Ketika Algoritma Facebook Dituding Menguntungkan Trump

BARUSNews | Facebook dituding ikut bertanggung jawab atas terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat. Hal itu membuat heran Mark Zuckerberg.

CEO Facebook itu menolak mentah-mentah anggapan berita palsu yang menyebar di media sosial miliknya berpengaruh pada pemilihan presiden  kemarin.

"Secara pribadi, saya rasa teori bahwa berita palsu di Facebook -yang jumlahnya sedikit- memengaruhi pemilihan adalah ide yang cukup gila," aku Zuckerberg pada Kamis (11/11).

Sepanjang proses pemilu presiden AS lalu, laporan-laporan palsu mengenai Donald Trump dan Hillary Clinton berkali-kali menjadi viral di berbagai media sosial, terutama Facebook. Namun konten viral itu, menurut laporan Buzzfeed, lebih banyak memuat kebohongan.

Facebook yang kini tercatat memiliki lebih 2 miliar pendaftar dianggap bersalah karena pasif dalam memerangi peredaran konten-konten yang tak akurat.

Tak heran saat ini beberapa lembaga peneliti berlomba-lomba mencari korelasi aktivisme di ruang Facebook dengan pilpres AS seperti yang dilakukan Buzzfeed.

Di tengah pembelaannya, Zuckerberg juga mendorong bagi mereka yang mengkritik perusahaannya untuk lebih cermat dalam menyampaikan tuduhan dilaporkan cnnindonesia.com

Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :