelumnya, sebagai suatu simbol kendaraan/wahana arwah. Bentuk &lt;em&gt;mejan &lt;/em&gt;awal/asli pribumi Pakpak itu mungkin sebagaimana yang hingga kini masih dapat dilihat di daerah Toba seperti bentuk kepala burung enggang/rangkong, kuda, dan perahu yang dianggap sebagai simbol asli bagi kendaraan arwah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sedangkan pengadopsian nama-nama dewa dalam kepercayaan Hindu seperti Batara Guru (&lt;em&gt;Siwa Mahaguru&lt;/em&gt;) maupun Boraspati (&lt;em&gt;Wrhaspati&lt;/em&gt;) tidak lebih dari penamaan bagi roh-roh leluhur yang telah dinaikkan derajatnya menjadi dewa seiring merasuknya pengaruh Hindu dalam kehidupan orang-orang Pakpak dulu. Hal serupa sebenarnya juga terjadi di Jawa pada masa pulau ini masih dipengaruhi sistem kepercayaan Hindu-Buddha.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pada masa-masa akhir kejayaan Hindu-Buddha di Pulau Jawa, terdapat bukti bahwa kepercayaan lama yakni pemujaan terhadap nenek moyang makin menguat. Pembuatan candi-candi dan arca-arcanya tidak lain sebenarnya adalah bentuk penghormatan kepada arwah raja yang telah menyatu dengan dewa yang menjadi pujaannya semasa hidup. Jadi tidak lain dan tidak bukan hal itu adalah bentuk penghormatan kepada arwah leluhur yang belum sepenuhnya hilang dalam kepercayaan Jawa, seperti halnya juga pada orang-orang Pakpak dahulu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;&lt;strong&gt;IV. Penutup&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Kemiripan hasil-hasil budaya Pakpak seperti kepercayaan lewat nama-nama dewa, penanganan jenazah (pembakaran sisa jenazah); bentuk-bentuk trimatra pada patung angsa dan &lt;em&gt;jenggar&lt;/em&gt;; maupun penyebutan nama-nama satuan kala/waktu, merupakan buah dari kontak dagang Pakpak dengan India. Tempat-tempat yang diduga merupakan titik kontak antara masyarakat Pakpak pada masa lalu dengan para pendatang dari India (khususnya Tamil/India bagian selatan) antara lain adalah Barus, Padang Lawas, dan Kota Cina. Khususnya Barus merupakan bandar internasional, menjadi gerbang bagi transfer budaya dari India terhadap budaya Pakpak yang terjadi setidaknya sejak akhir abad ke-10 M atau awal abad ke-11 M. Sejumlah unsur budaya India itu telah memperkaya kebudayaan Pakpak sebagaimana dapat dilihat jejak-jejaknya hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;&lt;strong&gt;Kepustakaan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Asnan, Gusti, 2007. &lt;strong&gt;Dunia Maritim Pantai Barat Sumatera&lt;/strong&gt;. Yogyakarta: Ombak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Atmodjo, M.M., Sukarto, 1985. &lt;em&gt;Short Notes on The Old Malay Inscriptions in Central Java&lt;/em&gt; dalam &lt;strong&gt;Final Report SEAMEO Project in Archaeology and Fine Arts: Consultative Workshop on Archaeological and Environtmental Studies on Srivijaya&lt;/strong&gt;. Hal: 81–95.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Berutu, Lister dan Nurbani Padang, 2007. &lt;strong&gt;Tradisi dan Perubahan&lt;/strong&gt;. Medan: Grasindo Monoratama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Berutu, Tandak, 2007. &lt;em&gt;Upacara Adat pada Masyarakat Pakpak Dairi&lt;/em&gt; dalam Berutu, Lister dan Nurbani Padang (ed.) &lt;strong&gt;Tradisi dan Perubahan&lt;/strong&gt;. Medan: Grasindo Monoratama, hal: 7–35.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Couperus, P. Th., 1855. &lt;em&gt;De Residentie Tapanoeli &lt;/em&gt;(&lt;em&gt;Sumatra’s Westkust&lt;/em&gt;) &lt;em&gt;in 1852 &lt;/em&gt;dalam &lt;strong&gt;TBG (V).&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Haviland, William A., 1988. &lt;strong&gt;Antropologi&lt;/strong&gt;. Jakarta: Erlangga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Hoed, Benny H., 2004. &lt;em&gt;Bahasa dan sastra Dalam Tinjauan Semiotik dan Hermeneutik&lt;/em&gt; dalam Christomy &amp;amp; Untung (ed.) &lt;strong&gt;Semiotika Budaya&lt;/strong&gt;. Jakarta: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Direktorak Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Kévonian, Kéram, 2002. &lt;em&gt;Suatu Catatan Perjalanan di Laut Cina Dalam Bahasa Armenia&lt;/em&gt; dalam &lt;strong&gt;Lobu Tua Sejarah Awal Barus &lt;/strong&gt;(Claude Guillot, ed.). Jakarta: École française d’Extrême-Orient, Association Archipel, Pusat Penelitian Arkeologi, dan Yayasan Obor Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Poerbatjaraka, 1992. &lt;strong&gt;Agastya di Nusantara&lt;/strong&gt;. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Ricoeur, Paul, 1982. &lt;strong&gt;Hermeneutics and The Human Sciences&lt;/strong&gt;. Cambridge: Cambridge University Press.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Sastri, K.A. Nilakanta, 1932. &lt;em&gt;A Tamil Merchant-guild in Sumatra&lt;/em&gt; dalam &lt;strong&gt;Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde&lt;/strong&gt;. Batavia: Kononklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Siahaan, E. K., dkk., 1977/1978. &lt;strong&gt;Survei Monograpi Kebudayaan Pakpak Dairi di Kabupaten Dairi&lt;/strong&gt;. Medan: Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Museum Sumatera Utara Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Sinuhaji, Tolen dan Hasanuddin, 1999/2000. &lt;strong&gt;Batu Pertulanen di Kabupaten Pakpak Dairi&lt;/strong&gt;. Medan: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;Subbarayalu, Y., 2002. &lt;em&gt;Prasasti Perkumpulan Pedagang Tamil di Barus Suatu Peninjauan Kembali&lt;/em&gt; dalam &lt;strong&gt;Lobu Tua Sejarah Awal Barus&lt;/strong&gt;,&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Claude Guillot (ed.). Jakarta: École française d’Extrême-Orient, Association Archipel, Pusat Penelitian Arkeologi, dan Yayasan Obor Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Voorhoeve, P., 1972. &lt;em&gt;Sanskrit Maandnamen in het Bataks &lt;/em&gt;dalam &lt;strong&gt;Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 128, no. 4&lt;/strong&gt;. Leiden: KITLV, Hal: 494–496.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify; margin-left: 72pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Zoetmulder, P.J., 1985. &lt;strong&gt;Kalangwan Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang&lt;/strong&gt;. Jakarta: Djambatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-2424633426696296525?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/2424633426696296525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=2424633426696296525' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2424633426696296525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2424633426696296525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/01/tentang-pakpak.html' title='Tentang Pakpak'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-55474879751980834</id><published>2010-01-03T18:32:00.000-08:00</published><updated>2010-01-03T18:35:50.833-08:00</updated><title type='text'>PT Bank Sumut Cabang Pembantu Barus Diresmikan</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.formatnews.com/photo/1214311669banksumut.jpg" width="590"&gt;Dalam upaya untuk mendukung dan meningkatkan serta merubah tatanan perekonomian masyarakat Tapanuli Tengah (Tapteng) khususnya di Kecamatan Barus. PT Bank Sumut Cabang Sibolga membuka cabang pembantu di Kecamatan Barus beralamat di Jalan Zainul Arifin Kelurahan Pasar Batu Gerigis.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;MASRIL RAMBE-BARUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor cabang Barung memiliki wilayah kerja 9 kecamatan yakni Kecamaan Sorkam, Sorkam Barat, Pasaribu Tobing, Sosorgadong, Barus, Barus Utara, Andam Dewi, Sirandorung dan Manduamas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara peresmian dan pengoperasian kantor PT Bank Sumut Cabang Pembantu Barus berlangsung Senin (28/12) di kompleks kantor PT Bank Sumut Cabang Pembantu Barus ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Tapteng Drs Tuani Lumban Tobing diwakili Asisten III Ekbang Drs Purba Siahaan serta dirangkai penyerahan bingkisan kepada 28 orang anak yatim disaksikan Wakil Ketua DPRD Tapteng Jhonny Lumban Tobing, serta para muspika dari enam kecamatan. Usai peresmian dan pengguntingan pita. PT Bank Sumut Cabang Pembantu Barus langsung melakukan penerimaan nasabah, tercatat sebagai penabung pertama sekaligus dengan nomor rekening 001 adalah Tokoh Masyarakat Tapteng Drs H Juneidi Tanjung MPd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan PT Bank Sumut Cabang Sibolga SaidiSE dalam sambutannya mengatakan, bahwa acara peresmian seyogiaya d hadiri langsung Dirut PT Bank Sumut, namun karena sesuatu hal, beliau tidak dapat hadir dan beliau menitipkan pesan kepada seluruh warga Barus. "Salahsatu pemilik salam PT Bank Sumut adalah Pemkab Tapteng yang menyisihkan APBD untuk di setorkan sebagai investasi saham penyertaan modal kepada PT Bank Sumut Cabang Sibolga yang operasionalnya mengalami perkembangan dengan memperoleh laba cukup signifikan. Sebahagian laba disisihkan dalam bentuk devidin yang setiap tahun di kembalikan kepada Pemkab Tapteng," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saidi mengatakan, PT Bank Sumut tidak kemana-mana, tetapi ada di mana-mana, karena itu ia mengajak kepada seluruh warga Barus dan sekitarnya agar mempergunakan jasa Bank Sumut untuk peningkatan usaha perekonomian masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini warga Barus, para PNS harus pergi jauh ke Sibolga maupun ke Pandan untuk mempergunakan jasa PT Bank Sumut untuk melakukan pengembangan usaha. Namun saat ini, sudah ada di Barus sehingga tidak lagi perlu ke Sibolga maupun ke Pandan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak akan berubah nasibmu kalau tidak kamu yang merubahnya sendiri" dengan pengertian ayat ini Saidi mengatakan  bahwa kehadiran PT Bank Sumut di Barus dan sekitarnya ini adalah untuk merubah nasib perekonomian di daerah Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bupati Tapteng Drs Tuani Lumban Tobing Msi diwakili Asisten III Ekbang Drs Purba Siahaan mengucapkan terima kasih kepada Direksi PT Bank Sumut yang telah membuka Kantor Cabang Pembantu Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mudah-mudahan dengan berdirinya kantor ini, dapat meningkatkan pertumbahan ekonomi di Barus dan sekitarnya demi kelangsungan pembangunan di Tapteng," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan Siahaan, PT Bank Sumut Cabang Sibolga dengan Pemkab Tapteng merupakan dua lembaga yang saling berhubungan. Karena itu, keberadaan PT Bank Sumut di Barus diharapkan akan mendorong perekonomian sesuai dengan kebutuhan pasar yang pada gilirannya meningkatkan  kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua DPRD Tapteng, Jhonny Lumban Tobing juga mengucapkan terimakasih kepada Direksi PT Bank Sumut yang telah membuka kantor Cabang pembantu Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menuturkan kebijakan PT Bank Sumut merupakan, upaya untuk peningkatan pelayanan di bidang jasa keuangan baik berupa jasa simpan pinjam maupun bentuk simpanan. Untuk itu, seluruh masyarakat yang berada di enam Kecamatan ini agar dapat memanfaatkan jasa PT Bank Sumut sebagai sarana mendorong kegiatan ekonomi. Sebab melalui Bank Sumut, dana masyarakat di jamin aman, sedangkan fasilitas kredit akan cepat dengan bunga yang cukup kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turut hadir dalam acara peresmian kantor PT Bank Sumut Cabang Pembantu Barus, Anggota DPRD Tapteng Ir Hermunsyah Siambaton, Sukran Tanjung, Mahyudin Lubis, Camat Barus Sehat Munte SPd, para Kepala UPT Diknas, muspika dari enam Kecamatan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-55474879751980834?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/55474879751980834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=55474879751980834' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/55474879751980834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/55474879751980834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2010/01/pt-bank-sumut-cabang-pembantu-barus.html' title='PT Bank Sumut Cabang Pembantu Barus Diresmikan'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-3223780623773125722</id><published>2009-11-28T18:00:00.000-08:00</published><updated>2009-11-28T18:02:16.043-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Culture: Relations between China and Arabs are the result of individuals</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.middle-east-online.com/pictures/big/_35902_YIWU.jpg" width="590"&gt;Smoke from hookah pipes and the aroma of lamb skewers on the grill mix in the chilly autumn air as men talk loudly in Arabic over pulsating music beneath the neon glow of restaurant signs.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The scene could be unfolding in any number of cities in the Middle East -- but this is eastern China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yiwu, a city of two million people 300 kilometres (190 miles) south of Shanghai, has become a crossroads on what has been dubbed a "New Silk Road" between China and the Middle East, attracting more than 200,000 Arab traders each year.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"China is becoming easy -- people who cannot speak Chinese or English can come here now," Ashraf Shahabi, 29, said between greeting customers at his Al-Arabi restaurant, one of a dozen Arab eateries lining Yiwu's Exotic Street.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China made it easier for Arabs to obtain visas, said Ben Simpfendorfer, Royal Bank of Scotland's chief China economist, who has studied Chinese-Arab ties.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yiwu officials went further. To promote their massive wholesale market, they helped set up a mosque, encouraged Arabic language schools and allowed the city to become home to an estimated 3,000 Arab permanent residents, officials said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shahabi witnessed the city's transformation. He left Jordan in 2002 to work in his uncle's restaurant, then one of Yiwu's few Arab establishments.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He learned Mandarin, started a trading business and married a Chinese woman, who converted to Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afghans were the first to stream into Yiwu, followed by even more Iraqis, also escaping the US-led invasion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The number of traders from the Arab world then started to rise alongside surging world oil prices and growing spending power in the Middle East, he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It's all because of Futian," Shahabi said, using the local name for Yiwu's sprawling small goods wholesale market.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It's the biggest market in the world. The quality's not so good, but the price is very good."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The market covers four million square metres (43 million square feet) -- and is growing. Yiwu officials boast it would take a year to visit all of the more than 62,000 booths, even if you spent just three minutes at each one.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On a mural welcoming visitors to Futian, bearded men with scimitars on their belts trade pelts to Chinese for embroidered silk, but an enormous range of modern goods awaits today's traders.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The halls are a catalogue of everything "Made in China" -- more than 1.7 million products are sold here, from ukeleles to bunny backpacks, fake iPods to fake eyelashes, netbooks to non-stick frying pans, women's shoes to power tools.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"It's really a country," said Lebanese trader Bashar Wehebe, surveying the shopping mall-like atmosphere while waiting for a sample of a spoon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yiwu caters to traders like Wehebe, who buy in quantities of tens instead of tens of thousands like Carrefour or Wal-Mart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The 28-year-old first came to Yiwu five months ago -- this is now his third trip, with the range and quantity of goods he buys increasing with each visit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He planned to fill three containers with up to 500 different items to sell back home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Traders rely on Chinese guides and translators -- many of them Arabic speakers -- to help navigate and negotiate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;More than 60 percent of Yiwu businesses look for Arabic language skills when hiring, according to a labour survey reported by a state newspaper in November 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Many of the local schools offer Arabic classes," said Ma Chunzhen, the Beijing-appointed imam at Yiwu's mosque.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The mosque, a converted factory, was donated by the municipal government in 2004, and foreign and Chinese Muslims paid to renovate it, he said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"We started with one hundred Muslims coming for Friday prayers. Then we had one thousand, two thousand and now it's six thousand. It grew very quickly," Ma said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yiwu emphasises the fact that relations between China and the Middle East are very much the result of individuals," said Simpfendorfer, who has documented China's growing ties to the Arab world in his book "The New Silk Road".&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.middle-east-online.com/english/?id=35902"&gt;&lt;br /&gt;"There is a tendency to assume commercial relations between China and the Middle East are all about oil ... that's not the case."&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-3223780623773125722?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/3223780623773125722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=3223780623773125722' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3223780623773125722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3223780623773125722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/11/culture-relations-between-china-and.html' title='Culture: Relations between China and Arabs are the result of individuals'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-4129277694204295945</id><published>2009-11-27T13:44:00.000-08:00</published><updated>2009-11-27T13:45:48.757-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Menyelusuri Laut Menuju Masjid</title><content type='html'>&lt;img src="http://foto.detik.com/images/content/2009/11/27/157/menuju1.jpg" width="590"&gt;Tadi pagi umat Muslim berbondong-bondong menuju masjid untuk melaksanakan Salat dul Adha. Bagi warga yang tinggal di pelabuhan di Jakarta, mereka harus &lt;a href="http://foto.detik.com/readfoto/2009/11/27/173835/1249939/157/1/menyelusuri-laut-menuju-masjid?992205462"&gt;menggunakan rakit menuju masjid.&lt;/a&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-4129277694204295945?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/4129277694204295945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=4129277694204295945' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/4129277694204295945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/4129277694204295945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/11/menyelusuri-laut-menuju-masjid.html' title='Menyelusuri Laut Menuju Masjid'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-2492124170643716654</id><published>2009-11-25T08:28:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T08:31:15.272-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>NU Peringati 100 Tahun KH Zainul Arifin</title><content type='html'>&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/Svrs8aANNqI/AAAAAAAAB5Q/Tz5az7fm1UI/s400/zainul.jpg" width="590"&gt;Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, Rabu (25/11) malam, menggelar peringatan 100 tahun KH Zainul Arifin, ulama dan tokoh nasional yang nyaris terlupakan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hadir dalam acara yang dilaksanakan Lajnah Taklif wan Nasyr (LTN) NU tersebut Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, hadir Ketua DPR Marzuki Alie, Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Syaifuddin, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Achmad Mubarok, dan Ketua F-PKB DPR Marwan Jafar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, Hasyim mengatakan, peringatan tersebut harus dijadikan tonggak generasi saat ini untuk meneladani kepahlawanan mantan Wakil Perdana Menteri dan Ketua DPRGR di era Bung Karno itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketulusan dalam perjuangan dan moral perjuangannya perlu dan harus kita teladani," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan, meski merupakan tokoh besar, Zainul cenderung terlupakan, seolah tenggelam oleh tokoh NU sezamannya maupun yang belakangan, yang lebih dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Padahal, sejarah mencatat beliau tokoh pertama NU yang menduduki jabatan eksekutif, yakni wakil perdana menteri di Kabinet Ali Sastroamijoyo," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainul juga merupakan tokoh NU pertama yang menduduki jabatan legislatif sebagai Ketua DPRGR. "Semoga ini tidak sekadar romantisme tapi menjadi teladan semua anak bangsa," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada dikemukakan Gus Dur, jasa Zainul terhadap negara sangat besar dan patut diteladani. "Warisannya yang masih diperingati sampai saat ini adalah Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan kabinet masanya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainul juga mendirikan dan memimpin Laskar Hizbullah, salah satu milisi yang memainkan peranan penting di masa menjelang dan awal kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Zainul Arifin, yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional itu, juga terkenal saat peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Bung Karno pada tahun 14 Mei 1962.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, ketika sedang shalat Idul Adha, seorang anggota pemberontak kelompok Kartosuwiryo mencoba menembak Bung Karno, tetapi meleset dan mengenai Zainul.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-2492124170643716654?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/2492124170643716654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=2492124170643716654' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2492124170643716654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2492124170643716654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/11/nu-peringati-100-tahun-kh-zainul-arifin.html' title='NU Peringati 100 Tahun KH Zainul Arifin'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/Svrs8aANNqI/AAAAAAAAB5Q/Tz5az7fm1UI/s72-c/zainul.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-9209424291434114938</id><published>2009-11-14T06:34:00.000-08:00</published><updated>2009-11-14T06:36:31.261-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>Tasawuf Yang Tertindas: Kajian Hemeneutik Terhadap Karya-karya Hamzah Fansuri</title><content type='html'>&lt;img src="http://i423.photobucket.com/albums/pp316/elang_gunung74/upload3/P7270083.jpg" width="590"&gt;Peniadaan nama Hamzah Fansuri dan jejaknya dalam sejarah adalah sesuatu yang disengaja, dan merupakan kelanjutan dari perintah pemusnahan karya-karyanya yang dipandang penuh dengan ajaran-ajaran yang berbahaya dan menyesatkan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Tidak hanya itu, Hamzah Fansuri juga dikejar-kejar sebagai buronan istana, dan banyak pengikutnya yang dibunuh. Nama Hamzah Fansuri muncul ke permukaan oleh murid-muridnya yang setia melalui upaya penyalinan karya-karyanya yang berhasil diselamatkan dari tragedi pembakaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang muncul kepada kita setelah tiga abad kematiannya adalah: “Benarkah ajaran tasawuf Hamzah Fansuri itu sesat? Tidakkah apa yang ia alami sama dengan apa yang dialami Al-Hallaj yang hukuman matinya lebih merupakan peristiwa politik?”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-9209424291434114938?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/9209424291434114938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=9209424291434114938' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/9209424291434114938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/9209424291434114938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/11/tasawuf-yang-tertindas-kajian.html' title='Tasawuf Yang Tertindas: Kajian Hemeneutik Terhadap Karya-karya Hamzah Fansuri'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i423.photobucket.com/albums/pp316/elang_gunung74/upload3/th_P7270083.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-1189333748864557136</id><published>2009-11-13T05:13:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T05:20:58.599-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>PSPM Padang Masiang Libas Sahata Pandan 4-0</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/Sv1dCj7LacI/AAAAAAAAB6Q/jZy5g2QLlw8/s1600-h/barus.PNG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/Sv1dCj7LacI/AAAAAAAAB6Q/jZy5g2QLlw8/s400/barus.PNG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5403577426499037634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kesebelasan tuan rumah PSPM Padang Masiang, Kecamatan Barus berhasil mengalahkan Sahata FC dari Kecamatan Pandan dengan skor 4-0 dalam lanjutan turnamen sepakbola piala Bupati dan ketua PSTT di lapangan Merdeka, Barus (11/11).&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan yang dipimpin wasit dari Pengcab PSTT Saiful Lubis ini berlangsung cepat dan keras. Kedua kesebelasan tampak saling melakukan serangan, walaupun kondisi lapangan pada hari itu sedikit kurang bagus. Karena saat kick off dimulai, hujan terus mengguyur Kota Barus. Namun keduasebelasan masih mampu menunjukkan tehnik–tehnik permainan, sehingga membuat penonton yang mencapai ribuan orang memadati lapangan merdeka Barus bersorak-sorai kepada kedua tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada babak pertama, tuan rumah PSPM Padang Masiang di bawah asuhan Samsudar Meha dan Amasnyah mendominasi permainan. Terbukti pada menit ke-19 Streker PSPM Candra nomor punggung 19  berhasil membobol gawal Sahata FC dari Kecamatan Pandan yang dikawal oleh Ammar melalui sundulan kepala setelah menerima umpan tarik dari rekannya. Ketinggalan 0-1 tidak membuat anak asuhan Muhammat Pasaribu ini menjadi putus asa. Serangan demi serangan dilancarkan untuk menyamakan kedudukan. Namun karena ketatnya barisan bawah pertahanan PSPM, tidak mamu membuahkan hasil untuk menyamakan kedudukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewis pemain asal Sibolga yang menjadi bintang dalam pertandingan ini berhasil menambah keunggulan bagi tuan rumah pada menit ke 30. Setelah terjadi kesalahpahaman antara pemain bawah sahata FC langsung disambar Lewis. Kemudian, sekitar dua menit, Lewis kembali menambah keunggulan untuk tuan rumah sehingga kedudukan berubah menjadi 3-0 tim tuan rumah PSPM Padang Masiang. Menjelang babak pertama usai, Sahata FC berusaha terus untuk memperkecil kekalahan melalui serangan-serangan balik yang dibangun dari sektor kiri, bahkan sekitar menit ke-40, gawang Fauzi nyaris kebobolan. Hingga turun minum, kedudukan sementara 3-0 untuk kemenangan PSPM Padang Masiang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada babak kedua, kedua kesebelasan sudah mulai nampak kelelahan. Karena sejak babak pertama, hujan secara terus mengguyur lapangan Merdeka Barus, sehingga membuat pola permainan sedikit menurun dan tidak bisa berkembang. Namun, sesekali anak-anak dari PSPM melakukan serangan kearah gawang Sahata FC Pandan. Begitu juga dengan anak-anak Sahata FC melalui serangan-serangan balik untuk memperkecil kekalahan terus dilancarkan. Akan tetapi, karena rapatnya pertahanan barisan bawah PSPM sehingga upaya yang dilancarkan oleh anak-anak Sahata FC dapat dimentahkan. Bahkan sebaliknya pemain PSPM Padang Masiang kembali memperbesar kemenangan melalui tendangan keras pemain nomor punggung 19 Lewis pada ke-58. Sehingga kedudukan menjadi 4-0 dan hingga babak kedua berakhir PSPM menang telak 4-0 atas sahata FC.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-1189333748864557136?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/1189333748864557136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=1189333748864557136' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1189333748864557136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1189333748864557136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/11/pspm-padang-masiang-libas-sahata-pandan.html' title='PSPM Padang Masiang Libas Sahata Pandan 4-0'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/Sv1dCj7LacI/AAAAAAAAB6Q/jZy5g2QLlw8/s72-c/barus.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-5061763829054402125</id><published>2009-11-12T06:56:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T07:00:10.464-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Zulkaidah br Harahap: Ratu Opera Tilhang dan Serindo</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/z/zulkaidah-harahap/zulkaidah_harahap.jpg" width="590"&gt;Zulkaidah br Harahap), mantan maskot (ratu) opera Batak pimpinan Tilhang Gultom (1960-1973) dan Opera Serindo (1973-1985), menggambarkan perjalanan kehidupannya sebagai seniman tradisi Batak dengan ucapan: Ngeri-ngeri sedap! Bermakna bahwa menjadi seniman tradisi seperti yang ia geluti selama ini ternyata penuh dinamika.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suka dan duka kerap berjalan beriring. Jarak yang memisahkan keduanya pun terkadang begitu tipis meski di lain waktu bisa begitu jauh merentang; ibarat bumi dan langit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi ketika nasib opera Batak yang ia geluti sejak tahun 1963 kini sudah lebih dari dua dekade mati suri. Zulkaidah pun dipaksa menerima kenyataan jauh lebih buruk. Bukan saja ia kehilangan panggung seni yang menghidupinya, tetapi sekaligus kehilangan kesempatan memenuhi wasiat (alm) Tilhang Gultom agar ia tetap bisa menghidupi seni tradisi yang ikut membesarkannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar bisa bertahan hidup, Zulkaidah harus berjualan tuak dan kacang goreng keliling. Ikut kapal penyeberangan Danau Toba dari Tuktuk ke Tomok di Pulau Samosir sudah kerap ia jalani. Setiap ada keramaian di desa-desa yang bisa ia capai, tentu akan didatanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, satu hal yang tak pernah ia lupakan, ke mana pun pergi aneka jenis sulim—seruling khas yang biasa ia gunakan untuk mendendangkan lagu-lagu opera Batak—selalu menyertainya, bahkan di kala tidurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sambil jual tuak dan kacang goreng, ketika lagi tidak ada pembeli, kutiuplah sulim dalam irama lagu ungut-ungut (lagu kesedihan). Pernah sekali waktu, saat aku tiup sulim sambil duduk di pokok kayu tak jauh dari pesta keramaian, eh, datang bapak-bapak. Katanya, ’Namboru, sedih ’kali, ya, suara sulim-nya.’ Lalu orang pun satu per satu datang. Pokoknya ramai," ujar Zulkaidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, tambahnya, tak ada lagi orang ke pesta itu. "Semua ngerubungi aku. Pemilik pesta pun datang, bayarin tuak dan kacang goreng. Dia borong semua, tapi dengan syarat aku dimintanya pergi. Kejadian seperti itu sering terulang di banyak tempat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini pun, meski tak lagi jualan keliling lantaran usianya kian senja, ia masih berjualan tuak serta sedikit penganan di kedai kopinya di tepi jalan raya Desa Tiga Dolok, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Di salah satu tiang penyanggah, tak jauh dari tempat penggorengan, tersangkut kantong kain lusuh berisikan peralatan sulim, yang hingga kini masih setia menemani Zulkaidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemui pada suatu malam gerimis di Pusat Latihan Opera Batak (PLOt) di Pematang Siantar, beberapa waktu lalu, Zulkaidah begitu energik ketika memainkan sulim dan hasapi (kecapi dua tali) secara bergantian. Sesekali vokalnya yang bening muncul ke permukaan lewat nyanyian onang-onang (tentang adat istiadat) dan ungut-ungut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masanya, berkat talenta bermain sulim dan vokalnya yang bening itu, Zulkaidah tak ubahnya bagai "ratu" yang selalu ditunggu kemunculannya di atas panggung opera Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak bergabung sebagai tukang masak dan penjaga anak-anak para pemain opera Batak pada usia 13 tahun, Zulkaidah sudah merasakan pahit getir hidup di tengah komunitas seni tradisi. Sampai kemudian "karier"-nya meningkat menjadi pemain, pemusik, dan pelantun lagu-lagu opera Batak, ia pun tampil bagai sri panggung yang diidolakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi sejak suara beningnya mulai di-"rekam" dengan tape recorder saat ia diundang ke rumah orang-orang kaya, Zulkaidah mengaku serasa bagai hidup di atas awan. Katanya, "Seperti melayang-layang. Ke mana-mana dijemput naik sedan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/kYjQ5icGL4s&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/kYjQ5icGL4s&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, setelah bangkrut pun ia mengaku masih "melayang-layang" bila ada wartawan datang, difoto-foto, dan masuk koran. Tak peduli para tetangga kerap men-cemeeh-nya sebagai seniman penjual kacang goreng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih-lebih saat Rizaldi Siagian (etnomusikolog yang saat itu, 1989, masih sebagai dosen di Universitas Sumatera Utara) datang ke gubuknya. Rizaldi mengajak Zulkaidah pergi untuk ikut pentas di tempat yang baginya bagai tak terjangkau: New York, Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ke Amerika! Ya, ke Amerika. Ini foto-fotonya dan ini fotokopi koran-koran orang Amerika tentang kami. Lalu, ini piagam dari panitia dan dari pemerintah," kata Zulkaidah begitu antusias. Juga ketika ia bercerita tentang lawatan mereka ke Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua sisi mata uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Opung meninggal tahun 1973. Sebelum meninggal, ia minta agar aku meneruskan kelangsungan grup opera Batak yang telah ia bangun dengan susah payah. Kata dia, ’Boru Harahap, jangan kau sia-siakan usaha ini. Kalau kau sia-siakan, awas kau!’ Begitu Opung bilang, seperti mengancam," kata Zulkaidah mengenang awal dari peristiwa kebangkrutan opera Batak yang ditinggalkan Tilhang Gultom, sang pendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada catatan persis bagaimana kehadiran jenis opera yang lebih mirip teater keliling ini di tanah Batak. Namun, yang pasti, nama Tilhang Oberlin Gultom selalu dikaitkan sebagai pemicu "kelahiran"-nya pada 1920-an ketika ia menggelar tontonan ini di pedalaman Tapanuli Utara. Adapun istilah opera Batak itu sendiri dilekatkan Diego van Biggelar, misionaris Belanda yang datang ke Pulau Samosir pada 1930-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal (alm) Tilhang Gultom, atas persetujuan keluarga Tilhang Gultom, perempuan kelahiran Desa Bunga Bondar, Sipirok, Tapanuli Selatan, ini memutuskan melanjutkan usaha pertunjukan opera Batak bernama Seni Ragam Indonesia alias Serindo tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghidupi sekitar 70 anggota, ia jual sebagian besar harta yang sempat dikumpulkannya selama menjadi maskot opera Batak semasa Tilhang Gultom. Sawah, tanah, serta perhiasan emas yang melingkari leher, lengan, dan pergelangan kakinya pun dilego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serindo kembali menggelar pertunjukan keliling dari desa ke desa. Akan tetapi, ternyata "dunia luar" sudah berubah. Penontonnya sebagian besar sudah pergi ke pertunjukan dangdut dan televisi, sementara pajak tontonan dan "pajak" tak resmi dari oknum aparat membuat keuangan Serindo kelimpungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal hidup terus terkuras, sampai akhirnya Zulkaidah menyerah. Tahun 1985 grup opera Batak Serindo ia kembalikan ke pemiliknya, keluarga (alm) Tilham Gultom. Sekitar 45 anggota yang masih tersisa akhirnya ia bubarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup dari seni tradisi dan menghidupi seni tradisi, bagi Zulkaidah, ibarat dua sisi dari keping mata uang. Sejak bergabung sebagai tukang masak sampai pada satu masa menjadi tauke grup tersebut, opera Batak bagai sudah mengalir dalam darahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi seniman tradisional seperti kami ini, ya, ngeri-ngeri sedaplah. Bagaimana tak sedap, waktu di Jepang dan Amerika, semua orang hormat. Tidur di hotel mewah, makan tak kurang. Awak merasa kayak presiden saja, padahal cuma penjual kacang goreng," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi begitu pulang ke rumah, habis dari hotel mewah tidur di tikar. Air kadang tak ada, makan sehari-hari pun terancam. Belum lagi awak di-cemeh orang kampung. Ha-ha-ha.... Kadang-kadang awak berpikir, macam mana pula ini. Tapi sudahlah, darah kita kan sudah di kesenian...." (Kenedi Nurhan, Kompas, Selasa 18 Desember 2007)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-5061763829054402125?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/5061763829054402125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=5061763829054402125' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5061763829054402125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5061763829054402125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/11/zulkaidah-br-harahap-ratu-opera-tilhang.html' title='Zulkaidah br Harahap: Ratu Opera Tilhang dan Serindo'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-7526530292951075416</id><published>2009-11-11T00:22:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T00:25:41.055-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Darul Mursyid Luncurkan Pemakaian Jaringan Wifi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/Svp0uuLJSCI/AAAAAAAAB5A/XmzrP_x_qNc/s1600-h/dar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/Svp0uuLJSCI/AAAAAAAAB5A/XmzrP_x_qNc/s400/dar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402759049001912354" /&gt;&lt;/a&gt;Upaya mewujudkan visi menjadi Pesantren terbaik di Sumatera Utara dalam hal prestasi dan fasilitas, dan misi menghasilkan calon intelektual muslim yang mandiri, maka akhir tahun 2010, Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid, Simanosor Julu, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapsel telah membangun jaringan internet nirkabel (wifi) di lingkungan pesantren.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Dengan penambahan fasilitas ini, PDM menjadi pesantren pertama di Tapsel. Bahkan di Sumatera Utara yang memiliki jaringan internet Wifi dan menjadikan PDM sebagai salahsatu institusi pendidikan bertaraf nasional yang ada di Sumut,” ujar Wakil Direktur PDM, Drs H Syarifuddin Nasution didampingi Kepala Divisi Humas/Litbang PDM, Suryadi, kepada METRO Minggu (8/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://apakabarsidimpuan.com/2009/11/darul-mursyid-luncurkan-pemakaian-jaringan-wifi/"&gt;More&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-7526530292951075416?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/7526530292951075416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=7526530292951075416' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/7526530292951075416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/7526530292951075416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/11/darul-mursyid-luncurkan-pemakaian.html' title='Darul Mursyid Luncurkan Pemakaian Jaringan Wifi'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/Svp0uuLJSCI/AAAAAAAAB5A/XmzrP_x_qNc/s72-c/dar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-6055808172140501338</id><published>2009-11-10T07:18:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T07:26:04.323-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Peanornor: Zamrud Tapanuli Utara</title><content type='html'>&lt;img src="http://farm3.static.flickr.com/2547/4016072091_6228780286.jpg" width="590"&gt;Peanornor adalah sebuah daerah di Pahae Julu, Tapanuli Utara. Daerah ini cukup terkenal khususnya bagi masyarakat di Tapanuli utara karena di dalamnya terdapat beberapa institusi yang menjadi kebanggaan daerah sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar di atas diambil dari sebuah sekolah MAN, yang sumbernya di &lt;a href="http://www.flickr.com/photos/syairhan/"&gt;sini&lt;/a&gt; atau di &lt;a href="http://www.flickr.com/photos/syairhan/sets/72157622472667433/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-6055808172140501338?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/6055808172140501338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=6055808172140501338' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/6055808172140501338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/6055808172140501338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/11/peanornor-zamrud-tapanuli-utara.html' title='Peanornor: Zamrud Tapanuli Utara'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm3.static.flickr.com/2547/4016072091_6228780286_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-6717212236818613082</id><published>2009-11-10T02:01:00.000-08:00</published><updated>2009-11-10T02:04:25.841-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Ruang Bawah Tanah MRT Akan Dilengkapi Pusat Perbelanjaan</title><content type='html'>&lt;img src="http://farm4.static.flickr.com/3213/2701510448_7f9ac5e9d3.jpg" width="590"&gt;Masyarakat DKI Jakarta boleh sumringah. Sebab, pada tahun 2016 nanti, bukan cuma moda transportasi idaman Mass Rapid Transportation (MRT) yang bakal bisa dinikmati masyarakat di Ibukota. Kelak pada tahun tersebut, selain akan dioperasikan jalur MRT, di ruang bawah tanah jalur MRT itu juga akan disesaki oleh stand-stand belanja bertaraf internasional.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rencana itu bukan tanpa dasar. Dibangunnya berbagai fasilitas itu untuk mendukung peran MRT. Dengan kata lain, MRT tidak hanya sekadar menjadi moda transportasi semata. Tapi, juga memiliki konsep pengembangan kota (urban development).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang desain awalnya seperti itu, kita buat mirip seperti di Singapura,” ungkap Direktur Teknik PT MRT, Rachmadi melalui kepada KONTAN, Kamis (20/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rachmadi menambahkan, kelak bukan hanya stand-stand belanja saja yang disediakan. Selain itu, akan ada kantong parkir sistem park and ride seperti park and ride busway di halte Ragunan (koridor VI). “Desain lengkap akan kami beritahukan ke masyarakat luas pada Oktober nanti,” kata Rachmadi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-6717212236818613082?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/6717212236818613082/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=6717212236818613082' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/6717212236818613082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/6717212236818613082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/11/ruang-bawah-tanah-mrt-akan-dilengkapi.html' title='Ruang Bawah Tanah MRT Akan Dilengkapi Pusat Perbelanjaan'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm4.static.flickr.com/3213/2701510448_7f9ac5e9d3_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-3979296051137895020</id><published>2009-11-09T04:16:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T04:17:36.232-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><title type='text'>Industri Perbankan Syariah masih Kekurangan 14.521 SDM</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/04/21/0609239p.jpg" width="590"&gt;Industri perbankan syariah masih kekurangan 14.521 sumber daya manusia (SDM) untuk mengantisipasi produk dan perkembangan syariah. Dunia perbankan syariah perlu segera mengantisipasinya.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akselerasi perkembangan bank syariah masih membutuhkan tenaga sebanyak 22.521 orang, dan saat ini baru sekitar 8.000 orang. Demikian hal tersebut dikemukakan oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) Firmanzah dalam jumpa pers peluncuran Program MM (Magister Manajemen) Syariah FEUI di Jakarta, Senin (9/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi masih kurang sekitar 14.521 orang lagi untuk bisa mengantisipasi target lima persen dari total aset bank konvensional," kata Firmanzah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, salah satu upaya memenuhi kebutuhan tersebut pihaknya membuka Program baru MM Syariah. "Pembukaan program ini agar diikuti oleh universitas lainnya untuk bisa mencukupi SDM saat ini, karena kemampuan MM FEUI sekitar 60 orang pertahun," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek strategis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firmanzah mengungkapkan, Bank Indonesia saat ini telah merumuskan sebuah grand desain strategi pengembangan pasar perbankan syariah sebagai strategi komprehensif pengembangan pasar yang meliputi aspek-aspek strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek-aspek itu, lanjut dekan termuda ini, meliputi penetapan visi 2010 sebagai industri perbankan syariah terkemuka di ASEAN, pembentukan citra baru perbankan syariah nasional yang bersifat inklusif dan universal, pemetaan secara lebih akurat, pengembangan produk yang lebih beragam, peningkatan layanan, serta strategi komunikasi baru yang memposisikan perbankan syariah lebih dari sekedar bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firmanzah mengatakan, saat ini pertumbuhan perbankan syariah cukup pesat, yakni sebesar 35-40 persen dibanding saat berdiri pada 1992 lalu atau lebih besar dibanding Malaysia yang hanya 15-20 persen. Namun, kata dia, pesatnya industri itu menyebabkan perkembangan syariah di Indonesia kekurangan SDM yang berkualitas guna mengantisipasi pertumbuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi hal itu, tambah Firmanzah, FEUI membuka terobosan baru dengan membuka program keuangan syariah untuk mendidik mahasiswanya memiliki kemampuan menganalisa, memimpin dan mengaplikasikan hukum Islam (syariah) dalam fungsi keuangan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-3979296051137895020?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/3979296051137895020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=3979296051137895020' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3979296051137895020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3979296051137895020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/11/industri-perbankan-syariah-masih.html' title='Industri Perbankan Syariah masih Kekurangan 14.521 SDM'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-7442867824704552575</id><published>2009-11-06T20:24:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T20:25:54.072-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Palembang: Ke hotel naik helikopter</title><content type='html'>&lt;img src="http://img98.imageshack.us/img98/7594/27astons53jt4.jpg" width="590"&gt;Aston Palembang Hotel and Convention Center memberikan fasilitas VVIP bagi pelanggannya. Menjalin kerja sama dengan Air Pacifik Aviation Services sebuah perusahaan penerbangan komersial di Jakarta, Aston membuka layanan baru yang lebih eksklusif dengan menggunakan fasilitas helikopter.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Kita baru tadi (kemarin Red) melakukan uji coba pendaratan perdana di helipad Aston di lantai 18. Semua berjalan lancar seperti yang kita harapkan," ujar Herman Courbouis, general manager Aston kemarin (26/10) ditemui di ruang kerjanya. Dijelaskannya, sejak dibangun Aston Hotel sudah memiliki faslitas helipad. Hanya saja memang selama ini fasilitas tersebut belum pernah digunakan. Padahal, izin penggunaan helipad sudah dikantongi sejak satu tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herman mengungkapkan, uji coba pendaratan perdana helikopter jenis Bell dengan bobot sekitar 5 ton dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB. Heli milik perusahaan Air Pacifik mulai melakukan penerbangan dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II setelah melakukan manuver satu kali langsung mendarat mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah itu kita lakukan uji coba lagi dengan berkeliling dan mendarat untuk yang kedua kali. Sama seperti penerbangan pertama, pendaratan kedua juga berjalan dengan mulus di landasan dengan luas 144 meter," kata Herman yang ikut di helikopter melakukan percobaan pendaratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya kemampuan helipad yang dinilai bagus dalam melakukan pendaratan, tetapi kondisi ruangan di bawah hotel pun tidak mengalami gangguan getaran dan menimbulkan kebisingan. Saat uji coba, sejumlah petugas juga berada di ruang rapat lantai 18 untuk mendengarkan getaran dan suara dari helipad yang berada persis di atas meeting room Lotus dan Tulip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Petugas kita tidak mendengar adanya getaran di dalam ruangan. Dan suara kebisingan yang kuat. Jadi kondisi helipad di atas sudah benar-benar memadai untuk pendaratan helikopter dengan bobot hingga 6 ton dengan kapasitas 7 orang," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dengan sudah dilakukannya uji coba helipad ini, Aston bekerja sama dengan Air pacific akan membuat paket penawaran khusus. Sebab, saat ini Sumsel sudah menjadi banyak kunjungan sejumlah tamu VVIP yang ini terjaga privacy. Sehingga, dengan adanya layanan helipad ini akan memberikan kemudahan bagi siapa saja yang memanfaatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau sebelumnya kita memang meragukan ada tidaknya pasar. Tetapi dengan melihat perkembangan yang sudah maju saat ini jelas sangat terbuka. Sejumlah tamu penting tidak perlu lagi harus melalui jalur darat dan sering terjebak kemacetan, tetapi bisa langsung mendarat di Aston," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air Pacifik, sambung Herman, sudah memiliki pengalaman mengakut sejumlah tamu VVIP dari Jakarta. Termasuk sejumlah pengusaha minyak, tambang dan gas yang akan berkunjung ke Sumsel. "Kita juga akan mendapat kemudahan, sebab Air Pacifik adalah satu grup dengan pemilik Aston," akunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah fasilitas eksklusif juga akan disediakan mulai dari proses check in yang langsung dilakukan di lantai 18. Tamu yang menggunakan heli ke Aston akan mendapatkan layanan prima di executive lounge lantai 17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini saya kita sudah bisa layani. Helikopter sendiri akan stand by di Jakarta dan bisa on call jika dibutuhkan. Harga tiket yang akan kita tawarkan plus dengan paket menginap. Dan ini akan menjadi satu-satunya faslitas helipad pertama di Sumatera," katanya promosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-7442867824704552575?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/7442867824704552575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=7442867824704552575' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/7442867824704552575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/7442867824704552575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/11/palembang-ke-hotel-naik-helikopter.html' title='Palembang: Ke hotel naik helikopter'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-5099583324260221935</id><published>2009-11-06T20:08:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T20:10:20.697-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Sebuah foto dari Palembang</title><content type='html'>&lt;img src="http://img477.imageshack.us/img477/9131/imag0221mw1.jpg" width="590"&gt;Sebuah foto masyarakat palembang menikmati kota mereka. &lt;a href="http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=520501&amp;page=3"&gt;Lihat sumber di sini&lt;/a&gt;.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://img72.imageshack.us/img72/9982/imag0226fx1.jpg" width="590"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-5099583324260221935?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/5099583324260221935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=5099583324260221935' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5099583324260221935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5099583324260221935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/11/sebuah-foto-dari-palembang.html' title='Sebuah foto dari Palembang'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-2823559144651592337</id><published>2009-11-06T03:09:00.001-08:00</published><updated>2009-11-06T03:11:08.950-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>The Islamic Traditions of Cirebon: Ibadat and Adat Among Javanese Muslims</title><content type='html'>&lt;img src="http://epress.anu.edu.au/images/titles/b-thumb-itc.jpg" width="590"&gt;Theses at The Australian National University are assessed by external examiners and students are expected to take into account the advice of their examiners before they submit to the University Library the final versions of their theses. &lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;For this series, this final version of the thesis has been used as the basis for publication, taking into account other changes that the author may have decided to undertake. In some cases, a few minor editorial revisions have made to the work. The acknowledgements in each of these publications provide information on the supervisors of the thesis and those who contributed to its development. For many of the authors in this series, English is a second language and their texts reflect an appropriate fluency.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://buntetpesantren.org/index.php?option=com_wrapper&amp;Itemid=186"&gt;More&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-2823559144651592337?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/2823559144651592337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=2823559144651592337' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2823559144651592337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2823559144651592337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/11/islamic-traditions-of-cirebon-ibadat.html' title='The Islamic Traditions of Cirebon: Ibadat and Adat Among Javanese Muslims'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-4776582498459173642</id><published>2009-11-06T03:03:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T03:05:05.652-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>TAREKAT TIJANIYAH , Pesantren and Tarekat: The role of Buntet</title><content type='html'>&lt;img src="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/images/plate42.jpg" width="590"&gt;Currently in Buntet, another tarekat, the Tijaniyah, is much more dominant than Syattariyah. Tijaniyah seems to gain more and more attraction among the Javanese and thus, with special reference to Buntet, it deserves a special attention. In addition to this, as we shall see, Buntet has been one of the important door-ways for the  further spread of this tarekat to other parts of Java, especially West Java. It is this special role that in the subsequent discussion I wish to stress.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Origin of Tijaniyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarekat Tijaniyah was founded by Abu-‘Abbas Ahmad who claimed to be the 21st descendant of the Prophet Muhammad. He was born in 1150/1737 at ‘Ain Madi in south Algeria. His father, Muhammad bin Mukhtar, is said to have been a pious man of learning who lived and taught at ‘Ain Madi, whereas his mother, “Sayidah ‘Aisyah binti Abdullah bin Al-Sanusy-Attijany” was of the original Tijani tribe of ‘Ain Madi and thus the name At-Tijani for Abu-‘Abbas Ahmad is derived from his mother.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/ch08s03.html"&gt;More&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-4776582498459173642?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/4776582498459173642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=4776582498459173642' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/4776582498459173642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/4776582498459173642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/11/tarekat-tijaniyah-pesantren-and-tarekat.html' title='TAREKAT TIJANIYAH , Pesantren and Tarekat: The role of Buntet'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-8004113213075336374</id><published>2009-11-02T04:40:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T04:44:33.609-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Ekonomi Sumut terbaik di Indonesia</title><content type='html'>&lt;img src="http://widyapuri.net/blog/wp-content/uploads/2008/12/medan.jpg" width="590"&gt;Sumatera Utara mendapatkan peringkat pertama dan berhak mendapatkan penghargaan berprestasi dari menteri Keuangan RI atas kinerja ekonomi, keuangan dan kesejahteraan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Kominfo Pemprov Sumut Eddy Syofian menjelaskan pemberitahuan ini telah diterima Gubsu berdasarkan Surat Menkeu Nomor 5.386/MK/7/2009 tanggal 27 Oktober 2009 yang menguraikan bahwa penghargaan berprestasi ini didasarkan kriteria kinerja keuangan, kriteria ekonomi dan kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dijadwalkan Gubsu Syamsul Arifin akan menerima penghargaan prestasi tersebut dari menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati di gedung Departemen Keuangan RI di Jakarta Senin (2/11) malam,” kata Eddy dalam siaran persnya kepada Waspada Online malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskannya, penghargaan dimaksud dijadwalkan diserahkan menteri bersama delapan gubernur lainnya yaitu gubenur Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan dan Kepulauan Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu 46 dari 524 kabupaten dan kota di Indonesia juga akan menerima penghargaan ini, dari Sumut terdapat tiga kabupaten dan kota masing-masing Simalungun, Labuhanbatu dan kota Binjai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  informasi dari pihak Depkeu kriteria Sumut masuk peringkat pertama dari sembilan provinsi berdasarkan kriteria kinerja keuangan antara lain pendapatan asli daerah (PAD) Sumut naik rata-rata di atas nasional dalam tiga tahun terakhir masing-masing tahun 2006 naik 12,87%, 2007 naik 9,80% dan 2009 naik 32,19%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya proses penetapan Perda APBD diterima oleh pemerintah pusat mulai APBD 2009, P-APBD 2009 dan APBD 2010 tepat waktu sesuai Permendagri Nomor 13 tahun 2006. Bahkan se-Indonesia APBD 2010 Sumut nomor tercepat nomor tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap penilaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2008 naik dua tingkat menjadi memperoleh Opini Wajar dengan Pengecualian (OWP) dari tiga tahun sebelumnya pada peringkat terendah (disclaimer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eddy Syofian menjelaskan dalam kriteria ekonomi dan kesejahteraan pertumbuhan ekonomi Sumut tahun 2009 sebesar 6,39% sementara nasional 5,9%, indeks pembangunan manusia (IPM) urutan ke-8 nasional sebesar 72,8 sedangkan nasional 70,59.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inflasi 10,72% Sumut tahun 2008 di bawah rata-rata nasional 11,06%, tingkat pengangguran 8,25% atau 51.000 pengangguran sedangkan nasional 10,20%, tingkat kemiskinan 12,56% sedangkan nasional 15,42%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan penghargaan ini tentunya akan memacu bikrokrasi dan masyarakat termasuk kabupaten dan kota untuk terus mempertahankan iklim kindusif, mendorong terwujudnya tata pemerintahan yang baik serta tumbuhnya kebersamaan dan sinergitas provinsi dengan kabupaten dan kota untuk menggerakkan perekonomian Sumut,” sebutnya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=63395:ekonomi-sumut-terbaik-di-indonesia&amp;catid=18:bisnis&amp;Itemid=95"&gt;&lt;br /&gt;Diakui Eddy Syofian keberhasilan ini juga merupakan peran cukup besar dari DPRD Sumut yang secara bersama-sama dengan eksekutif merancang, merumuskan dan membahas APBD sehingga tepat waktu.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-8004113213075336374?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/8004113213075336374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=8004113213075336374' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/8004113213075336374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/8004113213075336374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/11/ekonomi-sumut-terbaik-di-indonesia.html' title='Ekonomi Sumut terbaik di Indonesia'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-6749913262024754003</id><published>2009-11-01T02:59:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T03:00:55.759-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Forum Bisnis Jawa Tengah Tawarkan 71 Proyek</title><content type='html'>&lt;img src="http://image.tempointeraktif.com/?id=5893" width="590"&gt;Provinsi Jawa Tengah akan menggelar ajang penawaran berbagai proyek dalam acara bertajuk Central Java Infrastructure Business Forum (CJIBF) 2009. Acara yang digelar di Hotel The Sunan Surakarta pada 18-19 November tersebut menawarkan 71 proyek dengan nilai Rp 10,7 triliun. "Kami berharap ajang ini semakin memantapkan investasi di Jawa Tengah," kata Kepala Badan Penanaman Modal Daerah Jawa Tengah Anung Sugihandono, Minggu (1/11).&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Forum tawar menawar proyek kali ini merupakan yang ke empat kalinya sejak digagas pada 2006 lalu. 71 proyek jumbo tersebut terdiri dari 8 proyek sektor infrastruktur, proyek sektor industri sebanyak 12 proyek, pertambangan empat proyek, pariwisata 16 proyek, pertanian 15 proyek dan properti 16 proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anung menegaskan, 71 proyek tersebut bisa ditawarkan dalam event tahunan tersebut setelah melalui berbagai kajian dan pertimbangan. Sebenarnya ada sekitar 270 usulan proyek yang diajukan kabupaten/kota di Jawa Tengah tapi yang disetujui hanya 71 proyek.&lt;br /&gt;Beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi sebuah proyek untuk ikut dalam ajang CJIBF adalah nilai investasinya minimal Rp 5 miliar untuk sektor agrobisnis dan Rp 10 miliar untuk non agrobisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pemerintah kabupaten/kota juga harus menyertakan tanda persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ersetujuan tersebut terutama bila proyek yang ditawarkan tersebut terkait dengan beberapa peraturan seperti Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Aset Negara/Daerah, Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastuktur, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anung menyatakan selama ini ajang CJIBF menjadi primadona bagi para investor untuk mencari proyek. Dalam ajang tersebut akan ditandatangani nota kesepakatan persetujuan proyek. Dalam pelaksanaan CJIBF III 2008, dari 62 proyek yang ditawarkan hanya berhasil disepakati 18 proyek dengan nilai investasi Rp 2,52 triliun. Anung berharap membaiknya perekonomian saat ini mendorong semakin banyak proyek yang berhasil mencapai penandatanganan kesepakatan. "Agar roda perekonomian Jawa Tengah juga semakin membaik," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, kata Anung, data realisasi investasi di Jawa Tengah sejak 2004-2009 menunjukan Kota Semarang masih menjadi tujuan utama investor. Selanjutnya, Jepara, Kabupaten Semarang, Sukoharjo, Klaten, Kendal dan Surakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bidang usaha di Jawa Tengah yang paling diminati penanaman modal dalam negeri (PMDN) adalah industri kayu, tekstil, barang dan alas kaki dari kulit, serta logam, mesin dan elektronik. Sedangkan bidang usaha yang paling diminati penanaman modal asing (PMA) antara lain perdagangan dan reparasi, industri kayu, tekstil, kimia dan farmasi serta industri kendaraan bermotor dan alat transportasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-6749913262024754003?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/6749913262024754003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=6749913262024754003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/6749913262024754003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/6749913262024754003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/11/forum-bisnis-jawa-tengah-tawarkan-71.html' title='Forum Bisnis Jawa Tengah Tawarkan 71 Proyek'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-5576827446629042988</id><published>2009-10-25T16:10:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T16:18:06.348-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>Marga Pohan Syukuran dan Satukan Komitmen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/SuTclCEMe0I/AAAAAAAABvU/tzYKmeOQBMA/s1600-h/pohan2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/SuTclCEMe0I/AAAAAAAABvU/tzYKmeOQBMA/s400/pohan2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396680782264433474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Parsadaan Pohan Dohot Anak Boruna (PARPORADA) mengadakan Halal Bi Halal 1430 H dan sekaligus memperingati HUT ke-3 PARPORADA di Hotel Madani Medan, Minggu (11/10). Di luar dugaan, diperkirakan tidak kurang 800 orang turut menghadiri acara tersebut.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Materi acaranya antara lain syukuran terpilihnya sejumlah anggota legislatif bermarga Pohan, penyantunan anak yatim, dan siraman rohani. Anggota Legislatif yang ditepungtawari (diulosi) antara lain adalah Drs Ramadan Pohan, MA (DPR RI dari Partai Demokrat), H Fadly Nurzal Pohan, SAg (DPRD Sumut dari Partai Persatuan Pembangunan), Dra Hj Srijati Pohan (DPRD Kota Medan dari Partai Demokrat), Irhamsyah Putra Pohan (DPRD Binjai dari PPP), dan Syahrial Effendy Pohan, SH (DPRD Langkat dari PPP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turut hadir sejumlah pejabat dan tokoh-tokoh bermarga Pohan antara lain adalah Ir H Maulana Pohan (mantan wakil Wali Kota Medan), M Alifaniah Pohan, SH (Kajari Rantau Prapat), Ir H Arman Efendy Pohan, MSi (Wakil Bupati Tapanuli Tengah), Tolibun Pohan (Wakil Ketua NU Kabupaten Deli Serdang), Syamsir Pohan (Ketua BADKO HMI Sumatera Utara) dan pengusaha asal Sibolga Aliuddin Pohan. Beberapa DPD PARPORDA juga berdatangan dari Sibolga/Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sidempuan, Padang Lawas (Palas), Padang Lawas Utara (Paluta), Labuhan Batu, Asahan, Pematang Siantar, dan Deli Serdang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua DPP PARPORDA H Suhery Pohan, SH dalam sambutannya antara lain mengatakan nahwa meski PARPORDA masih seusia jagung tetapi dalam perkembangannya terbilang sangat cepat. Selain memiliki basis utamanya di kabupaten/kota di Sumatera Utara, kini PARPODA bermunculan di Sumatera Selatan, Riau, Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur dan Papua. Malahan beberapa kota di sejumlah negara di antaranya Malaysia, Eropa timur, Jerman dan Amerika Serikat telah mengajukan diri untuk membentuk cabang-cabangnya. Sejauh ini tidak kurang dari 2500 orang telah mendaftarkan dirinya secara online melalui sarana internet dari seluruh dunia. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan fenomena universal penyandang marga Pohan yang ingin merajut silaturahim dan ingin mengetahui lebih jauh asal usul (tarombo) para leluhurnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPR RI Drs Ramadhan Pohan, MA dengan retorika yang memikat pengunjung tak ragu-ragu mengatakan sudah saatnya tokoh-tokoh bermarga Pohan di birokrasi, kampus, pengusaha dan partai politik untuk memberikan kontribusi konkrit bagi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara. Nama-nama seperti Ir H Maulana Pohan dan Ir H Arman Effendy Pohan sudah saatnya didukung untuk menjadi Wali Kota Medan dan Bupati Tapanuli Tengah karena kredibilitas dan komitmennya di tengah-tengah masyarakat tidak perlu diragukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.hariansumutpos.com/2009/10/marga-pohan-syukuran-dan-satukan-komitmen.html"&gt;Sementara Fadly Nurzal Pohan, Ketua DPW PPP Sumatera Utara mengharapkan PARPODA atau marga Pohan mengangkat harkat dan martabat marga Pohan dohot Anak Boruna demi kelangsungan PARPODA dan masa depan. Anak-anak marga  Pohan juga diharapkan memiliki moralitas yang baik.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-5576827446629042988?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/5576827446629042988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=5576827446629042988' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5576827446629042988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5576827446629042988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/10/marga-pohan-syukuran-dan-satukan.html' title='Marga Pohan Syukuran dan Satukan Komitmen'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/SuTclCEMe0I/AAAAAAAABvU/tzYKmeOQBMA/s72-c/pohan2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-5606816210682405689</id><published>2009-10-25T08:01:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T08:03:12.060-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>11 Calhaj asal Barus Ditepungtawari</title><content type='html'>&lt;img src="http://foto.detik.com/images/content/2007/11/18/157/kloter1.jpg" width="590"&gt;Himpunan Kerukunan Kekeluargaan Barus (HIKKBAR) Sibolga-Tapanuli Tengah (Tapteng menepung-tawari 11 orang jemaah calon haji asal Barus maupun warga Barus yang sudah merantau ke Sibolga, di Sekretariat HIKKBAR Jalan Sibolga-Padangsidimpuan Kecamatan Sarudik, Tapteng, Jumat (23/10).&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Acara penepungtawaran berlangsung sederhana namun penuh rasa kekeluargaan. Ketua Umum HIKKBAR, H.Januar Tanjung dan Ibu menyerahkan cenderamata kepada para calon haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua I HIKKBAR Drs Junaidi Tanjung MPd dalam sambutannya meminta kepada para jemaah calon haji, saat tiba di Makkah nantinya, hendaknya mendoakan seluruh keluarga besar HIKKBAR dapat diberi kesempatan untuk menunaikan haji ke tanah suci Makkah Al Muqaromah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Junaidi Tanjung, perjalanan menunaikan ibadah haji merupakan perjalanan yang sangat bahagia. Oleh sebab itu, orang yang mampu dan sudah pernah menunaikan ibadah haji akan kembali berkeinginan menunaikan ibadah haji. "Konteks haji Mabbrur merupakan sederhana, yakni seluruh rangkaian ibadah haji dapat dilaksanakan dengan benar. Oleh sebab itu kerjakanlah yang wajib terlebih dahulu, setelah itu laksanakanlah yang sunat. Selan itu dalam melaksanakan ibadah haji hendaknya iklas, karena perjalanan haji merupakan perjalanan ibadah. Kain halnya dengan berjalan-jalan mengunjungi lokasi wisata dan perjalanan haji itu biayanya berasal dari yang halal serta pulangnya dari melaksanakan haji, maka amal seseorang akan lebih baik," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Samosir Pasaribu yang mewakili jemaah calon haji dalam sambutannya mengharapkan doa segenap keluarga besar HIKKBAR, sehingga seluruh jemaah calon haji yang berasal dari keluarga Barus khususnya dan Sibolga-Tapteng umumnya selalu dalam keadaan sehat di tanah suci Makkah. "Mudah mudahan dengan disertai doa keluarga besar HIKKBAR, kami akan dapat melaksanakan seluruh rukun haji baik di tanah suci Makkah, baik itu ibadah yang sunat terlebih-lebih dalam melaksanakan ibadah haji yang wajib," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://metrosiantar.com/METRO_TAPANULI/11_Calhaj_asal_Barus_Ditepungtawari"&gt;Ke 11 jemaah haji dari Barus itu nantinya tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 12 yang akan berangkat dari bandara Polonia Medan tanggal 6 November 2009 Pukul 14.00 Wib.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-5606816210682405689?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/5606816210682405689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=5606816210682405689' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5606816210682405689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5606816210682405689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/10/11-calhaj-asal-barus-ditepungtawari.html' title='11 Calhaj asal Barus Ditepungtawari'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-5205905484294395315</id><published>2009-10-24T10:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T10:43:08.651-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trade'/><title type='text'>TAKABONERATE ISLANDS EXPEDITION 2009: Underwater Exhibition</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.takabonerate.com/en/images/icetheme/articles/banner1.jpg" width="590"&gt;Underwater exhibition will be done to explore heavenly underwater park of several best spots and experience exciting adventurous journey in this archipelago.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Activities:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Diving&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Snorkeling and&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Underwater photographing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diving and snorkeling are superb in this area and therefore all moments will be valuable to take picture of underwater view.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.takabonerate.com/en/underwater-exhibition.html"&gt;More&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-5205905484294395315?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/5205905484294395315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=5205905484294395315' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5205905484294395315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5205905484294395315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/10/takabonerate-islands-expedition-2009.html' title='TAKABONERATE ISLANDS EXPEDITION 2009: Underwater Exhibition'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-8759253214086239578</id><published>2009-10-21T09:26:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T09:30:15.221-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>Mursala Island</title><content type='html'>&lt;img src="http://travellingsholiday.com/wp-content/uploads/2009/09/Mursala-Island-1024x768.jpg" width="590"&gt;This island is still part of Central Tapanuli Regency. This 600 hectare island can be reached by using regular boats or speed boats from harbour in Sibolga.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The coral reefs around the island can be easily seen because the water is very clear. At the bottom of the sea there are many different kinds of corals, brightly, coloured fishes and other sea creatures. This is a good place for people who like diving, fishing in the sea and hunting in the forest.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One of special natural attractions is a waterfall which might be the only waterfall in the world which falls directly from the mountain into the sea. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-8759253214086239578?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/8759253214086239578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=8759253214086239578' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/8759253214086239578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/8759253214086239578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/10/mursala-island.html' title='Mursala Island'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-4837918956377817899</id><published>2009-10-21T08:49:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T08:51:06.778-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Palinsir Situs Berharga yang Hilang</title><content type='html'>&lt;img src="http://lh6.ggpht.com/_hA4wM9-a9wo/SGL-eBVHRrI/AAAAAAAAARg/xDzjF3ZMBDs/indah_barus1.jpg" width="590"&gt;Barus sebagai kota tertua di Nusantara ini telah lama hilang. Tidak ada perhatian pemerintah terhadap kota ini. Sebagai pusat peradaban dimasa lalu dan menjadikan Nusantara dikenal dalam perkembangan peradaban dunia, sudah seharusnya Barus mendapat perhatian dari pemerintah.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak tempat-tempat peninggalan sejarah di Barus yang akhirnya hilang karena kurangnya perhatian. Sedangkan masyarakat setempat tidak mengetahui seberapa besar manfaat situs tersebut. Salah satunya adalah Palinsir, komplek pemakaman tua di Barus. Nama Palinsir (Tuan Gunung) merupakan nama tempat yang diberikan oleh masyarakat setempat. Masyarakat Barus menyebut makam keramat dengan sebutan "tuan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://kotabarus.blogspot.com/2008/06/palinsir-tempat-berharga-yang-hilang.html"&gt;More&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-4837918956377817899?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/4837918956377817899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=4837918956377817899' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/4837918956377817899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/4837918956377817899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/10/palinsir-situs-berharga-yang-hilang.html' title='Palinsir Situs Berharga yang Hilang'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_hA4wM9-a9wo/SGL-eBVHRrI/AAAAAAAAARg/xDzjF3ZMBDs/s72-c/indah_barus1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-3950962531396207759</id><published>2009-10-21T08:44:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T08:46:33.305-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>EFEO: Pada Abad IX di Daerah Barus Sudah Mengalami Globalisasi</title><content type='html'>&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_hA4wM9-a9wo/SGXoZ3svuGI/AAAAAAAAATM/ajl77c3GBJ4/s200/Daniel-Perret12f_26_f_21.jpg" width="590"&gt;Sinar Harapan - Pengantar Redaksi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian arkeologi di tanah air belum berkembang karena jumlah peneliti masih sedikit. Padahal, masih banyak persoalan yang perlu dipecahkan, di samping arkeologi Indonesia yang menarik lantaran cakupan budayanya yang begitu luas.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dr Daniel Perret, Direktur Ecole Francaise d’Extreme-Orient (EFEO), adalah salah satu arkeolog yang menaruh perhatian sangat besar terhadap arkeologi di Indonesia. Kini Daniel bersama EFEO melakukan sejumlah penelitian, di antaranya di Batu Jaya, tentang candi-candi di Karawang dan sebuah kota kuno Barus di Sumatera Barat, serta batu nisan di Aceh. Berikut kutipan wawancara dengan Daniel Perret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian apa saja yang sedang Anda lakukan di Indonesia?&lt;br /&gt;Saya sebagai peneliti sejarah Indonesia sejak sekitar 10 tahun yang lalu dan kini bertugas di Indonesia, khususnya dalam bidang sejarah kuno. Batu Aceh sedang mendapat perhatian sejumlah peneliti termasuk saya, baik di Indonesia maupun Malaysia. Kebetulan penelitian saya tentang batu Aceh sampai sekarang lebih ke Malaysia karena saya pernah bertugas sebagai perwakilan EFEO di Kuala Lumpur selama 6 tahun. Saya sempat melakukan banyak survei di Semenanjung Malaysia untuk mencari sejenis monumen yang disebut batu Aceh. Itu diperkirakan berasal dari satu tradisi kesenian yang muncul di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kesenian Aceh berkaitan dengan batu Aceh?&lt;br /&gt;Ini masih satu tanda tanya besar karena sejarah monumen ini masih belum jelas. Seperti semua orang tahu, penelitian sejarah di Aceh belum begitu maju karena sudah lama para peneliti sulit masuk ke Aceh. Dengan demikian, penelitian sejarah di sana agak terbengkalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa batu tersebut harus bernama Aceh dan bagaimana bentuknya?&lt;br /&gt;Istilah batu Aceh digunakan untuk sejenis batu nisan pada makam Islam. Tingginya sekitar 40 cm hingga 2 meter. Ada beberapa jenis atau tipe batu nisan tersebut yang sempat kami identifikasi. Yang sangat menarik dengan batu Aceh ialah keanekaragaman bentuk dan seni yang tidak ada pada bentuk batu nisan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu berbeda dengan yang saya saksikan di sini? Misalnya, banyak orang Tionghoa membuat kuburan mereka dengan batu tertentu?&lt;br /&gt;Itu berbeda sekali. Yang menarik, batu Aceh merupakan tradisi kesenian pada makam yang paling kuno dan yang masih kelihatan sampai sekarang. Mungkin pernah ada kesenian batu nisan lain, tapi dari kayu dan sekarang sudah tidak ada lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu Aceh adalah salah satu proyek EFEO untuk penelitian arkeologi di Indonesia dan Dr Daniel Perret adalah direktur EFEO sekarang. Apa itu sebenarnya EFEO?&lt;br /&gt;EFEO kepanjangan dari Ecole Francaise d’Extreme-Orient, yaitu pusat penelitian Timur Jauh Prancis yang didirikan sekitar 100 tahun lalu. Lembaga penelitian ini awalnya di Indo Cina. Lama-kelamaan kami membuka cabang di beberapa negara Asia dan sekarang ada sekitar 15 cabang dari India sampai Jepang, termasuk satu cabang di Jakarta. Lembaga ini bekerja dalam bidang ilmu sosial pada umumnya. Untuk arsitektur, misalnya, EFEO mempunyai cabang di Kamboja di mana beberapa candi sedang dipugar oleh peneliti dari EFEO. Ada juga antropolog, ahli bahasa, ahli sastra, arkeolog, dan sejarawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pendiri EFEO di Jakarta?&lt;br /&gt;Prof Louis Charles Damais pada 1950-an. Damais bekerja sama dengan arkeolog Indonesia di pusat penelitian arkeologi nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat ada banyak terbitan buku EFEO. Apa saja terbitan EFEO yang berkaitan dengan Indonesia?&lt;br /&gt;Sebenarnya penelitian yang dilakukan tergantung pada peneliti yang bertugas di EFEO. Untuk sementara, ada empat peneliti EFEO di Indonesia, dua orang meneliti sejarah kuno Indonesia dan seorang meneliti sastra, khususnya sastra Melayu. Seorang lagi meneliti sejarah kuno yang dulu melakukan penelitian tentang Kerajaan Sriwijaya dan situs-situs yang berada tidak jauh dari Jakarta, yaitu situs Batu Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu situs Batu Jaya?&lt;br /&gt;Batu Jaya adalah situs candi-candi yang dekat Kerawang dan diperkirakan dari sekitar abad awal Masehi. Kalau penelitian saya lebih ke zaman kemudian. Saya baru menyelesaikan program penelitian di daerah Barus, yaitu pantai barat Sumatera Utara. Ini tentang kota kuno di sana. Sekitar tahun 1980-an diketahui ada situs kota kuno di sekitar Barus dan pada 1995 kami mulai bekerja sama dengan Puspitatenas membuat ekskalasi di sana. Ekskalasi baru selesai tahun lalu (2004). Jadi, selama 11 tahun meneliti di sana dan sudah ada dua buku yang diterbitkan dalam bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah memang ada kota kuno di sana?&lt;br /&gt;Ada. Beberapa situs termasuk situs yang bernama Lubu Tua yang mulai dihuni pada abad IX hingga akhir abad XI dan awal abad XII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah konsep kota, apakah itu bisa dijelaskan secara sosiologi dan antropologi?&lt;br /&gt;Situs ini semacam tempat dagang di mana pedagang asing dari Timur Tengah sampai India datang ke Barus untuk mendapat hasil hutan, khususnya kamper atau kapur barus. Kapur barus itu betul-betul dari pohon kapur dan memang pada zaman itu kamper dicari karena nilainya lebih besar daripada emas. Jadi, pedagang datang dari Timur Tengah khususnya Iran dan juga dari berbagai daerah di India untuk mendapat kamper yang ditukar dengan kain-kain, manik-manik, atau benda yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa harus dilakukan ekskalasi? Apa ada suatu bencana sehingga kota itu hilang?&lt;br /&gt;Tidak, ini proses biasa untuk situs pemukiman kuno sebab lama-kelamaan jejak-jejaknya hilang. Itu mungkin karena ada kegiatan tertentu, misalnya pertanian atau rumah ambruk sehingga kami terpaksa membuat penggalian untuk mencari semua lapisan penghunian yang masih dapat ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana awal keterkaitan Anda dengan Indonesia sehingga memilih menjadi peneliti arkeologi di Indonesia?&lt;br /&gt;Sebenarnya ini tidak muncul begitu saja. Saya menjadi peneliti setelah melewati satu proses yang tidak langsung. Pertama, saya masuk universitas dan sewaktu akan mengambil master, saya diminta meneliti satu koleksi benda-benda yang dibawa oleh seorang Prancis dari Sumatera Utara. Saya kemudian meneliti koleksi tersebut sehingga mulai meneliti kebudayaan Indonesia. Lama-kelamaan saya merasa sangat tertarik sehingga mendapat Phd di Prancis tentang sejarah Indonesia. Kemudian saya menjadi peneliti di EFEO dan sempat bertugas di Malaysia dan sekarang di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang paling menarik soal arkeologi di Indonesia yang telah Anda teliti dan mungkin akan Anda teliti?&lt;br /&gt;Yang menarik di sini ialah wilayahnya begitu luas. Penelitian arkeologinya juga belum berkembang karena jumlah peneliti sedikit. Oleh karena itu, masih banyak persoalan yang perlu dipecahkan. Ini suatu keadaan yang berbeda dengan di Prancis karena di sana arkeologi sudah lama berkembang. Saya sulit melakukan penemuan baru karena sulit membuat penelitian yang betul-betul baru. Sebaliknya, di Indonesia boleh dikatakan di mana-mana ada situs yang menarik. Kalau ada kerja sama yang baik dapat dilakukan bersama peneliti di Indonesia, hasilnya akan membuka halaman baru dalam sejarah tanah air.&lt;br /&gt;Sejarah tanah air sudah lama tidak saya dengar. Tetapi ada tiga koleksi buku yang agak penting dalam sejarah Indonesia yang pernah menjadi acuan saya. Buku tersebut tentang sejarah Nusa Bangsa dan Tanah Air ditulis oleh Dennis Lombart. Saya kira sumbangan besar dari para peneliti terutama Dennis Lombart waktu itu membuat kerangka sejarah yang begitu penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anda, apakah sekarang ada sesuatu yang lebih baru dalam penelitian yang membuat sejarah Indonesia akhirnya mempunyai dasar yang lain dari hasil penelitian sebelumnya terutama arkeologi?&lt;br /&gt;Kalau dilihat dari hasil penelitian arkeologi saja boleh dikatakan jumlah penelitiannya masih belum mencukupi untuk mengubah gambaran tentang sejarah kuno Indonesia. Tapi lama-kelamaan akan ada penemuan baru. Misalnya, penelitian kami di Barus membuktikan bahwa pada abad IX di daerah seperti Barus sudah mengalami globalisasi karena ada hubungan dengan seluruh Asia. Orang dari Timur Tengah, India, dan kemudian Cina datang ke Barus sehingga globalisasi bukan hal baru untuk daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda dan EFEO akan membuat program memperbanyak peneliti arkeologi di Indonesia?&lt;br /&gt;Ini keputusan dari pemerintah. Kalau ingin menambah jumlah peneliti harus ada tambahan dana juga. Jadi ini bukan keputusan EFEO sendiri, tapi juga keputusan dari Pemerintah Prancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-3950962531396207759?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/3950962531396207759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=3950962531396207759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3950962531396207759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3950962531396207759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/10/efeo-pada-abad-ix-di-daerah-barus-sudah.html' title='EFEO: Pada Abad IX di Daerah Barus Sudah Mengalami Globalisasi'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_hA4wM9-a9wo/SGXoZ3svuGI/AAAAAAAAATM/ajl77c3GBJ4/s72-c/Daniel-Perret12f_26_f_21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-2399838523993895211</id><published>2009-10-21T08:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-21T08:44:09.653-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>Festival Indonesia di Teheran Memantapkan Hubungan Indonesia-Iran Sejak Abad ke-7 Masehi</title><content type='html'>&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_hA4wM9-a9wo/SGh8plWa-eI/AAAAAAAAATU/noWCtvQdXS4/S1600-R/Barus.GIF" width="590"&gt;Pertalian kerja sama antara Indonesia dan Iran tidak diawali sejak diproklamirkannya kemerdekaan negara Indonesia, melainkan lebih jauh ke masa lalu, dimana kejayaan pemerintahan Kerajaan Sriwijaya masih bergema di kawasan Asia Tenggara di abad ke-7 Masehi atau abad pertama Hijriah.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, Iran dikenal sebagai negeri bernama Persia, atau Po-sse dalam catatan berbahasa Tionghoa yang mengisahkan perjalanan pendeta Buddha, I-Tsing tahun 671 Masehi, pada jaman perdagangan di Selat Malaka di bawah kekuasaan Sriwijaya. Kekuasaan Persia dan Sriwijaya terhubung dalam untaian kerjasama perdagangan dengan memajukan pelayaran di kawasan Indonesia saat ini dengan adanya hadiah dan surat dari kerajaan Sriwijaya yang dikirimkan ke Persia sebagai tanda persahabatan.&lt;br /&gt;Kehadiran para pedagang Persia di Selat Malaka telah memberikan warna sejarah tersendiri pada masyarakat Indonesia, khususnya di Sumatra, Jawa, bahkan Maluku. Bukti arkeologis dari hubungan ini ialah adanya artefak berupa gelas, vas, botol, dan jambangan di Situs Barus, pantai barat Sumatera Utara, dan situs-situs Muara Jambi, Muara Sabak, dan Lambur, pantai timur Jambi, selain bentuk batu nisan khas Persia. Hubungan politis pun dilakukan dengan adanya islamisasi pada abad ke-13 Masehi dengan adanya Kerajaan Samudera Pasai yang menjadi kerajaan Islam pertama di Nusantara, bahkan di Asia Tenggara. Raja Pasai saat itu pernah didampingi dua orang Persia terkenal, yaitu Qadi Sharif Amir Sayyid dari Shiraj dan Taj Ad-Din dari Isfahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti lain dari pengaruh Persia di Indonesia ialah adanya peninggalan-peninggalan aliran Islam Syiah seperti perayaan Tabot di Aceh, Bengkulu, dan Pariaman untuk mengenang Imam Hasan dan Husain. Selain itu, perayaan Asyura atau Suro untuk bulan Muharram saat wafat Imam Husain. Di Jawa dikenal juga dengan perayaan Kasan dan Kusen, atau bulan Asan Usen di Aceh. Di Makassar, perayaan Asyura ditandai dengan suka cita dan pembuatan bubur tujuh warna. Hari Arbain di Jawa Barat pun masih dilakukan dan diikuti ratusan umat Islam Syiah Indonesia dan Internasional. Debus yang dipraktikkan di daerah Banten, Aceh, Kedah, Perak, Cirebon, dan Maluku, merupakan pengaruh dari budaya Persia saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 22-27 Juli, 2006, hubungan antara Indonesia dan Iran akan kembali dijelmakan dalam perayaan Festival Indonesia di Teheran, Iran. Pemerintah Indonesia akan mengutus delegasi yang terdiri dari pemerintah, DPR, sanggar tari dari Sumatera, pebisnis spa, perancang busana, ahli kuliner, serta asosiasi pariwisata selain wakil dari media cetak dan elektornik. Delegasi Indonesia akan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Dr. Sapta Nirwandar. Dalam acara ini, akan dilakukan SOM bidang kebudayaan dan bidang kepariwisataan, yang diteruskan dengan adanya Festival Budaya Indonesia, Business Meeting, dan Pameran Pariwisata Indonesia. Tujuan dari adanya acara ini tidak lain untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral di bidang kebudayaan dan pariwisata antara kedua pemerintahan. Selain itu, persahabatan antara kedua negara, publikasi dan promosi Indonesia di Iran, serta peningkatan volume perdagangan di sektor pariwisata menjadi tujuan diselenggarakannya acara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Ir. Jero Wacik S.E., mengharapkan terciptanya kontak bisnis antara pelaku usaha pariwisata Indonesia dengan Iran yang dapat memberikan kesejahteraan pada masyarakat luas, selain dikenalnya kebudayaan bangsa Indonesia yang luhung sejak dahulu kala hingga kini di mata masyarakat Iran khususnya, dan dunia pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-2399838523993895211?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/2399838523993895211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=2399838523993895211' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2399838523993895211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2399838523993895211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/10/festival-indonesia-di-teheran.html' title='Festival Indonesia di Teheran Memantapkan Hubungan Indonesia-Iran Sejak Abad ke-7 Masehi'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_hA4wM9-a9wo/SGh8plWa-eI/AAAAAAAAATU/noWCtvQdXS4/s72-Rc/Barus.GIF' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-1040225181299594254</id><published>2009-10-06T12:04:00.000-07:00</published><updated>2009-10-06T12:07:08.334-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Singapura kuasai Indonesia: Dari telekomunikasi hingga kebun binatang</title><content type='html'>&lt;img src="http://herbertholeman.com/para/images/sing4.jpg" width="590"&gt;KEMENANGAN Singapore Technologies Telemedia alias STT memborong Indosat bisa dibilang merupakan kemenangan Megawati Sukarnoputri. Raksasa telekomunikasi Singapura ini, sejak awal, memang dibidik sang Presiden agar bisa membeli BUMN bernama panjang Indonesian Satellite Corporation itu.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lewat STT ini, konon, Megawati berharap bisa membangun tembok bisnis dengan para pengusaha Cina. Tujuannya, apalagi kalau bukan untuk mendulang kepercayaan pengusaha Cina, agar mau lebih giat berinvestasi di Indonesia. Kabarnya, sebelum pemenang tender penjualan saham Indosat itu diumumkan, lobi-lobi tingkat tinggi sudah lalu-lalang mendahuluinya. Ini terutama dilakukan oleh pejabat-pejabat dari STT dan &lt;br /&gt;Seperti dikutip laksamana.net, lewat Temasek Holdings, induk usahanya, STT mendekati Taufiq Kiemas, suami Mega. Sementara pejabat Telkom Malaysia masuk lewat jalur Hamzah Haz, Wakil Presiden. Begitu sengitnya upaya lobi itu, Taufiq sampai mendesak Mega untuk memilih Temasek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi versi lain menyebutkan, kendati Taufiq memengaruhi sang istri dengan membawa bendera Temasek, Mega sebenarnya sudah mempunyai pertimbangan sendiri untuk lebih cenderung memilih perusahaan ini. Sebabnya, ya itu tadi, bagi Mega, sebagai perusahaan investasi yang mengatur penanaman modal di dalam dan di luar Singapura, Temasek terlihat lebih menjanjikan untuk bisa diajak membangun kepercayaan pengusaha Cina berinvestasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, keberhasilan STT dalam membeli 41,94 % saham Indosat diharapkan memperkuat kerja sama bisnis. Bukan hanya antara Indonesia dan Singapura, tapi juga dengan jaringan pengusaha Cina. Maklum, Temasek memang dikuasai banyak pengusaha Cina yang berpengaruh di Asia Tenggara dengan nilai investasi yang luar biasa. Sejak didirikan pada 1974, Temasek sudah membuang sekitar US$ 40 miliar untuk menebar pengaruhnya di luar Singapura, sebagai pusat bisnisnya. Jika dikurskan dengan harga dolar Rp 8.000, nilai investasi itu sudah setara dengan Rp 320 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemegang saham terbesar Temasek adalah Lee Hsien Liong. Ini adalah Menteri Keuangan Singapura yang menjadi putra Lee Kuan Yew, bekas PM Singapura, yang mewakili pemerintah Singapura. Di Indonesia, konglomerasi ini sudah cukup lama dikenal karena keterlibatan bisnisnya dengan sejumlah taipan dan usahanya memburu sektor telekomunikasi. Paling tidak, namanya sudah dikenal ketika Temasek membentuk PT Bukaka Sing Tel pada 1996. Perusahaan ini, kala itu, memenangi tender pembangunan 403 ribu sambungan baru selama tiga tahun dengan nilai Rp 1,1 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat Singapore Telecommunications Limited alias Sing Tel, setahun silam, Temasek termasuk investor yang paling sigap menawar saham PT Telkomsel. Usaha ini kemudian berbuah dengan mengantongi saham operator seluler terbesar di republik ini sebesar 35%. Nah, karena Temasek menguasai saham Sing Tel sampai 67,65%, secara tidak langsung mereka juga menggenggam 23,7% saham Telkomsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Cargill-Golden Agri Resources, Juni lalu, Temasek juga masuk dalam pengelolaan dan pengembangan perkebunan minyak kelapa sawit di Indonesia. Semula, usaha ini lebih banyak dikuasai oleh konglomerat seperti Eka Tjipta Wijaya. Mungkin itu sebabnya, di sini Temasek masuk dengan menggandeng Liem Sioe Liong dan Ciputra sebagai mitranya.&lt;br /&gt;Cargill adalah salah satu perusahaan pengolah minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Luas perkebunannya lebih dari 258 ribu hektare dengan 16 fasilitas pengolahan minyak kelapa sawit mentah. Makanya, tak mengherankan jika Cargill memiliki posisi dan reputasi yang kuat dalam perdagangan perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Reputasinya dalam pendistribusian, perdagangan, dan pengolahan bisnis juga sudah tidak diragukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keperkasaan Cargill inilah, Temasek tertarik terjun di pengelolaan kelapa sawit Indonesia. Mereka berharap dari kerja sama dengan Cargill bisa membuka pasar kelapa sawit, setidaknya di Asia. Sumber lain menilai, ketertarikan Temasek masuk ke Cargill karena di sana juga ada saham Liem Sioe Liong.&lt;br /&gt;Nama yang disebut terakhir ini, bagi Temasek dianggap sebagai jaminan mutu sekaligus keamanan. Maklum, selama ini keduanya sudah terlibat dalam beberapa kerja sama bisnis. Lewat Salim Group, Liem memiliki 20% saham Camerlin Group, dan Temasek juga mempunyai saham yang besar di sana. Camerlin adalah sebuah perusahaan investasi global yang aset terbesarnya ada pada dua perusahaan: Southern Steel Berhad dan Brierley Investments Limited. Keluarga Liem dan juga Soeharto, bekas presiden RI, sama-sama memiliki 24,4% saham Brierley Investments, yang mayoritas sahamnya juga dimiliki oleh Temasek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari telekomunikasi hingga kebun binatang&lt;br /&gt;Di luar Indonesia, gurita bisnis Temasek juga melilit di banyak negara, termasuk di Belgia dan Filipina. Di Thailand, mereka membeli saham Advanced Info Service, sebuah perusahaan seluler yang memiliki 9,75 juta pelanggan. Di Hong Kong, ia mengantongi kepemilikan saham APT Satellite, penyedia jasa satelit telekomunikasi untuk kawasan Asia Pasifik. Temasek juga masuk di Bharti Group--perusahaan yang bergerak di sektor jasa--dari telepon seluler, telepon tetap, hingga satelit di India. Keikutsertaan Temasek itu, semuanya lewat Sing Tel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Singapura sendiri, bisnis Temasek nyaris tak bisa ditandingi siapa pun. Raksasa ini masuk ke hampir banyak sektor: mulai di ST Assembly Test Services, DBS Group Holdings, Keppel Telecommunications &amp; Transportation, The Singapore Exchange, PSA Corporation, sampai Kebun Binatang Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk urusan komputer, Temasek menguasai 70% saham Chartered Semiconductor. Sedangkan dalam bisnis telepon, raksasa ini telah mengantongi 67% saham Singapore Telecom. Cukup? Belum. Di bidang transportasi, Temasek punya 57% saham di Singapore Airlines.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dengan merambah banyak perusahaan telekomunikasi Indonesia, Temasek memang akan banyak menentukan hitam-putihnya dunia telekomunikasi di Nusantara: mulai dari sambungan langsung internasional, percakapan regional, hingga penyewaan satelit, telepon seluler, dan televisi kabel. Dari Indosat saja, Temasek paling tidak akan punya hak atas kontrol PT Satelit Palapa Indonesia alias Satelindo dan PT Indosat Multi Media Mobile atau IM3, pendatang baru operator telepon seluler di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu adakah kemenangan STT--anak usaha Temasek Holdings--membeli Indosat, bisa mendatangkan kepercayaan pengusaha Cina lainnya untuk berinvestasi di Indonesia seperti harapan Ibu Presiden? Itu yang masih harus ditunggu. Hanya saja, digenggamnya Indosat oleh Temasek, tetap merupakan kemenangan Mega. Paling tidak dia memenangkan harapannya sendiri dalam pertarungan lobi-lobi seputar penjualan Indosat.&lt;br /&gt;Iya dong, mana ada yang bisa mengalahkan presiden dalam soal begini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-1040225181299594254?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/1040225181299594254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=1040225181299594254' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1040225181299594254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1040225181299594254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/10/singapura-kuasai-indonesia-dari.html' title='Singapura kuasai Indonesia: Dari telekomunikasi hingga kebun binatang'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-3499101966893496943</id><published>2009-09-28T08:03:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T08:06:49.223-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekonomi'/><title type='text'>Terbuka, Pasar Konstruksi Arab Saudi</title><content type='html'>&lt;img src="http://gambar.iklanmax.com/20081225/237124/modern-houses-expert-kontraktor-dan-arsitektur-desain-architecture-design-and-civil-construction-kami-adalah-perusahaan-jasa-konstruksi-yg-mengkhusus-diri-pada-pengembangan-design-arsitektur-dan-j.jpg" width="590"&gt;Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Departemen Perdagangan, Hesti Indah Kresnarini mengatakan akan mengajak para pengusaha building material Indonesia untuk dapat memanfaatkan peluang di sektor konstruksi di Arab Saudi.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Untuk memanfaatkan peluang tersebut, BPEN akan mengkoordinir para pengsuaha bulding material untuk mengikuti  pameran khusus produk bulding material di Riyadh,” terang Hesti di Jakarta, Senin (28/9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, pameran ini diharapkan dapat menjadi etalase produk building material dari para pengusaha Indonesia dan dapat menembus pasar Arab Saudi khususnya, serta Afrika dan Timur Tengah pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dijelaskan Kepala BPEN, pameran yang akan dikoordinir oleh BPEN adalah Saudi Build 2009 The 21th International Construction Technology and Building Material Exhibition yang akan dilaksanakan pada 4-7 Oktober 2009 di Riyadh International Exhibitional Center, Riyadh, Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran ini merupakan salah satu pameran building material terbesar di Arab Saudi yang dikunjungi oleh lebih dari 14 ribu buyer potensial. “Mengingat ini adalah partisipasi pertama Indonesia pada Pameran Saudi Build 2009, maka BPEN akan menyewa lahan seluas 144 m2 pada pameran ini. Ini dilakukan sebagai market test untuk produk building material Indonesia,” kata Hesti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan pertama ini, disebutkan pula bahwa akan diikuti oleh delapan pengusaha building material Indonesia. Antara lain, UD Hasil Saw Mill (wooden doors), PT Mulia Keramik Indahraya (wall and flooring tile), PT Interlink Nusa Niaga (walling and flooring marbel, bathroom amenity), PT Indotama Omicron Kahar (plywood, blockboard), PT Karya Cipta Unggul Nusantara (timber and wooden doors, housing furniture), PT Tulus Tritunggal (engineering door, rattan furniture), PT Diana Furniture (wooden door and furniture), dan PT. Tierra Hejo (keramik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu turut serta dari Departemen Pekerjaan Umum selaku pembina teknis jasa konstruksi di Indonesia, guna menjajaki peluang pasar bagi perusahaan-perusahaan jasa konstruksi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&amp;id=46353"&gt;&lt;br /&gt;Diharapkan dari kegiatan ini dapat memberi kontribusi bagi peningkatan ekspor Indonesia, sekaligus dapat meningkatkan skala ekonomi perusahaan industri khususnya yang bergerak di bidang building material yang muaranya dapat meningatkan pendapatan masyarakat. “Di samping itu, kita juga bisa membuktikan kepada dunia bahwa kita tidak hanya bisa mengekspor TKI ke Arab Saudi,” tukas Hesti.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-3499101966893496943?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/3499101966893496943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=3499101966893496943' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3499101966893496943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3499101966893496943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/09/terbuka-pasar-konstruksi-arab-saudi.html' title='Terbuka, Pasar Konstruksi Arab Saudi'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-8989830063086142041</id><published>2009-09-21T01:25:00.000-07:00</published><updated>2009-09-21T01:29:41.947-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumut'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Martabe set to produce in 2011</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.open2.net/blogs/media/blogs/39197167_gold.jpg" width="590"&gt;Hongkong-based mining company G-Resources Group Ltd. may begin producing silver and gold from the Martabe mine in North Sumatra as early as 2011, a senior official said.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"They expect to begin production within two years," Bambang Setiawan, director general for coal, minerals, and geothermal energy at the Energy and Mineral Resources Ministry, told reporters Thursday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.ozminerals.com/2008-sustainability-report/Sustainability/Images/Operation%20Maps%20by%20Location_/Martabe-Map-Sust-v1-large.gif" width="590"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.mining-technology.com/projects/martabe/images/4-martabe-project.jpg" width="590"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.inilah.com/data/berita/foto/68303.jpg" width="590"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.mining-technology.com/projects/martabe/images/3-martabe-gold-project.jpg" width="590"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://goldprice.org/buying-gold/uploaded_images/how-do-you-buy-gold-781694.jpg" width="590"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Martabe mine is a gold and silver development project located about 40 kilometers from the port of Sibolga, North Sumatera. The mine covers a total area of 1,639 square kilometers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The project was established under a so-called "sixth generation" contract of work (COW) signed in April 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The mine is estimated to contain 2.2 million ounces of gold reserves and 29.7 million ounces of silver reserves.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G-Resources has begun construction for the project, which, once completed, is expected to produce gold at a rate of 250,000 ounces per annum and silver at 3 million ounces per annum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G-Resources acquired a 95 percent interest in the Martabe project from Australia's OZ minerals in May this year. G-Resources stated that it had raised US$587 million to fund the acquisition of the development of the Martabe project.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The anticipated total development capital expenditures of the project stands at $360 million, of which around $76 million has already been spent, the company added.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Earlier this week, G-Resources announced it had found "outstanding high grade" gold and silver at the Martabe site over the past ten months.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Drilling results confirm that significant potential exists to expand the existing resource base of 5.9 million ounces of gold and 61 million ounces of silver," G-Resources said in the statement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G-Resources says it is seeking to rapidly increase production to more than one million ounces of gold annually through exploration of the large and highly prospective contract of work area and through the acquisition of other quality gold assets.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-8989830063086142041?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/8989830063086142041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=8989830063086142041' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/8989830063086142041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/8989830063086142041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/09/martabe-set-to-produce-in-2011.html' title='Martabe set to produce in 2011'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-930482133174959547</id><published>2009-09-11T08:19:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T08:20:15.269-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Investor Tidak Lagi Mengejar Keuntungan?</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/24/1346544p.jpg" width="590"&gt; Perilaku para investor dalam berinvestasi sudah bergeser.  Prioritas investor saat ini adalah keamanan (security) dan kesederhanaan (simplicity), bukan lagi pada keuntungan sebesar mungkin (high returns)&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian Managing Director Asia Region Head, Securities and Fund Services, Citi &lt;a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/09/11/20210185/Investor.Tidak.Lagi.Mengejar.Keuntungan"&gt;Hongkong David Russell, dalam acara seminar Citi Indonesia - 5th Annual Capital Market Update 2009.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-930482133174959547?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/930482133174959547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=930482133174959547' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/930482133174959547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/930482133174959547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/09/investor-tidak-lagi-mengejar-keuntungan.html' title='Investor Tidak Lagi Mengejar Keuntungan?'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-1627102828992332823</id><published>2009-09-11T03:33:00.000-07:00</published><updated>2009-09-11T03:34:58.126-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Buku “Aceh Sepanjang Abad” Hadir Kembali</title><content type='html'>&lt;img src="http://kabarin.files.wordpress.com/2007/11/acehbuku.jpg" width="590"&gt;Buku berjudul “Aceh Sepanjang Abad” buah karya H. Mohammad Said (17 Agustus 1905 – 26 April 1995) yang menjadi salah satu “buku pintar” mengenai sejarah, sosiologi dan antropologi Aceh kini hadir kembali dalam cetakan ketiga.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Torehan ilmiah populer dari wartawan otodidak, yang juga salah seorang tokoh pers nasional sebagai penggerak Kantor Berita ANTARA di wilayah Sumatera (1946-1948), kemudian mendirikan Harian Waspada di Medan, Sumatera Utara (11 Januari 1947), tersebut pertama kali terbit pada 17 Agustus 1961. Ada pun cetakan keduanya pada 17 &lt;a href="http://kabarin.wordpress.com/page/8/"&gt;Agustus 1979, yang berentang waktu 18 tahun dari cetakan perdana, dan 48 tahun dari awal hingga cetakan ketiga.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-1627102828992332823?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/1627102828992332823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=1627102828992332823' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1627102828992332823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1627102828992332823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/09/buku-aceh-sepanjang-abad-hadir-kembali.html' title='Buku “Aceh Sepanjang Abad” Hadir Kembali'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-2446924232818347681</id><published>2009-09-02T22:59:00.000-07:00</published><updated>2009-09-02T23:02:46.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>Tim Safari Ramadan Darur, Rachmad Kunjungi 30 Masjid</title><content type='html'>&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_51SNQTEuWC4/SHYEdrTmgSI/AAAAAAAAACU/wZlNSL8hKAU/s320/IMG_0240.jpg" width="590"&gt;Tim Safari Ramadan Perguruan Thawalin Darur Rachmad Sibolga, kembali melaksanakan kegiatan safari ramadan yang merupakan program tahunan dengan mendatangi 30 masjid yang ada di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapteng."Kita akan mengungjungi masjid-masjid sembari memberikan paket ramadan kepada masjid yang dikunjungi," kata Sufriansyah Pasaribu SpdI selaku ketua tim safari ramadan kepada METRO di perguruan Thawalin Darur Rachmad Sibolga, Selasa (1/9).&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, kegiatan itu mulai dilaksanakan sejak 23 Agustus sampai 16 September 2009 mendatang. Dan paket ramadan yang diberikan berupa, mie instan 1 kotak, gula 5 kg, kopi 1 kg dan sirup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kegiatan itu dilaksanakan, tim safari Ramadan sebelumnya diberikan pembekalan kepada peserta tim yang berjumlah 22 orang. Dengan harapan, ketika mereka tampil di hadapan masyarakat bisa memberikan penampilan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta tim safari ramadan perguruan thawalib Darur Rachmad Sibolga terdiri dari siswa-siswi yang berasal dari tingkatan Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Darur Rachmad Sibolga. Masing-masing dari kelas VIII sampai kelas IX Mts dan kelas X sampai kelas XII Aliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kegiatan ini nantinya akan berlangsung sampai menjelang Syawal nantinya dan kami berharap dapat berjalan dengan lancar," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Madrasah Darur Rachmad, H Achmadi SpdI menekankan kepada tim safari ramadan perguruan thawalib Darur Rachmad untuk senantiasa menjadi contoh yang baik di tengah-tengah masyarakat, khususnya kepada jamaah masjid yang dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://metrosiantar.com/SIBOLGA_NAULI/Tim_Safari_Ramadan_Darur_Rachmad_Kunjungi_30_Masjid"&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang disampaikan para siswa peserta tim safari ramadan harus dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat menjadi contoh di tengah-tengah masyarakat," harapnya.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-2446924232818347681?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/2446924232818347681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=2446924232818347681' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2446924232818347681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2446924232818347681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/09/tim-safari-ramadan-darur-rachmad.html' title='Tim Safari Ramadan Darur, Rachmad Kunjungi 30 Masjid'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_51SNQTEuWC4/SHYEdrTmgSI/AAAAAAAAACU/wZlNSL8hKAU/s72-c/IMG_0240.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-2961961891833025826</id><published>2009-09-01T04:41:00.000-07:00</published><updated>2009-09-01T04:42:57.400-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Juni 2010, Depdiknas Selenggarakan SMK Terbuka</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/09/2989660p.jpg" width="590"&gt;Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) akan merealisasikan pengembangan SMK Terbuka pada Juni 2010 untuk menampung lulusan SMP Terbuka yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Penyelenggaraan SMK Terbuka merupakan wacana yang disampaikan Mendiknas Bambang Sudibyo beberapa waktu lalu untuk memenuhi keinginan siswa SMP Terbuka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi tanpa terikat ruang dan waktu," kata Direktur Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Ditjen Mandikdasmen Depdiknas, Joko Sutrisno, di Jakarta, Senin (31/8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko mengatakan, penyelenggaraan SMK Terbuka pada Juni 2010 merupakan rintisan program dengan jurusan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan secara finansial peserta didik, sehingga pada tahap awal akan dibuka jurusan bisnis manajemen dan teknik komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan untuk pengembangan SMK Terbuka adalah dengan pengembangan modul-modul materi yang disusun dalam bentuk "soft copy" atau dalam bentuk materi bahan ajar yang sudah dimasukkan dalam hard disk komputer, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, ujar Joko, langkah mendesak yang dilakukan untuk pengembangan  SMK Terbuka adalah menyiapkan komputer dan laptop dengan harga murah. Hal itu agar siswa dengan kemampuan ekonomi lemah mampu membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita siapkan komputer dengan harga Rp1 juta-1,5 juta dan laptop dengan harga sekitar Rp2,8 juta, sehingga di manapun berada siswa bisa mempelajari modul yang sudah menyatu di komputer atau laptop," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/08/31/17005524/juni.2010.depdiknas.selenggarakan.smk.terbuka"&gt;Tahun depan, ujar Joko, diperkirakan terdapat 300 ribu lulusan SMP Terbuka. Ssekitar 20 persen dari jumlah itu diperkiarakan pula akan memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di antaranya ke SMK Terbuka.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-2961961891833025826?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/2961961891833025826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=2961961891833025826' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2961961891833025826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2961961891833025826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/09/juni-2010-depdiknas-selenggarakan-smk.html' title='Juni 2010, Depdiknas Selenggarakan SMK Terbuka'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-1261280188677176454</id><published>2009-08-30T09:40:00.000-07:00</published><updated>2009-08-30T09:42:26.716-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>PCNU Safari Ramadan ke 4 Kecamatan</title><content type='html'>&lt;img src="http://culiblog.org/wordpress/wp-content/uploads/2006/09/ramadan_festival_logo-culiblog.thumbnail.jpg" width="590"&gt;Memasuki hari kedua ramadan, Pimpinan Cabang NU Tapteng melaksanakan safari Ramadan secara serentak di empat kecamatan, Minggu (23/8). Masing-masing, Kecamatan Barus, Andam Dewi, Sirandorung dan Manduamas.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepada setiap masjid yang dikunjungi, PCNU memberikan bantuan berupa gula pasir dan bubuk kopi masing-masing satu paket untuk digunakan sebagai keperluan Tadarus Alquran selama bulan suci ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan tim safari ramadan PCNU Tapteng mengunjungi sepuluh masjid dengan menurunkan 10 orang Muballigh dan pendamping untuk menyampaikan tausiah kepada jemaah masjid yang di kunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Kecamatan Barus, masjid yang dikunjungi, Nahdatul Islah NU Kampung Mudik dengan penceramah Drs Safrin Pasaribu, masjid Al-Hidayah NU Ujung Batu dengan penceramah Husnul Habib Tanjung SAg, masjid Arrahman Pasar Terandam dan masjid Raya Barus. Sedangkan di Kecamatan Andam Dewi 2 masjid yang dikunjungi yaitu, masjid Jamik NU Ladang Tengah dengan penceramah Kasim Sinaga dan masjid Abdurrahman Bin Aup NU Lobutua dengan penceramah Ketua PCNU Tapteng, Drs Sapwanuddin Cane MPd dan di Kecamatan Sirandorung dan Mandumas masing-masing 2 masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua PCNU Tapteng, Drs Safwanuddin Cane kepada METRO menjelaskan, dilaksanakannya kegiatan Safari Ramadan sebagai salahsatu program NU di bidang Dakwah dan sekaligus sebagai konsolidasi Organisasi NU di tingkat ranting yang juga sebagai salahsatu waktu yang tepat untuk bertatap muka dengan warga Nahdiyin pada bulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://metrosiantar.com/BONA_PASOGIT/PCNU_Safari_Ramadan_ke_4_Kecamatan"&gt;"Bulan ini merupakan bulan yang teramat penting. Artinya bagi ummat Islam pada bulan suci Ramadan, penuh rahmat dan maghfirah dari Allah SWT.Itulah yang membuat PCNU turun ke tingkat ranting untuk melakukan Safari Ramadan," jelas Ketua PCNU.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-1261280188677176454?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/1261280188677176454/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=1261280188677176454' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1261280188677176454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1261280188677176454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/08/pcnu-safari-ramadan-ke-4-kecamatan.html' title='PCNU Safari Ramadan ke 4 Kecamatan'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-1246622535787413661</id><published>2009-08-30T09:27:00.000-07:00</published><updated>2009-09-02T23:10:05.451-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>Buku Tentang Baru: Masuknya Islam Ke Bandar Barus Sumatera Utara</title><content type='html'>&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/SpqoY3djsPI/AAAAAAAABJo/txY37vGBfTU/s400/barus.jpg" width="590"&gt;Sebuah buku yang lumayan kuno. Author Name:   Neuraxa, Dada (1920- )&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Title:    SEJARAH MASUKNYA ISLAM KE BANDAR BARUS SUMATERA UTARA. Lobu Tuo, Fansur Barus, Lebih Dahulu Dari Sriwijaya, Lamuri, Perlak, Pasai Dan Majapahit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binding:   Paperback&lt;br /&gt;Book Condition:   Good with no dust jacket&lt;br /&gt;Publisher:   Medan Sasterawan 1973&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seller ID:   18222&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;; 15 x 23 cm.; pg.ix, 118; Illustrations. Text in Indonesian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam - Indonesia - Barus (sumatera)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Price = 15.00 USD &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See &lt;a href="http://www.tambooks.com/si/18222.html"&gt;here&lt;/a&gt; or&lt;a href="http://barus-online.blogspot.com/2009/08/pesantren-kilat-smp-muhammadiyah-barus.html"&gt; here&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/Sp9di17W5AI/AAAAAAAABPY/4Pt6Lzj69ao/s1600-h/singkil2.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 590px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/Sp9di17W5AI/AAAAAAAABPY/4Pt6Lzj69ao/s400/singkil2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377119333276640258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-1246622535787413661?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/1246622535787413661/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=1246622535787413661' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1246622535787413661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1246622535787413661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/08/buku-tentang-baru-masuknya-islam-ke.html' title='Buku Tentang Baru: Masuknya Islam Ke Bandar Barus Sumatera Utara'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_I4Hj0stUW-4/SpqoY3djsPI/AAAAAAAABJo/txY37vGBfTU/s72-c/barus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-6419895575992695258</id><published>2009-08-30T09:24:00.000-07:00</published><updated>2009-08-30T09:25:35.336-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>SMAN 1 Barus Gelar Pesantren Kilat</title><content type='html'>&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RxFsIM59qmI/AAAAAAAAADM/fieAHIzYwI4/s400/barus-buku.jpg" width="590"&gt;Untuk mengisi kegiatan siswa/i pada hari libur dalam bulan suci Ramadan, SMAN Barus menggelar pesantren kilat selama tiga hari sejak 27-29 Agustus 2009 di gedung SMAN Barus.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pesantren kilat dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SMAN Barus yang diwakili oleh Drs Harjono Tamba, Kamis (27/8) dan diikuti 230 orang siswa/i SMAN Barus yang beragama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua panitia pelaksana, Khudry Fahman Pardosi SPd dalam laporannya mengatakan, pesantren kilat merupakan kegiatan rutin sekolah yang mana setiap tahunnya selalu dilaksanakan pada waktu bulan suci Ramadan. Tujuannya, untuk untuk membangun aqidah, moral siswa/i, membina ukhuwah Islamiah serta membina mental generasi muda khususnya pelajar sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber baik dari pihak sekolah maupun dari pihak luar, dengan materi pembahasan pendalaman dan pemahaman Ramadan. Kemudian diskusi dan praktek ibadah yang dibagi dalam tiga kelompok. "Pada akhir kegiatan akan dilakukan evaluasi sejauh mana siswa/i mendalami materi yang disajikan selama kegiatan berlangsung," kata Khudry Fahman Pardosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komite Sekolah SMAN Barus, Drs H Habibuddin Pasaribu dalam sambutannya mengharapkan kepada seluruh siswa yang mengikuti pesantren kilat benar-benar memanfaatkan waktu selama tiga hari tersebut dengan baik. Sehingga materi yang disajikan para pembimbing bisa dicerna dengan baik. "Para siswa harus mempunyai niat yang tulus disertai keikhlasan untuk mengikuti setiap materi. Puasa itu sendiri jika dikerjakan dengan niat yang tidak tulus dan Ikhlas dan penuh dengan keimanan, kita tidak akan memperoleh apa-apa. Artinya dalam mengikuti kegiatan ini peganglah niat dengan baik karena Allah SWT melihat apa yang kita perbuat," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://metrosiantar.com/BONA_PASOGIT/SMAN_1_Barus_Gelar_Pesantren_Kilat_"&gt;Kepala sekolah SMAN Barus yang diwakili oleh Drs Harjono Tamba pada kesempatan itu berpesan kepada seluruh siswa SMAN 1 Barus agar benar-benar mengikuti kegiatan tersebut hingga selesai. "Jadikan kegiatan ini untuk meningkatkan iman serta untuk memantapkan diri dalam menjalani bulan suci Ramadan. Sebab dalam melaksanakan ibadah puasa kita harus bisa meningkatkan kenyakinan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta bisa mengubah perilaku yang tidak baik di tengah-tengah masyarakat," pungkas Harjono.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-6419895575992695258?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/6419895575992695258/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=6419895575992695258' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/6419895575992695258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/6419895575992695258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/08/sman-1-barus-gelar-pesantren-kilat.html' title='SMAN 1 Barus Gelar Pesantren Kilat'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_86rzq4fCZBk/RxFsIM59qmI/AAAAAAAAADM/fieAHIzYwI4/s72-c/barus-buku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-2823316334929443251</id><published>2009-08-26T20:25:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T20:31:48.783-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Carrefour Hadir, Pedagang Padang Bulan Resah</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.carrefour.co.id/lokasiimages/medanfair.jpg" width="590"&gt;Kehadiran Pusat Perbelanjaan Carrefour di Jalan Jamin Ginting Medan (Bersebelahan dengan komplek Perumahan Citra Garden) yang kini sedang dalam proses pembangunan gedung, cukup meresahkan para pedagang Tradisional Sembada dan pedagang Padang Bulan sekitarnya.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mereka khawatir pusat perbelanjaan itu akan membuat dagangan mereka “gulung tikar”, karena sistem grosir yang diterapkan Carrefour. Untuk itu Asosiasi pedagang Lokal Padang Bulan sekitarnya (Aspalansi) menolak rencana pembangunan pusat perbelanjaan  yang dikelola dengan mengandalkan modal asing tersebut. Keberadaan bangunan Carrefour pun dianggap tak pantas terletak di kawasan perkotaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita lihat di kota-kota lain, seperti di Jakarta misalnya, Carrefour itu dibangun di kawasan pinggiran kota. karena pusat perbelanjaan ini sifatnya grosir, kalau berdiri di kawasan pasar tradisisonal otomatis akan membunuh kelangsungan hidup pedagang tradisional tersebut, mereka tak akan bisa bersaing,”kata L Gultom SE MM, dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bina Bangsa yuang juga Ketua dari 50 LSM se Sumut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi untuk rencana Carrefour di Padang Bulan Medan, menurut Gultom karena jaraknya yang dekat maka Carrefour akan mengambil pelanggan pedagang Pasar Tradisional Sembada dan Pedagang Lokal Padang Bulan sekitarnnya. Barang yang dijual di Carrefour sama dengan barang yang dijual para pedagang tersebut bahkan jauh lebih lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keresahan itu pula asosiasi pedagang tersebut membuat pengaduan kepada LSM yang dipimpin Gultom agar persoalan tersebut bisa dibawa menjadi persoalan nasional. Apalagi seperti dipaparkan Gultom, proses pembangunan Carrefour tersebut juga menyimpang dari Peraturan Presiden (Perpres) RI No 112 tahun 2007 mengatur ketentuan tentang penataan dan pembinaan pasar tradisonal, pusat perbelanjaan dan toko modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya peraturan itu tehnis diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No 53/M-DAG/PER/12/2008 tentang pedoman, penataan dan pembinaan pasar tradisonal pusat perbelanjaan dan toko modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, kata Gultom, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang digunakan carrefour Padang Bulan dalam pembangunan gedungnya, dipastikan tidak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. “Kita sesali kenapa IMB nya sudah diterbitkan oleh pihak berwenang, padahal untuk mengurus IMB itu harus ada izin lokasi dan dari Disperindag. Atas dasar itulah IMB keluar,” papar Gultom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, menurut Gultom dia juga pernah membicarakannya dengan pihak tata kota . Selain itu pihak Aspalansi juga telah mengirim surat kepada Walikota Medan tertanggal 17 Juni 2009 yang isinya memuat dua hal yakni penolakan Carrefour dan penyampaian saran agar walikota Medan tidak meneribitkan izin usaha Carrefour di Padang Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://beritasore.com/2009/08/26/carrefour-hadir-pedagang-padang-bulan-resah/"&gt;Selain itu Gultom juga menegaskan penolakan Carrefour merupakan ‘harga mati” dan tidak akan ada negosiasi dalam menyikapinya. “Kita cuma minta batalkan keberadaan Carrefour di lokasi tersebut, serta bongkar bangunan yang kini tengah dalam pengerjaannya,” cetus Gultom. Karena menurutnya pihaknya hanya ingin menegakkan hukum yang telah diberlakukan dengan pedoman kepada Peraturan Presiden dan Peraturan Menetri.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-2823316334929443251?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/2823316334929443251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=2823316334929443251' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2823316334929443251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2823316334929443251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/08/carrefour-hadir-pedagang-padang-bulan.html' title='Carrefour Hadir, Pedagang Padang Bulan Resah'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-595826472053962788</id><published>2009-08-26T20:19:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T20:20:55.008-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Ramadhan, Masjid Ampel Memesona Turis Mancanegara</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/08/27/0906116p.JPG" width="590"&gt;Puluhan wisatawan mancanegara (wisman) dari berbagai negara mengunjungi Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya selama Ramadhan 1430 Hijriah.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Biasanya hanya dua-tiga wisman yang datang setiap hari, tapi selama ramadhan meningkat hingga puluhan orang asing setiap hari," kata juru kunci Masjid Ampel Surabaya, H. Abdul Hamid, di Surabaya, Rabu (26/8).&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Ia mengatakan, wisman yang datang berasal dari China, Prancis, Belanda, Italia, Malaysia, Saudi Arabia, Jepang, Brunei Darussalam, Filipina, Jerman, Yunani, Selandia Baru, dan sebagainya. "Kemarin (25/8), ada wisatawan dari Korea dan Jepang yang datang," katanya, didampingi rekannya H. Abdul Choliq dan H. Faruq.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Menurut dia, wisatawan asing itu umumnya melihat bentuk bangunan masjid Ampel yang dibangun sejak tahun 1421 M itu, kemudian mereka juga berziarah ke makam Sunan Ampel.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;"Mereka senang melihat banyaknya masyarakat yang berkunjung ke Masjid Ampel, karena hal serupa tidak ada di negaranya, karena itu Masjid Ampel masuk dalam agenda kunjungan wisata internasional," katanya menjelaskan.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Ditanya tentang masyarakat yang berkunjung ke Masjid Ampel selama ramadhan, ia mengatakan, jumlahnya meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa yang rata-rata mencapai 2.000 orang.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;"Pengunjung akan semakin banyak pada saat ’maleman’ (malam tanggal 21, 23, 25, 27, 29 ramadhan) dengan jumlah di atas 10 ribu orang, bahkan dapat mencapai 20 ribu orang," ujarnya mengungkapkan.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Selain ramadhan, masyarakat yang berkunjung ke Masjid Ampel dan berziarah ke makam Sunan Ampel biasanya nisbi banyak pada setiap Kamis malam Jumat Legi.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;"Jumlahnya akan mendekati puasa bila ada haul (peringatan wafat tahunan) Sunan Ampel pada setiap 10 hari menjelang ramadhan selama tiga hari yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu," katanya.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;a href="http://travel.kompas.com/read/xml/2009/08/27/09020159/Ramadhan..Masjid.Ampel.Memesona.Turis.Mancanegara"&gt;Ia menambahkan, acara haul Sunan Ampel antara lain pengajian, tahlil, khataman Al Quran, khitanan massal, arak-arakan warga Ampel dari Kampung Margi ke masjid, dan hadrah.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-595826472053962788?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/595826472053962788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=595826472053962788' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/595826472053962788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/595826472053962788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/08/ramadhan-masjid-ampel-memesona-turis.html' title='Ramadhan, Masjid Ampel Memesona Turis Mancanegara'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-5466752583005593662</id><published>2009-08-25T13:37:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T13:43:01.789-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Bupati Sergai Kukuhkan Pengurus Himasdat 2009 – 2014</title><content type='html'>&lt;img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/ec/Lambang_Kabupaten_Serdang_Bedagai.jpeg" width="590"&gt;Bupati Serdang Bedagai H.T Erry Nuradi mengingatkan seluruh elemen masyarakat Serdang Bedagai (Sergai) agar tidak menerapkan politik membelah bambu dalam menata kehidupan bersama. Etnisitas yang melekat di dalam diri merupakan sesuatu luar biasa jika dipergunakan dengan tidak mengunggulkan yang satu dan melemahkan yang lain.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Tatanan kehidupan dalam suatu komunitas tidak bisa mengunggulkan yang satu dan melemahkan lainnya sebagaimana politik membelah bambu dengan mengangkat yang sebelah dan menginjak sebelah lainnya” ungkap Erry Nuradi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plt. Sekdakab Sergai Drs. H. Haris Fadillah, M.Si pada pengukuhan pengurus Himpunan Masyarakat Adat (Himasdat) Kabupaten Sergai periode 2009 – 2014 di Wisma Panti Amerta PTPN 4 Kebun Adolina Perbaungan, Jumat kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, eksistensi etnisitas bukanlah sekadar jati diri pada suatu kelompok masyarakat tertentu, tetapi etnisitas merupakan kekayaan budaya bersifat potensial dan dapat digunakan untuk kemajuan Kabupaten Sergai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan potensi seluruh etnis yang ada akan sangat mendukung kebijakan pembangunan di Kabupaten Sergai untuk merealisasikan visi daerah bermottokan “tanah bertuah negeri beradat” ini menjadi salah satu kabupaten terbaik di nusantara dengan masyarakatnya yang Pancasilais, religius, modern dan kompetitif, ujar Erry Nuradi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditegaskan juga, perwujudan visi dan misi Kabupaten Sergai bukan semata-mata menjadi tugas pemerintah, apalagi Bupati dan Wakilnya, tetapi semua masyarakat Sergai harus mepunyai kepedulian dan komitmen kuat agar visi dan misi tersebut dapat tercapai. “Ketercapaian tujuan visi dan misi ini bukanlah semata untuk pemerintah kabupaten, tapi akan dipersembahkan kepada seluruh masyarakat Sergai” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada seluruh pengurus Himasdat Sergai yang baru dikukuhkan, Bupati meminta agar lembaga tersebut dapat menjadi wadah untuk menjembatani persatuan etnis¨yang ada di Sergai dengan berupaya melihat persamaan dalam berbagai komunitas etnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyatupaduan Etnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu pada acara yang sama Ketua Umum Himasdat Sergai M Syahril Matondang menegaskan, lembaga ini merupakan upaya penyatupaduan etnis yang ada di Sergai dan tentu akan sangat positif bagi pembangunan di Sergai melalui kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etnis-etnis yang terhimpun dalam Himasdat menurut Syahril Matondang sebanyak 18 etnis akan turut membangun keharmonisan serta mendukung secara penuh kebijakan pembangunan Pemkab Sergai mengingat visi dan misi yang dicanangkan Bupati Erry Nuradi dinilai sangat strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Ketua Dewan Pertimbangan Tuanku Luckman Sinar Basarshah II menilai bahwa kehidupan bangsa ini sudah hancur porak poranda disebabkan landasan adat tidak lagi menjadi acuan. Untuk itu, Himasdat Sergai diharapkan mampu mengangkat kembali nilai adat istiadat di etnis masing-masing dengan 2 arah yakni, pemeliharaan jati diri dari masing-masing etnis dan menciptakan hubungan harmonis antar multi kultural di dalamnya dengan tahapan toleransi dan saling pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Ketua Panitia Daniel Sembiring didampingi Sekretarisnya Juniar Gultom menjelaskan, perjalanan pembentukan Himasdat mengalami pasang surut luar¨biasa. Banyak yang “tenggelam” dalam proses menakhodai Himasdat sejak 8 Mei 2009 lalu, meski akhirnya kerja keras panitia membuahkan hasil hingga pengukuhan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://beritasore.com/2009/08/24/bupati-sergai-kukuhkan-pengurus-himasdat-2009-%E2%80%93-2014/"&gt;&lt;br /&gt;Pengukuhan ditandai dengan pengucapan sumpah kesediaan dipandu Plt. Sekdakab Sergai Drs H Haris Fadillah, M.Si dan penyerahan pataka kepada Ketua Umum Himasdat M Syahril Matondang disaksikan Wakil Ketua DPRD Ibrahim Kholil, S.PdI dan Kepala Adat Kesultanan Serdang Tuanku Luckman Sinar Basarshah II. &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-5466752583005593662?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/5466752583005593662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=5466752583005593662' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5466752583005593662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/5466752583005593662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/08/bupati-sergai-kukuhkan-pengurus.html' title='Bupati Sergai Kukuhkan Pengurus Himasdat 2009 – 2014'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-2466102212347364219</id><published>2009-08-25T13:32:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T13:36:51.443-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>Menelusuri Jejak Islam Barus</title><content type='html'>&lt;img src="http://geocities.com/rinasimbolon/StempelHulu.JPG" width="590"&gt;Desa Lobu Tua berjarak 4 km ke arah barat dari ibu kota Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah. Keberadaannya tak ada yang istimewa, karena layaknya desa warganya hidup bersahaja dari hasil laut, sawah dan kebun yang ada.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebagian warga punya kebanggaan luar biasa atas tanah mereka. Generasi tua dan sebagian generasi mudanya, paham betul tanah Lobu Tua punya sejarah masa lalu yang gemilang. Lobu Tua pernah menjadi emporium (pelabuhan niaga samudera) yang didatangi berbagai bangsa untuk membeli hasil bumi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspada Online&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Lobu Tua berjarak 4 km ke arah barat dari ibu kota Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah. Keberadaannya tak ada yang istimewa, karena layaknya desa warganya hidup bersahaja dari hasil laut, sawah dan kebun yang ada.&lt;br /&gt;Tapi sebagian warga punya kebanggaan luar biasa atas tanah mereka. Generasi tua dan sebagian generasi mudanya, paham betul tanah Lobu Tua punya sejarah masa lalu yang gemilang. Lobu Tua pernah menjadi emporium (pelabuhan niaga samudera) yang didatangi berbagai bangsa untuk membeli hasil bumi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak artefak (keramik, perak, batu bertulis, dsb) peninggalan masa lalu terkandung di bumi desa itu. Berbagai penelitian telah dilakukan kalangan arkeolog nasional maupun internasional.&lt;br /&gt;Tujuannya, mencoba mengungkap keberadaan Lobu Tua sebagai salah satu pelabuhan tua, tempat interaksi banyak peradaban maju masa lalu, dari penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jejak Peradaban Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pelabuhan niaga samudera, Barus (Lobu Tua) diperkirakan sudah ada sejak 3.000 tahun sebelum Masehi. Bahkan, ada memerkirakan lebih jauh dari itu sekira 5.000 tahun SM.&lt;br /&gt;Perkiraan akhir itu, didasarkan pada temuan bahan pengawet dari berbagai mummy Fir'aun Mesir Kuno salah satu pengawetnya menggunakan kanper atau kapur Barus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Getah kayu itu yang paling baik kualitasnya, kala itu hanya ditemukan di sekitar Barus. Sejarawan era kemerdekaan Prof. Mr. Mhd. Yamin, SH memperkirakan perdagangan rempahrempah di antaranya kanfer, sudah dilakukan pedagang Nusantara sejak 6.000 tahun lalu ke berbagai penjuru dunia.&lt;br /&gt;Lebih ke depan dari perkiraan itu, berdasarkan arsip-arsip tua berasal dari kitab suci. Misalnya di Injil Perjanjian Lama, menceritakan Raja Sulaiman (Solomon) atau dalam keyakinan Islam dikenal dengan Nabi Sulaiman, memerintahkan rakyatnya melakukan perdagangan dan membeli rempah-rempah hingga ke Ophir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ophir patut diduga sebagai Barus/Lobu Tua. Perkiraan itu punya jejak spiritual berbentuk kepercayaan monotheisme. Misalnya Ugamo Parmalim yang menjadi agama asli etnis Batak, meyakini Tuhan Yang Maha Esa dengan sebutan Ompu Mulajadi Na Bolon.&lt;br /&gt;Peradaban lain sempat menyentuh emporium Barus, adalah Yunani yang di perkirakan para pedagangnya mengunjungi Barus di awal-awal Masehi. Seorang pengembara Yunani Claudius Ptolomeus mencatat perjalanannya hingga ke Barousai, sekira tahun 70 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencatat sejarah Yunani itu menyebutkan bahwa selain pedagang Yunani, pedagang Venesia, India, Arab dan Tiongkok juga lalu lalang ke Barus untuk mendapatkan rempah-rempah.&lt;br /&gt;Lalu pada arsip tua India "Kathasaritsagara" sekira tahun 600 M, mencatat perjalanan seorang Brahmana mencari anaknya hingga ke Barus. Brahmana itu mengunjungi Keladvipa (pulau kelapa diduga Sumatera) dengan rute Ketaha (Kedah), menyusuri pantai Barat hingga ke Karpuradvipa (Barus).&lt;br /&gt;Bangsa Tiongkok sejak lama mengenal Barus sebagai Po Law Che. Misalnya, dari catatan Hsuan Tsang dari era Dinasti Tang tahun 645 M dan pengembara I Tcing, tahun 685 M .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sekelompok penyebar ajaran Kristen Sekte Nestorian dari Konstantinopel, pusat Kerajaan Byzantium Timur, menjejakkan kakinya di Barus.        &lt;br /&gt;Kelompok itu diperkirakan datang sekira tahun 600 M dan mendirikan gereja pertama di Desa Pancuran, Barus. Lalu di tahun itu juga, pedagang Arab memasuki Barus sekira 627-643 M atau sekira tahun 1 Hijriah, dan menyebarkan agama Islam di daerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antaranya Wahab bin Qabishah mendarat di Pulau Mursala pada 627 M. Ada juga utusan Khulafaur Rasyidin, bernama Syekh Ismail akan ke Samudera Pasai dan singgah di Barus, sekira tahun 634 M.&lt;br /&gt;Sejak itu, tercatat bangsa Arab (Islam) mendirikan koloni di Barus. Bangsa Arab menamakan Barus dengan sebutan Fansur atau Fansuri, misalnya oleh penulis Sulaiman pada 851 M dalam bukunya "Silsilatus Tawarikh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya Dinasti Syailendra dari Champa (Muang Thai) menaklukkan emporium Barus sekira 850 M dan menamakan koloni itu sebagai Kalasapura. Setelah penaklukan itu, di pelabuhan itu berdiri koloni terdiri dari berbagai bangsa terpisah dengan masyarakat asli.&lt;br /&gt;Tercatat, tahun 1088 ada perkumpulan dagang Tamil (India) di koloni itu. Namun sekali lagi, koloni Barus di bumi hanguskan sekira tahun 1127 M oleh Kerajaan Marina dari Madagaskar, Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seabad setelah itu, Bangsa Eropah menemukan koloni Barus baru. Penjelajah terkenal bangsa Italia Marcopolo menjejakkan kakinya di bandar perniagaan itu pada 1292 M. Sedangkan sejarawan muslim ternama Ibnu Bathuthah mengunjungi Barus pada 1345 M. Berikutnya pelaut Portugis berdagang di Barus pada 1469 M. Sedangkan pedagang dari berbagai belahan dunia lain menyinggahi Barus, tercatat dari Ceylon (Sri Lanka), Yaman, Persia, Inggris dan Spanyol.&lt;br /&gt;Berdasarkan catatan dari berbagai arsip bangsa-bangsa dunia, emporium Barus bertahan hingga abad 17 M. Setelah itu, pusat perniagaan Barus secara perlahan kehilangan perannya, hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jejak para pendatang dari penjuru dunia itu, sebagian ada yang sudah ditemukan melalui penggalian arkeologis oleh para arkeolog nasional dan internasional, misalnya temuan artefak, keramik, batu bertulis pada tahun 1872 atau pada penggalian tahun 1978 dan 1995 di situs Lobu Tua. Temuan itu sudah banyak mengisi berbagai museum dalam dan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emporium Barus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sejarawan Islam dalam mau pun luar negeri mengakui arti penting pantai Barat Pulau Sumatera (Andalas) sebagai salah satu daerah awal masuknya Islam ke Nusantara.&lt;br /&gt;Namun, belum ada kesepakatan di antara mereka, apakah Barus merupakan lokasi pertama masuknya Islam. Pandangan itu setidaknya mengemuka dalam Seminar I "Masuknya Islam di Nusantara ," diselenggarakan di Medan pada 17-20 Maret 1963.&lt;br /&gt;Dalam seminar itu, seorang sejarawan lokal, bernama Dada Meuraxa berkeyakinan Islam masuk ke Barus pada tahun 1 Hijriah, berdasarkan penemuan batu nisan Syekh Rukunuddin, di komplek pemakaman Mahligai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu nisan itu menginformasikan Syekh Rukunuddin wafat dalam usia 100 tahun, 2 bulan dan 22 hari pada tahun "ha"-"mim" Hijratun nabi. Meuraxa, menerjemahkan "ha"-"mim" itu 8 - 40 yang kemudian dijumlahkan menjadi 48 H. Perhitungan itu berdasarkan Ilmu Falak (Astronomi) dari Kitab Tajul Muluk.&lt;br /&gt;Namun di seminar itu, pandangan Meuraxa disangkal ulama terkenal Sumut saat itu, Ustadz HM Arsyad Thalib Lubis. Menurut ulama pendiri Al Jam’iyatul Washliyah itu, bukti nisan tidak dapat dijadikan dasar penentuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya, dua huruf ‘Ha’ dan ‘mim’ yang menunjukkan tahun di batu nisan itu bukan 48 H melainkan 408 Hijriah. Menurut ulama terkenal itu, untuk nama memang harus dijumlah, tapi untuk tahun harus dipadukan, sehingga menjadi 408 Hijriah.      &lt;br /&gt;Akhirnya, seminar pertama itu memutuskan Islam pertama kali masuk ke Nusantara memang di Pantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barat Sumatera tanpa menentukan di mana pastinya lokasi masuknya agama Islam.&lt;br /&gt;Perbedaan pandangan itu terus berlangsung hingga belasan tahun kemudian. Baru pada tahun 1978, sejumlah arkeolog dipimpin Prof. Dr. Hasan Muarif Ambary melakukan penelitian terhadap berbagai nisan makam yang ada di sekitar daerah Barus.&lt;br /&gt;Pada penelitian terhadap nisan Syekh Rukunuddin, arkeolog juga pengajar di Universitas Airlangga Surabaya dan guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, meyakini Islam sudah masuk sejak tahun 1 Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu berdasarkan pada perhitungan yang menguatkan pendapat pertama oleh sejarawan lokal Dada Meuraxa yang didukung sejumlah sejarawan lainnya.&lt;br /&gt;Pengukuhan itu dikuatkan lagi dalam seminar sama pada 29-30 Maret 1983 di Medan menyimpulkan Barus merupakan daerah pertama masuknya Islam di Nusantara.&lt;br /&gt;Perhitungan masuknya Islam di Barus itu, didukung pula dengan temuan 44 batu nisan penyebar Islam di sekitar Barus bertuliskan aksara Arab dan Persia.&lt;br /&gt;Misalnya batu nisan Syekh Mahmud di Papan Tinggi. Makam dengan ketinggian 200 meter di atas permukaan laut itu, menurut Ustadz Djamaluddin Batubara, hingga kini ada sebagian tulisannya tidak bisa diterjemahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu disebabkan tulisannya merupakan aksara Persia kuno yang bercampur dengan aksara Arab. Seorang arkeolog dan ahli kaligrafi kuno Arab dari Prancis Prof. Dr. Ludwig Kuvi mengakui Syekh Mahmud berasal dari Hadramaut, Yaman, merupakan ulama besar. Sedangkan batu nisan menjadi pertanda makam itu banyak ditemukan di India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang makam Syekh Mahmud itu, sejarawan Belanda Dr. Ph. S. Van Roenkel menyatakan Syekh Mahmud merupakan penyebar Islam pertama sekira 1.000 tahun lalu berhasil mengajak masuk Islam Raja I etnis Batak, yakni Raja Guru Marsakkot. Namun, karena hal itu tidak disukai kalangan kerabat Raja Batak itu, ulama itu kemudian dibunuh, sehingga terjadi huru hara besar di daerah itu.&lt;br /&gt;Akan halnya Ustadz Djamaluddin Batubara sendiri, memiliki teori lain tentang keberadaan makam Syekh Mahmud terpencil dan berada di ketinggian bukit Papan Tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Djamaluddin, Syekh Mahmud berasal dari Hadramaut, Yaman, diperkirakan datang lebih awal dari Syekh Rukunuddin, yakni pada era 10 tahun pertama dakwah Rasulullah Muhammad SAW di Makkah. Masa kedatangan ulama diduga kerabat dan sahabat nabi itu, membawa ajaran Islam Tauhid tanpa Syari’at. "Itu sebabnya di makam itu belum ada penanggalan, melainkan sabda Nabi bermakna tauhid," tegas dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ketinggian makam itu dibanding 43 makam bersejarah lainnya, menjadi alasan terdahulunya kedatangan Syekh Mahmud ketimbang para penyebar Islam lainnya.&lt;br /&gt;"Dulu, Barus sekarang ini laut dan pantainya di perbukitan itu (menunjuk Bukit Papan Tinggi sekira 200 meter di atas permukaan laut). Atau paling tidak dulunya daratan ini masih rawa-rawa dalam. Seiring dengan perubahan ekologis, laut atau rawa-rawa itu jadi daratan," kata Djamaluddin. Bukti pendukung teori itu disebutkan banyaknya ditemukan batu karang di daratan Barus sekarang, jika penggalian dilakukan hanya semeter dari permukaan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, Syekh Mahmud merupakan penyebar Islam pertama, sedangkan 43 ulama lainnya merupakan pengikut dan murid-muridnya, kata Ustadz Djamaluddin yang merupakan tamatan Pesantren Purba Baru. Ke 43 makam ulama penyebar Islam itu di antaranya, makam  Syekh Rukunuddin, Tuanku Batu Badan, komplek Bukit Hasang, Tuanku Ambar, Tuan Kepala Ujung, Tuan Sirampak, Tuan Tembang, Tuanku Kayu Manang, Tuanku Makhdum, Syekh Zainal Abidin Ilyas, Syekh Ahmad Khatib Siddiq, dan makam Imam Mua’azhamsyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya makam Imam Chatib Miktibai, Tuanku Pinago, Tuanku Sultan Ibrahim bin Tuanku Sultan Muhammadsyah Chaniago, dan makam Tuan Digaung, serta beberapa makam lainnya. Kesemua makam dari 43 ulama itu berada di Barus dan sekitarnya.&lt;br /&gt;Selain itu, keberadaan Islam di Barus, berhubungan langsung dengan Islam di Aceh. Beberapa temuan arsip kuno menunjukkan adanya tiga ulama Islam terhubungkan antara Barus dan Aceh.&lt;br /&gt;Misalnya, keberadaan ulama terkenal Syekh Hamzah Fansuri dan Syekh Syamsuddin as Sumatrani paham keagamaan mereka berseberangan dengan Syekh Abdul Rauf as Singkili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diyakini banyak sejarawan Islam, kedua ulama terdahulu bermukim dan menyebarkan pahamnya di Barus, setelah paham Wujudiah mereka mendapat serangan dari Syekh Abdur Rauf as Singkili dan tidak diakui di Kerajaan Islam Samudera Pasai Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal sama terjadi juga terhadap keberadaan Islam di Minangkabau (Sumatera Barat). Misalnya keberadaan seorang penguasa Islam asal Minangkabau bernama Sultan Muhammadsyah Chaniago disebut-sebut berasal dari Indrapuri merupakan pusat Kerajaan Pagaruyung, Minangkabau. Namun, diakui, Islam sendiri tidak menyebar ke pedalaman Tano Batak, karena adanya penolakan keras dari masyarakat setempat kental memegang adat istiadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ustadz Djamaluddin Batubara, etnis Batak dikenal sangat memegang teguh adat istiadat melebihi apa pun. Sedangkan adat istiadat mereka pegang diperkuat dengan ajaran lokal Parmalim.&lt;br /&gt;Namun, patut dicatat, awal masuknya Islam (di masa Syekh Mahmud dan 43 ulama lainnya, diperkirakan tidak ada penolakan, malah terjadi sinkretisisme simbolik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.waspada.co.id/index2.php?option=com_content&amp;do_pdf=1&amp;id=97"&gt;Namun, pada periode kedua masuknya Islam (sekira abad 17 M), ajaran itu ditolak, karena berlawanan dengan adat kebiasaan masyarakat setempat. "Jelasnya, ketika Islam Tauhid/Sufistik datang, tak ada penolakan. Baru ketika Islam Syari’at datang, masyarakat menolak," tegas Djamaluddin.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-2466102212347364219?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/2466102212347364219/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=2466102212347364219' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2466102212347364219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/2466102212347364219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/08/menelusuri-jejak-islam-barus.html' title='Menelusuri Jejak Islam Barus'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-1613222651273025486</id><published>2009-08-25T13:27:00.001-07:00</published><updated>2009-08-25T13:30:42.786-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barus'/><title type='text'>Vivanews: Simbol Islam di Tanah Batak</title><content type='html'>&lt;img src="http://media.vivanews.com/thumbs/75607_barus__tapanuli_tengah_thumb_300_225.jpg" width="590"&gt;Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, adalah salah daerah yang tercatat dalam sejarah Islam. Khususnya kecamatan Barus, yang disebut sebagai pernah menjadi sentra pedagang Timur Tengah, hingga menjadi pusat penyebaran agama Islam di negeri ini.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bukti sejarah ini adalah makam Syekh Mahmud di Barus. Syekh Mahmud adalah salah seorang penyebar masuknya Islam ke Indonesia pada Abad ke Enam. Makamnya ditemukan pada abad ke 13. Selain makam Mahmud ditemukan 43 batu nisa penyebar Islam lainnya di Barus. Semuanya bertuliskan aksara Arab dan Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makam Syekh Mahmud berada di Papan Tinggi, di atas ketinggian 200 meter di atas permukaan laut.  Untuk mencapai ke makam, perlu menaiki 710 anak tangga. Butuh waktu satu jam baru sampai ke makam. Ke sinilah kaum muslimin di Barus dan sekitarnya berziarah setiap tahun, terutama pada ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tanda bahwa Mahmud berkaitan dengan Islam adalah batu nisannya yang bertuliskan aksara Persia dan Arab. Hingga kini, sebagaian aksara di nisanya belum bisa diterjemahkan. Diperkirakan bertuliskan dengan aksara Persia kuno yang bercampur dengan huruf Arab. Sebuah catatan menyebutkan Syekh Mahmud dari Hadramaut, Yaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada yang memperkirakan, Mahmud datang di masa 10 tahun pertama dakwah rasulullah Muhammad SAW di Mekkah. Sebagai alasannya, para kerabat dan sahabat Nabi Muhammad di masa itu membawa ajaran Islam tauhid. Karena itu i makam Mahmud tak ada penanggalan, hanya ada sabda Nabi Muhammad yang bermakna tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Islam yang dibawa Mahmud bisa masuk ke tanah Batak ini cukup menarik. Sebab, ternyata di masa itu orang-orang Batak yang terkenal dengan keyakinannya dalam ajaran Parmalim atau Sipetebegu itu bisa cocok dengan Islam. Kedatangan ajaran Islam yang dinilai singkron dengan kepercayaan Batak ini disebut periode pertama Islam masuk ke tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, bagi warga di sana aliran tauhid atau sufistik yang dibawa oleh Mahmud tak begitu membingungkan masyarakat Batak. Ini juga menjelaskan kenapa dua ulama Aceh, Syekh Hamzah Fansuri dan Syekh Syamsuddin Sumatrani, berhubungan dengan Barus. Pada periode kedua di abad ke 17, Batak menolak Islam, periode ini yang datang adalah penyebar Islam Syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nasional.vivanews.com/news/read/84683-simbol_islam_di_tanah_batak"&gt;Sayangnya, pemerintah daerah setempat tak begitu menghiraukan lokasi bersejarah ini. &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-1613222651273025486?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/1613222651273025486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=1613222651273025486' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1613222651273025486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1613222651273025486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/08/vivanews-simbol-islam-di-tanah-batak.html' title='Vivanews: Simbol Islam di Tanah Batak'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-4207094353541052787</id><published>2009-08-25T13:24:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T13:27:25.706-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>EARLY TAREKAT IN BUNTET: SYATTARIYAH</title><content type='html'>&lt;img src="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/images/plate43.jpg" width="590"&gt;Pesantren Buntet gives homage to two tarekat, the Syattariyah, which came earlier and the Tijaniyah which came later. Both belong to the tarekat mu'tabarah (accepted tarekat).&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Although since its first stage Pesantren Buntet has been associated with Tarekat Syattariyah (the Syattariyah Order), the formal introduction of this tarekat within the pesantren circle is said to have been announced publicly only after Kyai Anwaruddin Kriyani al-Malebari (Ki Buyut &lt;a href="http://epress.anu.edu.au/islamic/itc/mobile_devices/ch08s02.html"&gt;Kriyan) arrived. When Kyai Mutta'ad led the pesantren, Kyai Anwaruddin, married Nyai Ruhillah, daughter of Kyai Mutta'ad; after that he publicly set up the tarekat in Pesantren Buntet.&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-4207094353541052787?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/4207094353541052787/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=4207094353541052787' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/4207094353541052787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/4207094353541052787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/08/early-tarekat-in-buntet-syattariyah.html' title='EARLY TAREKAT IN BUNTET: SYATTARIYAH'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-3052990333503921903</id><published>2009-08-25T01:34:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T02:24:50.195-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sumut'/><title type='text'>Permintaan busana muslim di Abdya meningkat</title><content type='html'>&lt;img src="http://i24.photobucket.com/albums/c26/kcnkrn/IMG_2648-1.jpg" width="590"&gt;Permintaan busana muslim di pasar Blangpidie dan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya (ABDYA) dilaporkan mengalami peningkatan sejak dua pekan terakhir.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Permintaan busana muslim sudah mulai meningkat sejak sepekan sebelum bulan Ramadhan 1430 Hijriyah. Banyak warga yang membeli jilbab, baju," kata seoarang pedagang pakaian muslim, Bahgia di Blangpidie, sore ini.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://www.acehforum.biz/uploads/dd3017c14c.jpg" width="590"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu banyak warga yang mencari kain sarung, mukena dan sajadah untuk keperluan shalat.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahgia memperkirakan permintaan busana muslim dan keperluan ibadah tetap meningkat dan akan berlangsung hingga satu hari menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1430 Hijriyah.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga jilbab berbagai merek antara Rp20 ribu-Rp150 ribu/potong, baju muslim pria dan wanita mulai Rp45 ribu hingga Rp750 ribu/potong serta mukena Rp50.000-Rp100.000/potong.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pedagang pakaian muslim di pasar Manggeng juga mengakui tingginya permintaan busana muslim tersebut sehingga banyak pedagang mengalami kekosongan persediaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i254.photobucket.com/albums/hh92/ozan-ghira/serius-kali.jpg" width="590"&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Permintaan tidak hanya dari warga Manggeng dan Kecamatan Tangan-Tangan bahkan dari Labuhan Haji, Tapaktuan Bakongan dan Trumon," kata seorang pedagang kaki lima di pasar Manggeng.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=47422:permintaan-busana-muslim-di-abdya-meningkat&amp;catid=13:aceh&amp;Itemid=26"&gt;Meski tingginya permintaan, namun para pedagang mengaku tidak menaikkan harga. Seperti biasa, kecuali barang yang memang mengalami kenaikkan di pasar grosir Medan, Sumatera Utara, katanya.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-3052990333503921903?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/3052990333503921903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=3052990333503921903' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3052990333503921903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3052990333503921903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/08/permintaan-busana-muslim-di-abdya.html' title='Permintaan busana muslim di Abdya meningkat'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-6814102988643841273</id><published>2009-08-25T01:33:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T01:34:49.211-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>Kajian Islam Indonesia di Cairo: Sebuah Refleksi</title><content type='html'>&lt;img src="http://bp3.blogger.com/_JmYah9LAc-Y/R5YL1c4aAuI/AAAAAAAAMA4/E8Kpl8QraTs/s200/Maktabah+al-Azhar01.JPG" width="590"&gt;Pada kurun abad ke 19 khususnya, Cairo telah menjadi salah satu pusat keilmuan Islam yang memiliki pengaruh dan hubungan kuat dengan dunia Melayu-Indonesia.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga terkait dengan terciptanya hubungan intelektual keagamaan antara dunia Melayu-&lt;a href="http://naskahkuno.wordpress.com/2008/01/21/kajian-islam-indonesia-di-cairo-sebuah-refleksi/#more-127"&gt;Indonesia dengan Makkah dan Madinah sejak abad ke 17 sebelumnya.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-6814102988643841273?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/6814102988643841273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=6814102988643841273' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/6814102988643841273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/6814102988643841273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/08/kajian-islam-indonesia-di-cairo-sebuah.html' title='Kajian Islam Indonesia di Cairo: Sebuah Refleksi'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_JmYah9LAc-Y/R5YL1c4aAuI/AAAAAAAAMA4/E8Kpl8QraTs/s72-c/Maktabah+al-Azhar01.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-3128226361046679058</id><published>2009-08-25T01:19:00.000-07:00</published><updated>2009-08-25T01:24:36.871-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejarah'/><title type='text'>FUNGSI TAREKAT SYATTARIYAH: SUATU TELAAH FILOLOGIS</title><content type='html'>&lt;img src="http://istayn.staff.uns.ac.id/wp-content/blogs.dir/38/files//2008/11/buku-syattariyahx.jpg" width="590" /&gt;Syattariyah (Syaththariyyah) manuscript is one of Syeh Abdurrauf Assingkeli's works. He was welIknown to be an Ulama of mystic sect of Islam (Ulama sufi) and a leader of Tarekat Syattariyah in the Nusantara. The Tarekat Syattariyah was one of the name of available 161 tarekats. The name of this tarekat was relevant to the name of its first leader, Syeh Abdullah Syattari (Syaththari), a leader of mystic sect of Islam from India who had died in 1428.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csavira%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csavira%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Arial Narrow"; 	panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} p.MsoFootnoteText, li.MsoFootnoteText, div.MsoFootnoteText 	{mso-style-noshow:yes; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} p.MsoHeader, li.MsoHeader, div.MsoHeader 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 207.65pt right 415.3pt; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 207.65pt right 415.3pt; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	mso-fareast-language:EN-GB;} span.MsoFootnoteReference 	{mso-style-noshow:yes; 	vertical-align:super;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;}  /* Page Definitions */  @page 	{mso-footnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/savira/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") fs; 	mso-footnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/savira/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") fcs; 	mso-endnote-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/savira/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") es; 	mso-endnote-continuation-separator:url("file:///C:/DOCUME~1/savira/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_header.htm") ecs;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:85.05pt 85.05pt 85.05pt 113.4pt; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1; 	mso-footnote-numbering-style:chicago;} @page Section2 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:85.05pt 85.05pt 85.05pt 113.4pt; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-columns:2 not-even 180.4pt 36.05pt 180.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section2 	{page:Section2;} @page Section3 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:85.05pt 85.05pt 85.05pt 113.4pt; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section3 	{page:Section3;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:5181940; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-66409096 -263049104 1653256444 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:1.25in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.25in; 	text-indent:-.5in;} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:1.5in; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l0:level4 	{mso-level-tab-stop:2.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:2.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:3.0in; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l0:level7 	{mso-level-tab-stop:3.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:4.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l0:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:4.5in; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l1 	{mso-list-id:976491674; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1515832086 1340365120 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579 134807567 134807577 134807579;} @list l1:level1 	{mso-level-text:"\(%1\)"; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-ascii-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-hansi-font-family:"Times New Roman";} @list l1:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l1:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:1.5in; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l1:level4 	{mso-level-tab-stop:2.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l1:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:2.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l1:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:3.0in; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l1:level7 	{mso-level-tab-stop:3.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l1:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:4.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l1:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:4.5in; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt;} @list l2 	{mso-list-id:1126657447; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:442127366 663678542 1485064310 -814559764 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 	{mso-level-text:"%1\)"; 	mso-level-tab-stop:62.4pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:62.4pt; 	text-indent:-.25in;} @list l2:level2 	{mso-level-start-at:2; 	mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:1.25in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.25in; 	text-indent:-.25in;} @list l2:level3 	{mso-level-tab-stop:135.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:135.0pt; 	text-indent:-.25in;} @list l2:level4 	{mso-level-tab-stop:2.25in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:2.25in; 	text-indent:-.25in;} @list l2:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:2.75in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:2.75in; 	text-indent:-.25in;} @list l2:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:3.25in; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:3.25in; 	text-indent:-9.0pt;} @list l2:level7 	{mso-level-tab-stop:3.75in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:3.75in; 	text-indent:-.25in;} @list l2:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:4.25in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:4.25in; 	text-indent:-.25in;} @list l2:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:4.75in; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:4.75in; 	text-indent:-9.0pt;} @list l3 	{mso-list-id:1744451652; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1536252420 494170642 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1 	{mso-level-text:"%1\)"; 	mso-level-tab-stop:43.5pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:43.5pt; 	text-indent:-.25in; 	mso-ansi-font-weight:bold; 	mso-bidi-font-weight:bold;} @list l3:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:79.5pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:79.5pt; 	text-indent:-.25in;} @list l3:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:115.5pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:115.5pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l3:level4 	{mso-level-tab-stop:151.5pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:151.5pt; 	text-indent:-.25in;} @list l3:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:187.5pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:187.5pt; 	text-indent:-.25in;} @list l3:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:223.5pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:223.5pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l3:level7 	{mso-level-tab-stop:259.5pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:259.5pt; 	text-indent:-.25in;} @list l3:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:295.5pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:295.5pt; 	text-indent:-.25in;} @list l3:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:331.5pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:331.5pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l4 	{mso-list-id:1789661810; 	mso-list-template-ids:-33025612;} @list l4:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:62.4pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:62.4pt; 	text-indent:-.25in;} @list l4:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:1.25in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.25in; 	text-indent:-.25in;} @list l4:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:1.75in; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:1.75in; 	text-indent:-9.0pt;} @list l4:level4 	{mso-level-tab-stop:2.25in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:2.25in; 	text-indent:-.25in;} @list l4:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:2.75in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:2.75in; 	text-indent:-.25in;} @list l4:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:3.25in; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:3.25in; 	text-indent:-9.0pt;} @list l4:level7 	{mso-level-tab-stop:3.75in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:3.75in; 	text-indent:-.25in;} @list l4:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:4.25in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:4.25in; 	text-indent:-.25in;} @list l4:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:4.75in; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:4.75in; 	text-indent:-9.0pt;} @list l5 	{mso-list-id:1844081743; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1657201378 1455845324 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l5:level1 	{mso-level-text:"%1\)"; 	mso-level-tab-stop:45.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:45.0pt; 	text-indent:-.25in;} @list l5:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:81.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:81.0pt; 	text-indent:-.25in;} @list l5:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:117.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:117.0pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l5:level4 	{mso-level-tab-stop:153.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:153.0pt; 	text-indent:-.25in;} @list l5:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:189.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:189.0pt; 	text-indent:-.25in;} @list l5:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:225.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:225.0pt; 	text-indent:-9.0pt;} @list l5:level7 	{mso-level-tab-stop:261.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:261.0pt; 	text-indent:-.25in;} @list l5:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:297.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:297.0pt; 	text-indent:-.25in;} @list l5:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:333.0pt; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:333.0pt; 	text-indent:-9.0pt;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} table.MsoTableGrid 	{mso-style-name:"Table Grid"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	border:solid windowtext 1.0pt; 	mso-border-alt:solid windowtext .5pt; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-border-insideh:.5pt solid windowtext; 	mso-border-insidev:.5pt solid windowtext; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1028"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="Section1"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: blue;"&gt;BUKU BERJUDUL:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: blue;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“SUNTINGAN TEKS DAN ANALISIS FUNGSI TAREKAT SYATTARIYAH” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: blue;"&gt;diterbitkan oleh Bina Insani Press Solo 2007, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: blue;"&gt;untuk memiliki buku ini Anda dapat berhubungan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: blue;"&gt;Bagian Perpustakaan Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya UGM Yogyakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: blue;"&gt;atau pesan dikirim ke e-mail &lt;a href="mailto:istayn@yahoo.com"&gt;istayn@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: blue;"&gt;Adapun ringkasan buku tersebut ditulis pada artikel berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;FUNGSI TAREKAT SYATTARIYAH: SUATU TELAAH FILOLOGIS&lt;a style="" href="#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;"&gt;[*]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Drs. Istadiyantha, M.S.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Fakultas Sastra dan Seni Rupa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Universitas Sebelas Maret Surakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;ABSTRACT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.1pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Syattariyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; (Syaththariyyah) manuscript is one of Syeh Abdurrauf Assingkeli's works. He &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;was welIknown to be an &lt;i&gt;Ulama&lt;/i&gt; of mystic sect of Islam (Ulama sufi) and a leader &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;of &lt;i&gt;Tarekat Syattariyah&lt;/i&gt; in the &lt;i&gt;Nusantara&lt;/i&gt;&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;The &lt;i&gt;Tarekat Syattariyah&lt;/i&gt; was one of &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;the name of available 161 &lt;i&gt;tarekats&lt;/i&gt;. The name of this &lt;i&gt;tarekat&lt;/i&gt; was relevant to the &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;name of its first leader, Syeh Abdullah Syattari (Syaththari), a leader of mystic sect of Islam&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; from India who had died in 1428.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.1pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;In this work are presented the relevance between the doctrine of mystic and the straightest, truest tarekat, and between &lt;i&gt;Tarekat Syattariyah&lt;/i&gt; and &lt;i&gt;syariat&lt;/i&gt; (Is&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;lamic Law). The purpose of this discussion is to give a way-out of different views &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;in understanding &lt;i&gt;Syattariyah&lt;/i&gt;. One view said that the doctrine of &lt;i&gt;Syattariyah&lt;/i&gt; had&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; deviated from Islamic Law, while another said that it was still on its guidelines.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;For further presentation, the last chapter talks about a chapter of analysis &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;of function. The meaning of function in this discussion is as what the writer meant &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;in his work: What the writer's purpose in making such work and what the function &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;of sections in the whole texts are. Such function consists of structural, main, and &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;subfunction. In the continued discussion another term of subfunction is called &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;general function; main function, special function.&lt;/span&gt; &lt;span style=""&gt;This thesis is expected to give a useful contribution for spiritual foundation.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Key words&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;: &lt;i&gt;Syattariyah manuscript -- the doctrine of Syattariyah -- &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;analysis of function&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;1. Pendahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;1) Latar Relakang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pada abad ke-16 dan 17 kita kenal beberapa ulama sufl di Aceh yang &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;besar sumbangan pemikirannya bagi penyiaran agama Islam dan kesusasteraan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Melayu. Mereka adalah Hamzah Fansuri, Syamsuddin Assamatrani, Nuruddin &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Arraniri, dan Abdurrauf Assingkeli. Tokoh sufi yang disebut terakhir ini &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;menulis beberapa kitab antara lain: &lt;i&gt;Terjemahan Tafsir Baidhawi &lt;/i&gt;ke dalam&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;bahasa Melayu, Daqa,iqu ‘I-Huruf &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;'Umdatu ‘l-Muhtajin ila Suluk Maslaki ‘I-&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Mufradin, Mir’atu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;‘t- Tullab, At-Tariqatu ‘sy-Syattariyyah (Syattariyah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;pen.), &lt;i&gt;Bayan &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Tajalli Hidayatu ‘l-Balighah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;(Peunoh Daly dalam Siti Baroroh Baried, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;1985:297; Liaw Yock Fang, 1975: 197-198). Sejumlah karya tersebut &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;memperkaya perbendaharaan pengetahuan keagamaan dan kesusasteraan Melayu.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Karya Syeh Abdurrauf yang berjudul &lt;i&gt;Syattariyah &lt;/i&gt;dijadikan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;objek dalam makalah ini. Naskah &lt;i&gt;Syattariyah &lt;/i&gt;ditulis oleh Syeh Abdurrauf &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;berdasarkan anjuran Ratu Shafiyyatu d-Din yang memerintah di Aceh tahun &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;1641-1675. Kecuali itu Ratu juga meminta kepada Syeh Abdurrauf agar ia &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dibimbing untuk &lt;i&gt;menjalankan ajaran tarekat dan tasauf&lt;/i&gt;. Ikut sertanya Ratu Shafiyatu d-&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Din dalam bidang Tarekat Syattariyah pada khususnya dan bidang tasauf pada &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;mumnya, dapat memperkuat kedudukan ajaran yang dibawa oleh Syeh Ab&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;durrauf.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam pembahasan ini, istilah &lt;i&gt;Syattariyah&lt;/i&gt; dilihat dari dua sisi: sisi &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;pertama, &lt;i&gt;Syattariyah&lt;/i&gt; sebagai nama suatu aliran tarekat; kedua, sebagai judul &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;suatu naskah &lt;i&gt;Syattariyah,&lt;/i&gt; sebagai nama aliran tarekat sudah banyak yang mem&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;bicarakannya, tetapi &lt;i&gt;Syattariyah &lt;/i&gt;sebagai judul suatu naskah sampai sekarang &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;belum banyak yang membahasnya. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh dua &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;hal: Pertama, terbatasnya jumlah peneliti dibandingkan dengan jumlah naskah &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Melayu yang ada menyebabkan sejumlah naskah belum dapat diteliti. Kedua, &lt;i&gt;T&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;arekat Sattariyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; sering dianggap sebagai aliran yang menyimpang dari ajaran &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Islam (Snouck Hurgronje, 1894: 17-18; Schrieke, 1973: 24-27) sehingga &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;diperkirakan timbul keengganan peneliti &lt;i&gt;untuk membahasnya&lt;/i&gt;&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;Di pihak lain, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;terhadap isi ajaran tarekat ini ada yang menganggapnya sesuai dengan batas-batas ajaran Islam.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" lang="EN-GB"&gt;2) Permasalahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Kebenaran aliran Tarekat Syattariyah jika ditinjau dari segi syariat, sering &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;menarik perhatian dari beberapa pengamat. Satu pihak menganggap tarekat itu &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;sebagai ajaran yang sesat, di lain pihak menganggapnya sebagai suatu aliran &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;yang sesuai dengan syariat Islam. Ulama yang membenarkan ajaran tarekat ter&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;sebut diperkirakan karena dua hal: pertama, mereka berasal dari kelompok &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;aliran tersebut sehingga penilaiannya bersifat subjektif. Kedua, ulama vang &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;memberikan pandangannya itu dengan membedakan antara ajaran tarekat &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dengan penganutnya, dengan asumsi bahwa ajarannya tetap dipandang sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ajaran yang benar tetapi penganutnya yang diperkirakan terpengaruh oleh unsur kepercayaan lain.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Berdasarkan atas pendapat di atas, maka dirasa perlu mengadakan pem&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;bahasan terhadap naskah Syattariyah, dengan harapan agar kajian terhadap &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;kandungan naskah tersebut berfaedah bagi pembangunan bidang spiritual. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" lang="EN-GB"&gt;3) Perumusan Masalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Masalah pokok yang akan dibahas di sini meliputi:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.75pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(1) Seberapa jauh kebenar an ajaran tarekat Syattariyah ditinjau dari segi syariat?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(2) Apakah fungsi yang terkandung di dalam teks dan ajaran Tarekat Syattariyah?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" lang="EN-GB"&gt;4) Landasan Teori&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Setiap karya sastra memerlukan metode analisis sesuai dengan sifat dan strukturnya (Teeuw, 1984:36). Antara jenis sastra yang satu dengan yang lain terdapat perbedaan struktur, oleh karena itu jenis sastra bukanlah suatu sistem &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;yang kaku, tetapi berobah terus secara luwes (id.: 112-113). Lebih lanjut &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dikatakan bahwa peneliti-peneliti sastra harus mengikuti perkembangan itu di &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dalam penelitiannya (id.).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Jenis sastra merupakan mata rantai yang menghubungkan karya sastra &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;individual dengan dunia sastranya (Scholes, 1977: 128). Jenis sastra menunjuk&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;kan corak tersendiri sesuai dengan konvensi yang melatarbelakanginya. Jenis &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tersebut adalah: puisi, drama, dan prosa (Fakultas Sastra UGM, 1982: 83). &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Sastra kitab&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; di sini termasuk jenis prosa, sesuai dengan pernyataan Abrams &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;bahwa prosa sebagai suatu gubahan yang tidak menggunakan pola sajak (id.:183).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pada mulanya yang menyebut &lt;i&gt;Kitab&lt;/i&gt; sebagai ragam sastra adalah &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Hooykaas, Emeis, dan Brakel (id.: 149-150). Lebih tegas lagi A. Majid Ibrahim &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;di dalam pengantar penerbitan kembali karya-karya Abdurrauf, menyatakan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;bahwa karya itu sebagai hasil karya sastra yang berasal dari Islam, berupa kitab-&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;kitab agama yang digolongkan ke dalam &lt;i&gt;kesusasteraan kitab &lt;/i&gt;(id.: 150). Struktur sastra kitab memiliki kekhasan tersendiri. Struktur yang dimaksud di sini &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;adalah struktur narasi sastra kitab, sebagai struktur penyajian teks (id.: 152-&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;153) yang meliputi manggala atau pendahuluan, isi, dan penutup.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ilmu sastra meneliti sifat-sifat yang terdapat di dalam teks sastra, untuk &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;mengetahui bagaimana teks-teks tersebut berfungsi di dalam masyarakat. Ilmu &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;sastra yang dimaksud di sini adalah ilmu sastra secara umum (Luxemburg, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;1984:2). Lebih lanjut dikatakan bahwa mempelajari sifat-sifat sastra secara sis&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tematis akan dapat membantu kita untuk mengerti teks itu. Sifat-sifat sastra &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tersebut merupakan sesuatu ciri khusus yang terkandung di dalam setiap jenis &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;sastra yang bertalian dengan &lt;i&gt;fungsi&lt;/i&gt;nya di dalam masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Di antara beberapa pengertian fungsi, terdapat beberapa pengertian &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;fungsi yang sesuai dengan pembahasan ini a.l. Ekadjati, Braginsky, dan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Horatius. Menurut Ekadjati &lt;i&gt;fungsi&lt;/i&gt; ialah apa yang dituju oleh pengarang di &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dalam karangannya. Apakah maksud pengarang membuat karangan demikian itu dan apakah fungsi bagian-bagian karangan tersebut di dalam keseluruhan&lt;/span&gt;nya (1980/1981 : 21).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Braginsky dalam penelitiannya terhadap karya-karya sastra Melayu &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;menggariskan adanya &lt;i&gt;tiga lingkaran fungsi&lt;/i&gt; ialah: lingkaran &lt;i&gt;fungsi keindahan&lt;/i&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;lingkaran &lt;i&gt;fungsi kemanfaatan&lt;/i&gt;, dan lingkaran &lt;i&gt;fungsi kesempurnaan jiwa&lt;/i&gt; (Imran &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Teuku Abdullah, 1988: 76). Kecubli itu, Horatius mengemukakan bahwa tugas &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dan fungsi penyair adalah memberikan faedah dan memberikan hiburan atau &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;utile et dulce &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;(Teeuw, 1984: 183-184). Oleh Teeuw dipertanyakan hal manakah &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;yang harus diutamakan di antara &lt;i&gt;utile &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;dulce &lt;/i&gt;tersebut. Sampai sekarang &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;belum diketahui secara eksplisit tentang pandangan tradisional Indonesia ter&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;hadap fungsi sastra, tetapi secara implisit diketahui bahwa aspek moral lebih &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;didahulukan daripada aspek estetisnya (id.: 183-184).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Berdasarkan pendapat di atas, analisis fungsi yang dimaksud di sini dapat dirumuskan sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.8pt; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(1) fungsi dalarn hubungan struktur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(2) fungsi umum (fungsi kemanfaatan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(3) fungsi khusus (fungsi kesempurnaan jiwa)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;2. Riwayat Hidup Syech Abdurrauf dan Isi Ajaran Tarekat Syattariyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;1) Riwayat Hidup Syeh Abdurrauf&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Riwayat hidup Abdurrauf dapat diketahui dari beberapa sumber di an&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;taranya kitab yang ditulisnya sendiri berjudul &lt;i&gt;Umdatu l-Muhtajin ila Suluk Mas&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;laki l-Mufradin &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;pada bagian kesimpulan, selain itu terdapat pula dalam diser&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tasi Rinkes yang berjudul &lt;i&gt;Abdoerraoef van Singkel &lt;/i&gt;(Liaw Yock Fang, 1975: 198).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Abdurrauf (1615-1693)(Hassan Shadily, 1980:55) dikenal oleh &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;masyarakat sebagai ulama, tokoh sufi, dan pengarang terkenal. la belajar di &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;negara-negara Arab terutama di Mekah dan Yaman selama 19 tahun (id.:56). &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;la belajar kepada beberapa ahli di antaranya: 15 orang guru, 27 orang ulama &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ternama, dan 15 orang sufi kenamaan (Snouck Hurgronje, 1894:16).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Guru Abdurrauf yang terkenal adalah Syeh Shafiuddin Ahmad Ad-Daj&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;jani AI-Qusyasyi yang hidup sekitar tahun 1583-1660 (Hawash Abdullah, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;1980:49-50). Ia menerima baiat tarekat Syattariyah dari AI-Qusyasyi dan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;menerima &lt;i&gt;khirqah &lt;/i&gt;daripadanya, yaitu suatu tanda bahwa ia telah lulus dalam &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;melaksanakan amalan tarekat melalui pengkajian secara suluk, tanda itu &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;berupa selendang berwarna putih yang diberikan oleh gurunya (id.:50), yang &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;berarti ia telah dapat membaiat kepada orang lain mengenai aiaran tarekat &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Syattariyah.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Nama lain dari Abdurrauf Assingkeli adalah Abdurrauf bin Ali AI-Fan&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;suri (Hawash Abdullah, 1980:49-50). Hal ini banyak dipertanyakan orang &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;karena penambahan TansurP di belakang namanya seakan-akan menunjuk &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;kan adanya hubungan silsilah dengan Hamah Fansuri (Snock Hurgronje&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;1894:19). Penambahan nama Fansuri kemungkinan hanya menunjuk daerah &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;asal Abdurrauf, yang biasanya disebut Assingkeli (dari Singkel) menjadi Fansuri (dari Fansur), kedua tempat ini ada di daerah Aceh (Siti Baroroh Baried, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;1985:297).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;Syeh &lt;span style=""&gt;Abdurrauf wafat tahun 1693 dimakarnkan di Kuala Aceh, sampai sekarang makamnya sering diziarahi orang (Hassan Shadily, 1980:56). &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Kemudian ia terkenal dengan sebutan Tengku di Kuala (Winstedt, 1969:147) &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;atau Syeh di Kuala. Sekarang nama itu diabadikan menjadi nama perguruan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tinggi di Banda Aceh, yaitu &lt;b&gt;Universitas Syah Kuala&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;2) &lt;span style=""&gt;Isi Ajaran Tarekat Syattariyah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Pembahasan tentang isi ajaran tarekat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Syattariyah yang diuraikan di sini akan dibatasi pada sekitar isi ajaran yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;terkandung dalam&lt;b&gt; &lt;/b&gt;naskah &lt;i&gt;Syattatiyalt &lt;/i&gt;(Istadiyantha, 1989:65-73).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ratu Shafiyyatu d-Din mengajukan permohonan kepada Syeh Abdurrauf &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;agar ia dibimbing melaksanakan ajaran sufi. Permohonan itu dikabulkan&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;setelah terlebih dahulu Syeh Abdurrauf melakukan &lt;i&gt;shalat istikharah&lt;/i&gt;) dengan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;maksud agar dalam melaksanakan ajaran itu memperoleh petunjuk Allah (hal.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;2-3).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Hubungan antara Tuhan dengan alam menurut pandangan Syattariyah &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dijelaskan sebagai berikut: pada mulanya alam ini diciptakan olch Allah dari &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Nur Muhammad&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;. Sebelum segala sesuatu itu diciptakan oleh Allah, ia berada di dalam ilmu Allah yang diberi nama &lt;i&gt;A'yan Tsabitah&lt;/i&gt; (hal. 4). la merupakan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;bayang-bayang bagi Dzat Allah (hal. 5). Sesudah &lt;i&gt;A’yan Tsabitah&lt;/i&gt; ini menjelma &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;pada &lt;i&gt;A’yan Khrijiyah&lt;/i&gt; (kenyataan Tuhan yang berada di luar), maka &lt;i&gt;A’yan Kh&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;arijiyyah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;itu merupakan bayang-bayang bagi Yang Memiliki bayang-bayang; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dan ia tiada lain daripada-Nya (hal. 5).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Hal di atas dapat dijelaskan dengan mengambil beberapa contoh a.l.. pertama, perumpamaan orang yang bercermin, pada cermin tampak bahwa bagian &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;sebelah kanan sesungguhnya merupakan pantulan dari bagian sebelah kiri, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;begitu pula sebaliknya (id.: 5). Dan jika orang yang bercermin itu berhadapan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dengan beberapa cermin, maka di dalam cermin-cermin itu tampak ada &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;beberapa orang, padahal itu semua tampak sebagai pantulan dari scorang saja &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;(hal. 5). Perumpamaan kedua, mengenai hubungan antara &lt;i&gt;tangan&lt;/i&gt; dengan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;gerak tangan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;, sesungguhnya &lt;i&gt;gerak tangan&lt;/i&gt; itu bukan &lt;i&gt;tangan&lt;/i&gt; tetapi ia &lt;i&gt;ta&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;ngan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; itu juga (hal. 5-6). Ketiga, tentang seseorang yang bernama &lt;i&gt;Si Zaid&lt;/i&gt; yang &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;memiliki ilmu mengenai &lt;i&gt;huruf Arab&lt;/i&gt;. Sebelum ia menuliskan huruf tersebut &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;pada papan tulis, huruf itu tetap &lt;i&gt;(tsabit) &lt;/i&gt;pada ilmunya (hal. 6). Ilmu itu berdiri &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;pada Dzatnya dan hapus di dalam keesaannya (id.). Padahal hakikat &lt;i&gt;huruf Arab&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;itu bukanlah hakikat &lt;i&gt;Si Zaid&lt;/i&gt; (meskipun huruf-huruf itu berada di dalam il&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;munya): yang &lt;i&gt;huruf&lt;/i&gt; tetaplah sebagai &lt;i&gt;huruf&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Zaid&lt;/i&gt; tetap sebagai &lt;i&gt;Zaid&lt;/i&gt;. Sesuai &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dengan dalil &lt;i&gt;Fa l-kullu Huwa l-Haqq&lt;/i&gt;, artinya 'Adanya segala sesuatu itu tiada &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;lain kecuali sebagai manifestasi-Nya Yang Maha Benar' (id.).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Di dalam teks disebutkan tentang adab berzikir dan bentuk-bentuk &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;lafal zikir (hal. 8-9). Pelaksanaan zikir bagi penganut tarekat Syattariyah dibagi &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;menjadi tiga tataran, yaitu: &lt;i&gt;mubtadi,mutawasitah,&lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;muntahi (hal. 10). Mubtadi &lt;/i&gt;artinya ‘tingkat permulaan’; &lt;i&gt;mutawasitah &lt;/i&gt;artinya ‘tingkat menengah’; dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;muntahi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;artinya ‘tingkat terakhir’: Khusus mengenai tataran terakhir ini, di &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dalam teks dibicarakan secara panjang lebar. Dikatakan bahwa tataran ini &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dapat dicapai oleh seseorang yang mampu mengumpulkan dua makrifat: yaitu &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;makrifat &lt;i&gt;tanziyyah &lt;/i&gt;dan makrifat tasy&lt;i&gt;biyyah &lt;/i&gt;(hal. 15). Makrifat &lt;i&gt;tanziyyah &lt;/i&gt;adalah ‘&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;suatu iktikad bahwa Allah tidak dapat discrupakan dengan sesuatu apapun’. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pada makrifat ini segala sesuatu dilihat dari segi batiniah/hakikatnya (hal. 15-&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;16). Dan makrifat &lt;i&gt;tasybiyyah&lt;/i&gt; adalah ‘mengetahui dan mengitikadkan bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar’, dalam makrifat ini segala sesuatu &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dilihat dari segi lahiriahnya (hal. 15).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pada bagian akhir teks &lt;i&gt;Syattariyah&lt;/i&gt; dikemukakan silsilah tarckat Syattariyah dan Qadiriyah (hal. 18-20). Syeh Abdullah Syattari sebagai pendiri tarekat Syattariyah di dalam daftar silsilah sebagai ahli silsilah yang ke-15 (hal. 18). Dan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Syeh Abdul Oadir AI-Jailani disebutkan pada daftar silsilah nomer urut ke-16 bagi tarekat Oadiriyah (hal. 20). Naskah selesai disalin pada hari Ahad waktu &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Dhuha (tanpa disebutkan bulan dan tahun), yang diperoleh dari Muharnmad &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Sa'id (guru penyalin naskah) (hal. 20).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;3. Hubungan Antara Syariat Dengan Tarekat Syattariyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Sebelum diuraikan tentang Hubungan Antara Syariat dengan tarekat &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Syattariyah, perlu diketahui terlebilih dahulu mengenai pengertian &lt;i&gt;svariat&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;tarekat&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.95pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Ulama mutaakhirin (ulama yang terkenal. sesudah abad ke-3 Hijriah) m&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;emberikan istilah &lt;i&gt;svariat&lt;/i&gt; sama dengan &lt;i&gt;hukum fikih&lt;/i&gt; (Hassan Shadily, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;1984:3 . 405) yaitu ‘peraturan vang ditetapkan oleh Allah kepada kaum muslimin &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;berdasarkan Alquran, Hadis, ljmak, dan Kias’ (Hasbi Ash-Shiddieqy, 1980:31-&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;35). Peraturan itu disusun secara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;terperinci vang berhubungan dengan tatacara &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;peribadatan, prinsip-prinsip ajaran moral dan kehidupan, serta hukum-hukum &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;mengenai hal-hal vang diperbolehkan untuk dikerjakan, untuk mengetahui yang benar dan yang salah (Abul A’la Maududi, 1970 : 142).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.95pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Secara etimologi &lt;i&gt;tarekat &lt;/i&gt;berasal dari k&lt;b&gt;a&lt;/b&gt;ta Arab ''Tariqatun'' yang berar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;ti ‘jalan atau mazab' (Al-Yasu'i, 1956:465) atau 'cara' (Gibb dan Kramers, 1953: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;573). Kecuali itu tarekat diartikan ‘sebagai suatu sistem atau petunjuk dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;melakukan sesuatu ibadah dengan tujuan untuk memperoleh ridha Allah dengan dibimbing olch seorang guru/mursyid yang memiliki hubungan silsilah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(ilmu tarekat) sampai kepada Nabi Muhammad Saw. (Barmawie Umarie, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;1961: 116; Abubakar Aceh, 1985: 67) yang pengamalan ibadah itu lebih mengutamakan aspek batiniah daripada aspek lahiriahnya, dengan cara memper&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;banyak zikir kepada Allah. Oleh sebab itu tarekat merupakan suatu metode &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;pelaksanaan teknis untuk mencapai hakikat ilmu tauhid secara &lt;i&gt;haqqul yakin&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(LIMTI, 1989:59).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Untuk selanjutnya pembahasan mengenai hubungan syariat dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;tarekat Syattariyah di sini akan dibatasi pada tiga hal:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 1.3pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(1) Tinjauan secara syariat mengenai ajaran tarekat Syattariyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(2) Tinjauan secara syariat mengenai guru tarekat Syattariyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(3) Tinjauan secara syariat mengenai tarekat Syattariyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.35pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;(&lt;span style=""&gt;1) Secara garis besar tarekat Syattariyah mengajarkan tentang tata cara &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;pelaksanaan zikir (hal. 8-15). Di &lt;u&gt;dalam &lt;/u&gt;Alquran terdapat ayat-ayat yang men&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;jelaskan tentang masalah zikir yang jumlahnya lebih banyak daripada ayat-ayat &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;yang menjelaskan tentang shalat, zakat, dan sebagainya. Hal ini menunjukkan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;bahwa pelaksanaan zikir (secara luas) memiliki kedudukan yang cukup pen&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ting dibanding dengan ibadah-ibadah yang lainnya. Pelaksanaan zikir di dalam &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tarekat Syattariyah dilakukan dengan &lt;i&gt;jahar &lt;/i&gt;(bersuara) dan &lt;i&gt;sirri&lt;/i&gt;/ &lt;i&gt;khafi&lt;/i&gt; (dalam &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;hati) Pembacaan zikir secara bersuara merupakan ibadah yang lazim diker&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;jakan dan cukup diketahui dasar-dasarnya oleh kebanyakan umat Islam. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Sedangkan pembacaan zikir dengan hati kurang banyak dikenal/diketahui oleh &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;kebanyakan umat Islam, dan ini didasarkan pada firman Allah: &lt;i&gt;Berzikirlah kau &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;dengan hatimu secara merendahkan diri dan rasa takut, zikir itu tidak diucapkan&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; secara lisan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; (Q.S.Al A'raf 205). Dan didasarkan pada Hadis Nabi yang &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;diriwayatkan oleh Baihaqi sebagai berikut: &lt;i&gt;Zikir yang tidak terdengar oleh &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Malaikat Hafazhah itu lebih utama daripada zikir secara bersuara, dengan per&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;bandingan satu banding tujuh puluh &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;(Adz-dzikru l-ladzi la tasma'u hu 1-Hafaz&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;hatu yazidu 'ala dz-dzikri l-ladzi tasma'u hu l-Hafazhatu bi sab’ina dhi'fan) &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;(LIMTI, 1985:42).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.35pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.7pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;(&lt;span style=""&gt;2) Dalil-dalil yang menguatkan tentang peranan guru tarekat adalah &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 2.65pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;a.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Man laa Syaikhun Mursyidun lahu fa Mursyidu hu ‘sy-syaithaan&lt;/i&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;artinva, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;'Barangsiapa tidak memiliki guru yang berderajat Mursyid, maka ia dibim&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;bing oleh setan' (Abu Yazid Al-Busthami dalam LIMTI, 1985: 112).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 2.65pt 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;b.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hadis Nabi: &lt;i&gt;Kun ma'a’I-Laah fa in lam takun ma'a ‘I-Laah fa kun ma'a man &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;ma'a ‘I-Laah fa innahu yuushiluka ilaa ‘I-Laah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt; artinya 'Hendaklah kau selalu be&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;serta Allah, jika tidak dapat demikian besertalah dengan orang yang dekat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;dengan Allah, ia akan membimbingmu ke jalan Allah' (LIMTI, 1985: 33).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.2pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;c.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Alquran: ‘Barangsiapa yang disesatkan oleh Allah ia tidak akan memperoleh &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;'Waliyyam Mursyida' (pembimbing kerohanian) (Q.S. Al-Kahfi 17).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.2pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.2pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;d.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Alquran: “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt; carilah 'Al-Wasilah' (Channel..berfungsi sebagai pembimbing, bukan peran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;tara), bersungguh-sungguhlah di jalan itu mudah-mudahan kamu sukses” &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(Q.S. Al-Maidah 35).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.2pt 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;(&lt;span style=""&gt;3) Tujuan pengamalan zikir di dalam tarekat Syattariyah adalah untuk &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;mencapai martabat insan kamil (hal. 13, 15) yaitu tingkat kesempurnaan (yang &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;lazim menurut ukuran manusia). Tingkatan ini dapat diperoleh oleh seseorang, jika ia dapat mengumpulkan dua makrifat yaitu makrifat &lt;i&gt;Tanziyyah&lt;/i&gt; dan makrifat &lt;i&gt;Tasybiyyah&lt;/i&gt;, (mengetahui secara mendalam tentang sesuatu hal secara lahiriah &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dan batiniah). Hal ini didasarkan pada firman Allah di dalarn Alquran surat &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Al-Hadid ayat 11: &lt;i&gt;Allah adalah Dzat yang Maha Pertama dan Maha Kemudian, Maha &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Lahir dan Maha Batin &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;(hal. 17).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;4. Analisis Fungsi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.35pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Di dalam pembahasan sebelumnya disebutkan bahwa analisis fungsi yang &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;akan diuraikan di sini terdiri dari tiga hal: fungsi dalam hubungan struktur, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;fungsi umum, dan fungsi khusus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 1.9pt 0in 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Fungsi dalam Hubungan Struktur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 1.9pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Berdasarkan corak khusus yang ter&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;dapat di dalam sastra kitab, kita ketahui bahwa struktur yang terkandung di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;dalamnya berbeda dengan ragam. sastra pada umumnya. Adapun yang dimak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt; sud dengan struktur di sini adalah struktur narasi, ialah struktur penyajian yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;merupakan salah satu unsur struktur keseluruhan, yang meliputi juga unsur &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;kebahasaan (Fakultas Sastra UGM, 1982: 152). Akan tetapi pada makalah ini tidak dibahas hal ihwal yang berhubungan dengan &lt;i&gt;unsur kebahasaan&lt;/i&gt; Struk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;tur penyajian teks pada sastra kitab dapat diidentikkan dengan struktur pen&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;ceritaan di dalam karya sastra fiksi yang berupa plot atau alur (id. 152). Alur adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;struktur penceritaan (Wellek dan Warren, 1956: 216). Alur dibangun dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;unsur-unsur yang lebih kecil (id.: 217) atau merupakan elemen struktur (Hol&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;man, 1972:513). Pengertian struktur sebagaimana dimaksudkan di atas tampak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;pada teks Syattariyah yang setiap bagiannya terdiri atas: 1. pendahuluan, II, i&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;si, dan III. penutup (Istadiyantha, 1989:89-100):&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 1.9pt; text-align: justify; text-indent: 45pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;I.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt; Pendahuluan terdiri atas:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Al:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;a. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bacaan &lt;i&gt;Basmalah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;b.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bacaan &lt;i&gt;Hamdalah, &lt;/i&gt;yaitu pujian terhadap Tuhan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;c.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Bacaan Selawat nabi. Semua itu ditulis dengan bahasa Arab, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang setiap &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;kalimatnya disertai terjemahan dalam bahasa Melayu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;B1:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kata &lt;i&gt;Amma ba'du, &lt;/i&gt;diterjemahkan: ‘adapun sesudah itu’. Kata itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt; mcrupakan ungkapan tetap untuk menyudahi bacaan pembukaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Cl:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;a.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Latar belakang penulisan naskah yang dinyatakan bahwa teks &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;tersebut ditulis atas permintaan Ratu Shafiyyatu d-Din.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;b.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Penjelasan tentang latar belakang kehidupan keagamaan Ratu S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;hafiyyatu d-Din, bahwa:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -1in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;1.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;la berpedoman pada syariat Nabi Muhammad Saw.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -1in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;2.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;la sebagai raja besar, adil, dan berakhlak mulia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -1in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;3.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Permohonan Ratu Shafiyyatu d-Din kepada penulis teks (Syeh Abdurrauf), bahwa ia &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;ingin menjalani kehidupan sufl di bawah bimbingannya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;c.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Penjelasan tentang bahasa teks&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;d.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Permohonan kepada Tuhan untuk Ratu yang dilakukan olch penulis teks&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt; dengan cara shalat istikharah dan membacakan doa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;II.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Isi terdiri atas:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;A2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;a.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Penjelasan tentang proses terjadinya alam, hakikat alam, dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;hakikat Tuhan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;b.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Penjelasan tentang empat martabat tauhid yaitu: tauhid &lt;i&gt;Uluuhiyyah, &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Af’al, Sifat, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;dan&lt;i&gt; Dzaat&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.95pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;B2:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penjelasan tentang zlkir, yang terdiri atas:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;a.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Zikir Huwa ‘I-Laah dan Allaah Huwa&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;b.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Adab zikir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;c.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tatacara pelaksanaan &lt;i&gt;zikir&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.8pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;d.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Asal-usul diperolehnya amalan zikir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;e.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hubungan zikir dengan makrifat &lt;i&gt;Tanzih&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Tasybih&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;C2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Silsilah tarekat Syattariyah dan Qadiriyah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Ill.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Penutup terdiri atas:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.25pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;A3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt; a.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kata 'Tammat’ dengan diikuti keterangan tentang waktu penulisan naskah selesai dilakukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.25pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;b.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Harapan dari penulis naskah agar pembaca dapat mengamalkan isi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;ajaran tersebut dengan bimbingan dari orang yang menempuh jalan akhirat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.25pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;c.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Penjelasan tentang asal-usul naskah yang diperoleh oleh penyalin &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.25pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.25pt 0in 0.0001pt 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.75in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Adapun skema struktur narasi tersebut sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;I&lt;span style=""&gt; &lt;span style=""&gt;                                &lt;/span&gt;II&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1026" style="'position:absolute;" from="-.6pt,3.5pt" to="260.4pt,3.5pt"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 1; left: -2px; top: 4px; width: 350px; height: 6px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/savira/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" shapes="_x0000_s1026" width="350" height="2" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Al(a-b-c)&lt;span style=""&gt; - B1 -&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; Cl(a-bA,2,3-c-d) A2 (a-b)&lt;/span&gt; - B2(a-b-c-d-e)&lt;span style=""&gt; - C2&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;III&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1027" style="'position:absolute;" from="-4.25pt,.7pt" to="90pt,.7pt"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 2; left: 0px; margin-left: -7px; margin-top: 0px; width: 128px; height: 2px;"&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/savira/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" shapes="_x0000_s1027" width="128" height="2" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;A3 (a-b-c)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Tanda-tanda tersebut mengikuti uraian sebelumnya (catatan: kolofon &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;berada di luar struktur).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pada struktur narasi di atas tampak bahwa bagian pendahuluan berfungsi &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;sebagai pemerkuat kedudukan isi teks, yang antara lain disebutkan bahwa: &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;penulisan teks dilakukan atas permintaan Ratu Shafiyyatu ‘d-Din; Ratu &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;sebagai seorang pemimpin besar yang berakhlak mulia dan berpedoman pada syariat &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Nabi Muhammad Saw.; la berkeinginan melaksanakan ajaran sufi di bawah bim&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;bingan Syeh Abdurrauf; permintaan itu disetujui setelah terlebih dahulu ia &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;melakukan shalat istikharah dan memanjatkan doa.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Selanjutnya, urutan yang terdapat pada bagian isi, tampak ada kemiripan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dengan tata urutan yang lazim dipergunakan pada tatacara pendidikan tarekat-&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tarekat pada umumnya. Pada bagian ini dapat diringkaskan menjadi sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;berikut: pertama, berfungsi sebagai informasi yang berhubungan dengan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;masalah keTuhanan; kedua, tatacara melaksanakan ibadah (zikir); dan ketiga, hasil yang diperoleh setelah melaksanakan zikir tersebut. Penjelasan tentang &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;masalah makrifat dan silsilah tarekat dikemukakan secara beriringan, hal ini &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;disesuaikan dengan tatacara pendidikan tarekat, yaitu bahwa makrifat dan sil&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;silah tarekat biasanya dapat diperoleh oleh seseorang murid setelah terlebih &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dahulu memperoleh penjelasan tentang masalah ketauhidan dan pelaksanaan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;zikir dengan pengujian secara &lt;i&gt;suluk/riyadhah/mujahadah.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Adapun bagian penutup dikemukakan tentang: kata penutup &lt;i&gt;Tammat,&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;harapan dari penulis teks agar para pembaca dapat melaksanakan ajaran &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tersebut; dan asal-usul diperolehnya naskah. Pada bagian terakhir teks Syat&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tariyah terdapat uraian yang berada di luar struktur naskah, yaitu bagian &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;kolofon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.1pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Sesuai dengan tata urutan masalah yang dikemukakan di dalam teks, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dapat dikemukakan seperti pada bagan sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; margin-left: 5.4pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td colspan="2" style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;PENDAHULUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="3" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 212.25pt;" valign="top" width="283"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;ISI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none none solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color windowtext; border-width: medium medium 1pt;" width="45"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 63pt;" valign="top" width="84"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Murid Melamar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.75in;" valign="top" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Guru meneri-ma *&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 105.8pt;" valign="top" width="141"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Guru Menjelaskan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 0.75in;" valign="top" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Murid melaksanakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 86.25pt;" valign="top" width="115"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Murid lulus, memperoleh makrifat &amp;amp; mengenal silsilah tarekat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;!--[if !supportMisalignedColumns]--&gt;  &lt;tr height="0"&gt;   &lt;td style="border: medium none ;" width="114"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border: medium none ;" width="100"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border: medium none ;" width="152"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border: medium none ;" width="166"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border: medium none ;" width="91"&gt;&lt;/td&gt;   &lt;td style="border: medium none ;" width="59"&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;!--[endif]--&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;*) &lt;b&gt;Terlebih dahulu melakukan shalat Istikharah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;div class="Section2"&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td colspan="2" style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; width: 131.4pt;" valign="top" width="175"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;PENUTUP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.2in;" valign="top" width="115"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tamat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 45pt;" valign="top" width="60"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Dakwah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 131.4pt;" valign="top" width="175"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Kolofon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Di luar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;struktur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.25pt 0in 0.0001pt 43.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Fungsi Umum&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0.25pt 0in 0.0001pt 25.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify; text-indent: -25.5pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebelum sampai pada pembahasan selanjutnya, terlebih &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;dahulu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibicarakan tentang macam-macam motivasi peribadatan dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;hubungannya dengan fungsi-fungsi yang akan dibahas lebih lanjut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify; text-indent: -25.5pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Imam Yahya An-Nawawi membagi amal kebaikan menjadi tiga macam (Ali Usman, 1976: 26l):&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(1)&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Amal hamba sahaya&lt;/i&gt;, yaitu beramal karena didorong oleh rasa takut kepada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Tuhan, hal ini dianalogikan dengan hubungan antara hamba sahaya dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;majikan/tuannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(2)&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Amal saudagar&lt;/i&gt;, yaitu beramal karena didorong untuk mendapatkan laba/keun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;tungan atau pamrih tertentu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(3)&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Amal orang merdeka&lt;/i&gt;, yaitu beramal karena adanya suatu kesadaran melak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;sanakan kewajiban, pengabdian, dan rasa syukur kepada Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Hubungan antara ketiga ''Amal” di atas dengan fungsi umum dan fungsi khusus di dalam pembahasan ini digambar pada bagan sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; margin-left: 0.7in; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0in 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;1) &lt;span style=""&gt;Amal hamba   sahaya&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.5in;" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Fungsi umum&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;2) &lt;span style=""&gt;Amal Saudagar&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 135pt;" valign="top" width="180"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;3) &lt;span style=""&gt;Amal orang   merdeka&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 5.4pt; width: 1.5in;" valign="top" width="144"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Fungsi khusus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pada bagan ini dapat kita baca bahwa nomer 1 dan 2 menunjukkan fungsi &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;umum dan nomer 3 fungsi khusus. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Beberapa catatan yang terdapat di dalam teks Syattatiyah menun&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;jukkan adanya fungsi umum adalah:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(1)&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;''Maka apabila zhahirlah padanya faedah zikir &lt;i&gt;Laa ilaaha illaa I- Laah&lt;/i&gt;, kemudian &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;maka zikir &lt;i&gt;Allaah Huwa&lt;/i&gt;. karena bahwa adalah dua zikir ini terlebih sangat faedahnya” (hal.8).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(2) &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;“Demikianlah dikerjakan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;ahlu I-Laah&lt;/i&gt; pada segala tempat yang sunyi hingga mesralah zikir itu di dalam hatinya, dan tiadalah yang terlebih dikasihinya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;dan nikmat padanya hanya zikir jua” (hal. 12).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(3)&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;“Demikianlah dikerjakan pada ketika duduknya atau berjalan atau tatkala hendak&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;(-lah) tidurnya, maka adalah faedahnya itu terlebih nyata dengan berkah mengejakan dia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt; mengerjakan dia'' (hal. 12).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pada catatan di atas disebutkan bahwa hasil dari pelaksanaan zikir ter&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;sebut besar faedahnya, namun tidak disebutkan faedah tersebut secara eksplisit. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pada dasarnya fungsi umum di sini merupakan pengambilan manfaat terhadap &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;sesuatu ibadah untuk kepentingan lahiriah yang masih dalam batas-batas ajaran &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Islam, misaInya pengobatan, ilmu gaib, dan sebagainya (pengobatan dan ilmu &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;gaib ada yang sesuai dengan syariat Islam dan ada pula yang kurang dapat diper&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tanggungjawabkan secara syariat (lihat Istadiyantha, 1989: 111-117).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 43.5pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Fungsi Khusus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 25.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: -25.5pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Di dalam teks Syattariyah diperoleh keterangan bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;tujuan khusus ajaran ini adalah untuk mencapai makrifat kepada Tuhan (hal. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;15-17). Untuk memperoleh tingkatan ini, seseorang harus terlebih dahulu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;melalui tingkatan pelaksanaan syariat, tarekat, dan hakikat. Pada uraian sebelumnya telah dibahas tentang pengertian syariat dan tarekat, untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;melengkapi uraian tersebut di sini akan dikemukakan pengertian &lt;i&gt;hakikat&lt;/i&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;makrifat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 1.7pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Hakikat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt; berasal dari kata Arab ''haqiiqatun'' yang berarti 'kebenaran',&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt; kata ini dapat dihubungkan dengan kata ''haqq'' yang juga berarti 'kebenaran'; &lt;i&gt;Al&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;-Haqq &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;berarti 'Tuhan': maka hakikat diartikan ‘sebagai kebenaran yang ber&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;hubungan dengan masalah ke-Tuhanan’. Kecuali itu, Ibnu Arabi mengatakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;bahwa sesungguhnya hakikat dari segala yang maujud ini adalah satu, yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;berada di dalam kenyataan (jauhar) dan &lt;i&gt;Dzat-Nya; &lt;/i&gt;jika ditinjau dari segi &lt;i&gt;Dzat-&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Nya dikatakan Itulah “&lt;i&gt;Haqq", &lt;/i&gt;tetapi jika dilihat dari segi nama dan sifatnya ter&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;dapat beberapa kemungkinan, yaitu makhluk dan alam (Abubakar Aceh, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;1984:67). Jadi hakikat mcrupakan kebenaran mutlak yang bersifat lahiriah dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;batiniah (Istadiyantha, 1988:11).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;Makrifat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; berasal dari kata Arab “&lt;i&gt;ma’rifatun&lt;/i&gt;” yang berarti 'pengetahuan, pengenalan'. Dalam ajaran tasauf makrifat diberi pengertian ‘sebagal pe&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ngenalan tentang kemahabesaran Tuhan melalui penghayatan batin dengan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;cara bersungguh-sungguh (dengan sabar dan ikhlas) dalam melaksanakan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ibadah’. Beberapa istilah makrifat yang lain di antaranya: &lt;i&gt;jnanasandhi &lt;/i&gt;adalah ‘&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;rahasia pengetahuan’ (Sri Mulyono, 1983: 62), dan &lt;i&gt;gnosis&lt;/i&gt; adalah ‘pengetahuan tentang hal batin (gaib) atau tasauf’.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.05pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Menurut AI-Gazali makrifat dibagi menjadi dua macam (Abubakar Aceh, &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;1984: 69-70; AI-Taftazani, 1985: 174-175):&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(1)&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Ilmu Adna&lt;/i&gt; yaitu pengetahuan yang diperoleh dengan cara membaca atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;belajar (pengetahuan yang bersifat lahiriah, pen.), yang kebenarannya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;diperoleh melalui pembuktian ilmiah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(2)&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Ilmu Ladunni&lt;/i&gt; yaitu pengetahuan tentang rahasia ke-Tuhanan yang diperoleh &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;secara spiritual berdasarkan karunia Allah semata-mata.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Pengertian makrifat yang sesuai dengan pengertian yang dimaksud di &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;dalam teks Syattariyah&lt;b&gt; &lt;/b&gt;adalah pengertian yang kedua tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Dalil-dalil Alquran dan Hadis yang sesuai dengan pengertian &lt;i&gt;Ilmu&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Ladunni&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;/ makrifat ini adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(1).&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Alquran surat AI-Kahfi: 65: "Maka ia (Nabi Musa) bertemu dengan hamba &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Kami (Nabi Khidzir) yaitu seorang hamba dari beberapa hamba Kami yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;telah memperoleh rahmat dan ilmu pengetahuan (IImu Ladunni, pen.) dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;sisi Kami?. Nabi Khidzir ketika itu mampu melihat jarak jauh (hal yang akan terjadi, &lt;i&gt;clairvoyance&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(2).&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Hadis riwayat Abu Abdirrahman Assalam dari Abu Hurairah: ''Sesungguhnya &lt;i&gt;llmu Ladunni &lt;/i&gt;itu merupakan ilmu yang bersifat rahasia (tertutup rapat), &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;yang tidak mudah dipahaminya kecuali oleh orang-orang yang makrifat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;kepada Allah. Jika ada orang yang membicarakan ilmu itu, terdiri dari orang-orang yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;tertipu yang jauh dari Tuhan, maka sukarlah untuk memahaminya. Maka dari itu jangan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;lah kau meremehkan orang yang memiliki ilmu tersebut, karena Tuhan saja tidak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;meremehkannya, terbukti Dia telah menganugerahi ilmu itu kepada orang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;tersebut (AI-Gazali dalam Ismail Yakub, 1979: 97-98).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;5. Teks Syattariyah dan Pengertian Makrifat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 2.4pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Di dalam naskah Syattariyah dikemukakan tentang tiga pengertian m&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;a'rifat yaitu (hal. 15):&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(1)&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Makrifat &lt;i&gt;Tanziyyah&lt;/i&gt; adalah pengetahuan makrifat yang diperoleh dengan cara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;memperhatikan/ mempelajari segala sesuatu dari segi batiniah/hakikatnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Orang yang memiliki makrifat ini mengiktikadkan bahwa Allah tidak dapat diserupakan dengan sesuatu apapun. Hal ini didasarkan pada Alquran surat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Asy-Syura: 11.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(2)&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Makrifat &lt;i&gt;Tasybiyyah&lt;/i&gt; adalah ma'rifat yang diperoleh dengan cara mempelajari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;segala sesuatu dari segi lahiriahnya. Di dalam makrifat ini mereka mengik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;tikadkan bahwa Allah memiliki sifat Maha Mendengar dan Maha Melihat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(Q.S.Asy-Syura: 11).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(3)&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Himpunan antara makrifat &lt;i&gt;Tanziyyah&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Tasybiyyah&lt;/i&gt;, yaitu makrifat yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;diperoleh oleh orang-orang sufl dengan cara mempelajari segala sesuatu dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;segi lahiriah dan batiniahnya. Makrifat inilah yang dianggap sempurna oleh orang-orang sufi, hal ini didasarkan kepada firman Allah bahwa “Ia (Maha &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Kuasa) terhadap hal-hal yang lahir dan yang batin (Q.S. Al-Hadid: 3). Pendapat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;ini dikuatkan pula oleh Syech Abu Sa'id Al-Harazi bahwa ''Hakikat ke-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Tuhanan itu dapat dikenal meialui pemaduan dari dua hal yang bertentangan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;'' (hal. 18).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.7pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Berdasarkan keterangan di atas dapat kita ketahui bahwa fungsi khusus &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;naskah Syattariyah adalah untuk memberikan penjelasan kepada pembaca ten&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tang masalah ketauhidan dan hal ihwal ma'rifat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.7pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;6. Simpulan/Penutup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Naskah &lt;i&gt;Syattariyah&lt;/i&gt; merupakan salah satu karya dari beberapa karya Syeh &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Abdurrauf Assingkeli (1615-1693) yang dapat digolongkan ke dalam &lt;i&gt;sastra &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;kitab&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;. Naskah itu ditulis oleh Abdurrauf berdasarkan anjuran Ratu Shafiyyatu &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;d-Din yang memerintah di Aceh sekitar tahun 1641-1675. Ratu juga &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;meminta kepada Syeh Abdurrauf agar ia membimbing dalam melaksanakan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;ajaran tasauf. Dengan tampilnya Ratu Shafiyyatu d-Din di dalam penulisan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;naskah dan ajaran tasauf yang dibawanya, dapat memperkuat kedudukan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Syeh Abdurrauf dalam arti ikut memperkuat keberterimaan ajaran-ajaran yang dibawanya bagi masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Terhadap ajaran Syattariyah terdapat pihak yang menganggapnya &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;sebagai ajaran yang sesat dan ada pula yang menganggapnya sebagai aliran yang &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;sesuai dengan syariat Islam. Berdasarkan anafisis terhadap teks &lt;i&gt;Syattariyah&lt;/i&gt; tersebut dapat diketahui bahwa ajaran tarekat ini masih dapat dipertanggungjawabkan &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;secara syariat.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0.25pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Analisis fungsi yang dimaksudkan dalam pembahasan ini terdiri dari &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;tiga hal: fungsi dalam hubungan struktur, fungsi umum, dan fungsi khusus. Pada &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;naskah tersebut tampak bahwa antara bagian satu dengan yang lain saling &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;berkaitan dan tersusun secara sistematis, kecuali pada bagian kolofon yang berada di luar struktur. Fungsi umum membahasa dari &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;aspek ibadah pada &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;segi lahiriahnya, sedangkan fungsi khusus membahas pada aspek batiniah&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Daftar Pustaka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 26.95pt; text-align: justify; text-indent: -26.95pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Abubakar Aceh, 1984&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;&lt;i&gt;Pengantar Sejarah Sufi dan Tasawuf. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Sala: Ramadhani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 26.95pt; text-align: justify; text-indent: -26.95pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;____________, 1985&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Pengantar Ilmu Tarekat. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Sala: Ramadhani&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 26.95pt; text-align: justify; text-indent: -26.95pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.2pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Abul A’la Maududi&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;&lt;i&gt;1970. Toward Understanding Islam. &lt;/i&gt;Jilid VII&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;USA: International Islamic&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Federation of Student Organizations.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 1.35pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 1.35pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Al-Gazali, 1979. &lt;i&gt;lhya' Al-Ghazali. &lt;/i&gt;Terjemahan H. Ismail Jakub. Jilid 1. Semarang:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Faizan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 1.35pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Ali Usman, K.H.M., 1976. &lt;i&gt;Hadits Qudsi. &lt;/i&gt;Bandung: Diponegoro.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Al-Taftazani, Abu AI-Wafa'Al-Ghanimi, 1985. &lt;i&gt;Sufi dari Zaman ke Zaman. &lt;/i&gt;Terjemahan Ahmad &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Rofi’ ‘Utsmani’. Bandung: Penerbit Pustaka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 1.9pt 0in 0.0001pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Al-Yasu'i Al-Abu Luis Ma’luf, 1956. &lt;i&gt;AI-Munjidu fi Lughah wa l- Adaab wa l-'Uluum. &lt;/i&gt;Beirut: A.P. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Katalikiyya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 1.4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 1.4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Barmawie Umarie, 1961. &lt;i&gt;Sistematik Tasawuf. &lt;/i&gt;Sala: Ramadhani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 1.4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Ekadjati, ES, 1982. &lt;i&gt;Ceritera Dipati Ukur: Karya Sastra Sejarah Sunda. &lt;/i&gt;Jakarta: Pustaka Jaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Fakultas Sastra UGM, 1982. &lt;i&gt;Memahami Karya-Karya Nuruddin Arraniri &lt;/i&gt;(laporan Penelitian). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Yogyakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan "Jakarta''.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.35pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Gibb, H.A. R. dan Kramers, J.H., 19,53. &lt;i&gt;Shorter Encyclopaedia of Islam. &lt;/i&gt;New York: Ithaca, Cor&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;nell University Press.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.35pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Hasbi Ash-Shiddieqy, M, 1980. &lt;i&gt;Pengantar Hukum Islam&lt;/i&gt;. Jilid 1. Jakarta: Bulan Bintang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Hassan Shadily, 1980. &lt;i&gt;Ensiklopedia Indonesia. &lt;/i&gt;Jilid I. Jakarta: Penerbit Buku Ichtiar Baru- van &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Hoeve.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Hawash Abdullah, 1980. &lt;i&gt;Perkembangan Ilmu Tasawuf dan Tokoh- tokohnya di Nusantara&lt;/i&gt;. &lt;span style=""&gt;Surabaya: Al-Ikhlas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.2pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Holman, C. Hugh, 1980. &lt;i&gt;A Handbook to Literature&lt;/i&gt;. Indianapolis: Bobb Merrill Educational Publishing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.2pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Hurgronje, C. Snouck, 1894. &lt;i&gt;De Atjehers. &lt;/i&gt;Jilid II. Batavia: Landsdrukkerij - Leiden: E.J. Brill&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Imran Teuku Abdullah, 1988. &lt;i&gt;Hikayat Meukuta Alam, Suntingan Teks dan Terjemahan beserta &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Telaah struktur dan Resepsinya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;(Desertasi). Yogyakarta: Fakultas Sastra Universitas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Gadjah Mada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.25pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;lstadiyantha, 1988. “Pengantar Pengkajian Sastra Sufi”. (Makalah). &lt;i&gt;Pertemuan Ilmiah Bahasa &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;dan Sastra Indonesia X Se-Jawa Tengah den DIY&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;. Sukoharjo - Surakarta: IKIP Veteran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.25pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;---------------, 1989. &lt;i&gt;Syattariyah, Suntingan Naskah dan Analisis Fungsi&lt;/i&gt; (Tesis). Yogyakarta: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Fakultas Pasca Sarjana UGM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.25pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.25pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;---------------, 2002. “Perbedaan Sastra Sufi dan Sastra Mistik”. Dalam &lt;i&gt;Bahasa dan Sastra Indonesia Menuju Peran Transformasi Sosial Budaya Abad XXI&lt;/i&gt;. (PIBSI XXXIII di Universitas Ahmad Dahlan). Yogyakarta: Gama Media Yogyakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0.25pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Liaw Yock Fang, 1975. &lt;i&gt;Sejarah Kesusasteraan Melayu Klassik.&lt;/i&gt; Singapura: Pustaka Nasional&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;LIMTI (Lembaga Ilmiah Metafisika dan Tasauf Islam), 1985. &lt;i&gt;Mutiara AI-Qur'an dalam: Capita &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Selecta tentang Agama, Metafisika, Ilmu Eksakta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt; Jilid III. Medan. Univ. Pembangunan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Panca Budi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;______________1989. &lt;i&gt;Teknologi Alqur'an&lt;/i&gt;. Medan: Unpab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Luxemburg, Jan van, 1984. &lt;i&gt;Pengantar Ilmu Sastra&lt;/i&gt;. Terjemahan Dick Hartoko. Jakarta: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Gramedia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Scholes, Robert, 1977. &lt;i&gt;Structuralisme in Literature.&lt;/i&gt; New Haven and London: Yale Univ. Press.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Schrieke, B.J.O., 1973. &lt;i&gt;Pergolakan Agama di Sumatra Barat&lt;/i&gt;. Terjemahan Soeganda Poorbakawatja. Jakarta: Bhratara.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Siti Baroroh Baried, 1985. “Perkembangan Ilmu Tasawuf di Indonesia: Suatu Pendekatan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Filologis”, dalam Sulastin Sutrisno (ed.). &lt;i&gt;Bahasa - Sastra - Budaya&lt;/i&gt;. Yogyakarta: Gad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;jah Mada Univ. Press.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 1.4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 1.4pt 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Sri Mulyono, 1983. &lt;i&gt;Simbolisme dan Mistikisme dalam Wayang&lt;/i&gt;. Jakarta: Gunung Agung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Teouw, A, 1984. &lt;i&gt;Sastra dan Ilmu Sastra, Pengantar Teori Sastra&lt;/i&gt;. Jakarta: Pustaka Jaya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Wellek. Rene dan Austin Warren, 1956. &lt;i&gt;Theory of Literature&lt;/i&gt;. New York: Harcourt, Braco &amp;amp; &lt;span style=""&gt;World, Inc.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; color: black;"&gt;Winstedt, R.O ., 1969. &lt;i&gt;A History of Classical Malay Literature&lt;/i&gt;. London: Oxford Univ. Press.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; font-family: &amp;quot;Arial Narrow&amp;quot;;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt;  &lt;hr size="1" width="33%" align="left"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="color: blue;" lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: blue;" lang="EN-GB"&gt;[*]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: blue;" lang="EN-GB"&gt; Disampaikan dalam &lt;i&gt;Konferensi Internasional Pengajaran Bahasa Indonesia dalam Perspektif Pergaulan Antarbangsa&lt;/i&gt;, PIBSI XXVIII – IKIP PGRI Semarang, 2 –4 Juli 2006&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-3128226361046679058?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/3128226361046679058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=3128226361046679058' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3128226361046679058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/3128226361046679058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/08/fungsi-tarekat-syattariyah-suatu-telaah.html' title='FUNGSI TAREKAT SYATTARIYAH: SUATU TELAAH FILOLOGIS'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-7143593334654777941</id><published>2009-08-18T02:01:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T02:05:24.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Pesawat Rakitan yang Terbang sampai Malaysia</title><content type='html'>&lt;img src="http://hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2009/08/7002/rakitan.jpg" width="590"&gt;PESAWAT terbang warna putih itu memiliki panjang 3,5 meter. Lebar badan 1,5 meter, sedangkan sayap 1 meter.  Kapasitasnya hanya dua tempat duduk. Pesawat yang diberi nama Jabiru J-200 itu cukup menarik perhatian pengunjung pameran.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Itulah karya pertama para siswa SMK Negeri 29 Jakarta yang dirakit pada 2003. “Karena (karya) pertama, pesawat ini punya histori sendiri sehingga kami pamerkan,” kata Haekal Faluehi, siswa SMKN 29. Masih ada empat pesawat lain hasil rakitan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Jabiru diambil dari nama pabrikan Australia yang menyuplai bahan pesawat. Sekolah tersebut memang menjalin kerja sama dengan pabrikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan berupa kerangka yang terpisah-pisah itu kemudian dirakit para siswa. Satu tim perakit terdiri atas sepuluh siswa yang dipimpin seorang instruktur. Mereka merakit mulai bodi pesawat, sayap, mesin, roda, sampai instrumen. Perakitan dimulai dengan memasang engine dan bodi pesawat. “Cukup lama memasangnya,” kata Haekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap kedua memasang instrumen atau penunjuk pilot di kokpit. Setelah itu,  dilanjutkan pemasangan alat kemudi terbang (flight control). Setelah tahap ketiga selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan sayap, roda (landing gear), dan penyangga pesawat. “Termasuk, memasang baling-baling,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pekerjaan itu selesai, baru dipasang kursi pesawat, diikuti memfungsikan saluran bahan bakar. Termasuk, memasang avionic atau listrik pesawat. Perakitan ditutup dengan mengecat bodi pesawat. Jabiru J-200  dirampungkan sekitar tiga bulan. “Tiap hari dikerjakan sampai lembur-lembur,” kata Haekal yang baru ikut merakit pesawat pada 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pesawat jadi, mulai dilakukan uji coba. Jabiru pertama diuji coba pada 2004 di lapangan terbang Pondok Cabe. Kini Jabiru sering dipakai untuk berbagai kepentingan. Misalnya, studi banding masalah pesawat di Malaysia.  “Pendamping kami pernah menerbangkan ke Malaysia. Pesawat ini memang sudah teruji,” ujar siswa berusia 18 tahun tersebut. Pesawat itu juga pernah menghadiri undangan pameran modifikasi di Singapura. Jabiru  juga sering dipakai atlet Federasi Aero Sport Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2005, siswa SMKN 29 merakit pesawat lagi. Kali ini, model sayapnya lebih panjang. Pesawat diberi nama J-430. Ada dua jenis pesawat tersebut. Setahun kemudian merakit dua jenis pesawat lagi, J-400.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini sekolah yang terletak di Kebayoran Baru itu tengah menyelesaikan pesawat berkapasitas empat tempat duduk. Kabarnya, Depdiknas bakal memberikan bantuan bahan perakitan maupun pesawat yang sudah jadi. “Katanya, untuk proyek pembelajaran siswa,” kata Haekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merakit pesawat merupakan bagian dari pelajaran aerodinamika di SMK penerbangan itu. Ada tiga SMKN penerbangan di Indonesia. Selain SMKN 29, ada SMKN 12 di Bandung dan SMKN 2 Tangerang. Setelah berhasil merakit pesawat, pengelola sekolah tersebut berencana menambah pelajaran penerbangan pesawat pada kurikulum. “Kami akan dilatih sebagai pilot,” ujar Haekal, senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instruktur siswa SMKN 29 Sugeng Sukarsono mengatakan, sebagai sekolah penerbangan, sudah sepatutnya siswa bisa menghasilkan pesawat sendiri. Selanjutnya siswa ditarget tidak hanya mampu merakit, tapi juga membuat pesawat. “Startnya tahun ini. Bahan-bahannya juga mudah (didapat),” katanya. Nanti SMKN 29 Jakarta akan membuat brand sendiri. Yaitu, pesawat SMK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemampuan itu, lanjut Sugeng, para siswanya punya peluang besar bekerja di industri pesawat. Tidak sedikit lulusan sekolah itu yang langsung direkrut perusahaan penerbangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah sendiri, meski saat ini belum ada pesanan dari kalangan industri, sudah mendapat order perorangan terkait perakitan pesawat.  “Kami lihat prospeknya amat bagus. Dengan demikian, lulusan jurusan ini nanti  semakin dibutuhkan,” kata pria kelahiran Bogor pada 1963 itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya siswa SMKN 4 Jakarta juga dibeli pengunjung pameran. Para siswa itu tidak hanya pamer karya, tapi juga memasarkan motor rakitannya. Mereka dengan senyum ramah dan sabar menjelaskan keunggulan motornya, Kanzen tipe Esemka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heru Afrizal, salah seorang siswa  jurusan otomotif SMKN 4, mengatakan bahwa dia bersama sembilan kawannya mulai merakit motor sejak Februari lalu. Ketika itu, sekolah mereka mulai menjalin kerja sama dengan PT Inti Kanzen Motor Indonesia. Mereka disuplai bahan untuk dirakit. Rakitan siswa SMK itu diharapkan berstandar pabrikan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.hariansumutpos.com/2009/08/pesawat-rakitan-yang-terbang-sampai-malaysia.html"&gt;&lt;br /&gt;Perakitan motor dibagi dalam lima pos. Satu pos diisi dua orang. Pada pos satu, siswa memasang blok mesin pada kerangka motor. Pos dua, memasang roda depan dan injakan kaki. Pos tiga, memasang lampu belakang dan pedal. Pos empat, memasang knalpot, cover body, dan soket lampu. Pos terakhir,  memasang jok. “Tiap hari kami bisa menghasilkan empat sampai lima motor,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat ini sudah dihasilkan 45 motor. Yang telah laku 30 motor. Sebelum produk itu dijual, PT Inti Kanzen Motor Indonesia mengecek standar mutunya. “Kualitas dicek dulu. Mesin dites dulu. Jangan sampai produk yang diluncurkan di pasaran berkualitas bawah,” kata Yopi Soepriyono, guru pendamping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasaran produk semula dilakukan di kalangan pelajar dan sekolah. Mereka bisa kredit melalui koperasi sekolah. “Mulanya, kami promosi di kalangan guru dan murid,” kata Yopi. Setelah itu, secara bertahap mengepakkan sayap ke luar. Siswa membuka showroom di sekolah dan beberapa tempat. Sayang, penjualan motor belum maksimal karena banyak pembeli yang memilih pembayaran dengan kredit. Padahal,  modal yang dibutuhkan cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, melalui pameran pendidikan tersebut, SMKN 4 memperkenalkan produk mereka. Apalagi harganya di bawah motor Kanzen di pasaran. “Hasil rakitan kami tidak kalah dengan pasaran kok,” ujar Heru. Dia berharap agar setelah lulus nanti bisa buka usaha sendiri. Dia bersama kawan-kawannya ingin merintis usaha merakit motor.  “Sejak kecil, saya sudah hobi bongkar-bongkar mesin,” kata siswa kelahiran tahun 1992 itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-7143593334654777941?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/7143593334654777941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=7143593334654777941' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/7143593334654777941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/7143593334654777941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/08/pesawat-rakitan-yang-terbang-sampai.html' title='Pesawat Rakitan yang Terbang sampai Malaysia'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-1496636307247305544</id><published>2009-08-18T01:59:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T02:01:42.645-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'/><title type='text'>Tiga Kapal Tempur Jepang Ramaikan “Sailing Pass”</title><content type='html'>&lt;img src="http://d.yimg.com/hb/xp/antr/20090801/17/1506145255-dispora-sulut-siapkan-lomba-saat-sail-bunaken.jpg" width="590"&gt;Sebanyak tiga kapal tempur Jepang, akan meramaikan Sail Bunaken tahun 2009, dengan mengikuti “Sailing dan Flying Pass” di Teluk Manado pada 19 Agustus 2009.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Tiga kapal perang Jepang diperkuat 700 personil angkatan laut, ” kata Real Admiral Comander &lt;a href="http://beritasore.com/2009/08/17/tiga-kapal-tempur-jepang-ramaikan-sailing-pass/"&gt;Jepang (setingkat Kasal), M Kawamura, disela-sela peringatan HUT Kemerdekaan RI, Senin di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4547560173025050121-1496636307247305544?l=barustrade.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://barustrade.blogspot.com/feeds/1496636307247305544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4547560173025050121&amp;postID=1496636307247305544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1496636307247305544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4547560173025050121/posts/default/1496636307247305544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://barustrade.blogspot.com/2009/08/tiga-kapal-tempur-jepang-ramaikan.html' title='Tiga Kapal Tempur Jepang Ramaikan “Sailing Pass”'/><author><name>Redaksi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4547560173025050121.post-8013944006970220412</id><published>2009-08-18T01:58:00.001-07:00</published><updated>2009-08-18T01:59:56.215-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='indonesia'
